Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Sidang Gratifikasi Dindik Kab Malang, Saksi Edi Beberkan Peranan Besar Eryk

SEMI DARING: Sidang gratifikasi di Kabupaten Malang Selasa (26/1/2021) di Pengadilan Tipikor Surabaya. Hadirkan lima saksi, termasuk Edi Suhartono (Kadindik Kab Malang 2012-2013).( Foto: Aziz Tri P)

Surabaya – Peranan besar terdakwa Eryk Armando Talla makin menguat. Bagaimana ia mengatur lelang proyek di Dinas Pendidikan Kab Malang diungkapkan saksi Edi Suhartono (Kepala Dinas Pendidikan Kab Malang 2012-2013).

Edi menjelaskan di depan majelis hakim, Selasa (26/1) di Pengadilan Tipikor Surabaya. Ia salah satu dari lima saksi yang dihadirkan. Terdakwa Eryk mendatanginya, bahkan sebelum dirinya dilantik menjadi Kadindik Kab Malang 2012-2013.  

Baca Juga ----------------------------

“Kalau bukan orang kepercayaan Pak Bupati Rendra Kresna, ‘kan tidak mungkin dia tahu, bahwa saya yang akan menjadi Kepala Dinas Pendidikan berikutnya. Menggantikan Pak Suwandi,” kata Edi Suhartono.

“Berarti saudara tahu, ada pertemuan di Hotel Cakra membahas teknis pengkondisian lelang di Dindik Kab Malang 2012. Bagaimana ceritanya?,” tanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Eva Yustisiana.

Menurut Edi, dirinya tahu. Karena hasil pertemuan itu dilaporkan kepadanya. Tapi bukan prosesnya. Karena untuk proyek, diserahkan semuanya ke panitia. “Mau rapat di mana pun terserah,” lanjut Edi.

“Apa Bupati Rendra Kresna pernah menyampaikan, bahwa proyek DAK di Dinas Pendidikan Kab Malang ini yang mengerjakan itu Eryk Armando Talla?,” tanya Jaksa Eva.

“Ya, pernah. Kata Pak Bupati, yang mengerjakan ini Eryk. Hanya saja ketika era saya, peranan Eryk berkurang. Karena banyak proyek diserahkan ke sekolah dengan mekanisme swakelola. Bukan lelang seperti sebelum era saya. Tapi pengadaan 2012 masih ada. Dana DAK juga,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan saksi Edi Suhartono. Bahkan sebelum dirinya dilantik menjadi kepala dinas pun, sudah ada ‘pesan ponsor’ dari Bupati Rendra Kresna.

Bahwa proyek di bidang pendidikan itu, ada orangnya yang ahli. Yaitu Eryk Armando Talla dan Ali Murtopo.

“Saudara tahu tidak, Mashud Yunasa pemenang lelang 2012 dan Ubaidilah pemenang lelang 2013? Termasuk pengamanannya,” cecar Eva.

“Secara teknis saya tidak tahu. Kalau Eryk sama Ali Murtopo saya tahu. Jadi setelah kita bentuk panitia lelang, kita sampaikan kemauan pimpinan. Perintah bupati. Setelah itu, saya tidak tahu teknisnya. Panitia bekerja seperti sebelum era saya. Yang jelas komandannya Eryk dan Ali Mutopo.Siapa pun yang menang, pasti pilihan mereka,” umgkap Edi.

“Adakah pemberian dari kepala-kepala dinas untuk Bupati Rendra Kresna? Saudara tahu?,” tanya Jaksa Eva.

“Pemberian dari kepala dinas pada bupati yang saya tahu semacam uang THR. Tunjangan lebaran. Tapi itu hanya inisiatif. Tidak pernah diminta. Kalau yang berkaitan dengan proyek-proyek, saya tidak tahu,” kata Edi Suhartono.

Seperti diketahui, sidang kasus gratifikasi di Kab Malang itu menjerat dua terdakwa, Eryk Armando Talla (Nomor Perkara 82/Pid.Sus-TPK/2020/PN Sby) dan Rendra Kresna (Nomor Perkara 84/Pid.Sus-TPK/2020/PN Sby).

Empat saksi sebelum Edi Suhartono adalah Khusnul Farid (Ketua Panitia Lelang 2010), Suwandi (Kepala Dinas Pendidikan Kab Malang 2007-2012), Udianto (Kabid Pendidikan Menengah Dindik Kab Malang) dan Darmawan Tri Sambodo (Staf Bagian PDE).  

Sebenarnya ada dua saksi lagi, Hery Tanjung dan Galih. Tapi tidak datang saat itu. (azt/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Rencana Pemkab Malang yang akan membuka perkebunan sawit sekitar 60 hektar di Malang Selatan menuai protes dari berbagai kalangan. Ini juga menjadi...

Malang Raya

Malang Post – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang segera menuntaskan pendataan rumah rusak akibat gempa beberapa waktu...

headline

Malang Post – Tirmidzi Husein SH MH, kuasa hukum Dwidjo Lelono (54) menyatakan menyayangkan penahanan yang dilakukan Kejari Kota Malang. Mengingat kliennya masih berstatus kepala...

headline

Malang Post – Keluar dari pintu Kejaksaan Negeri Kota Malang, Kasek SMKN 10 Kota Malang tampak berjalan biasa. Langkahnya perlahan mendekati mobil tahanan. Ia memakai...

Malang Raya

Malang Post – Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang masih menunggu kepastian terkait bantuan bagi korban gempa yang telah dijanjikan oleh Badan Nasional...

headline

Malang Post – Setelah menjalani proses penggeledahan dan pemeriksaan saksi-saksi. Sejak awal tahun 2021 di berbagai tempat di Kota Batu. Kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Malang Raya

Malang-Post – Pasca dilakukan refocusing pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang juga telah merealokasikan anggarannya pada sejumlah Satuan Kerja Perangkat...

headline

Malang Post — Masyarakat Kota Batu dikejutkan, KPK lagi. Sebelumnya, awal tahun 2021, tim Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penggeledahan di sejumlah kantor OPD Pemkot...