Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Kapten Tim Arema Terlama

Malang – KURUN waktu 11 tahun terakhir. Dalam 11 musim kompetisi. Dendi Santoso dan Johan Ahmad Farizi, mencatatkan namanya sebagai kera Ngalam asli, yang pernah menyandang ban kapten Arema FC. Selebihnya, tiga pemain asal luar Malang dan lima legiun asing. Termasuk tiga pemain yang telah dinaturalisasi.

Dendi Santoso yang asal Kota Malang, menyandang ban kapten pada kompetisi Liga 1 2018. Ketika era pelatih kepala Joko ‘Gethuk’ Susilo (putaran pertama) dan Milan Petrovic (putaran kedua) asal Slovenia.

Baca Juga ----------------------------

Sedangkan Johan Ahmad Alfarizi, pada Liga 1 2017. Ketika tim dibesut pelatih Aji Santoso (putaran pertama) dan Joko ‘Gethuk’ Susilo (putaran kedua).

Hendro Siswanto asal Tuban. Menjadi kapten tim Singo Edan pada Liga 1 2020. Saat masih dilatih Roberto Mario Carlos Gomez, asal Argentina. Sebelum kompetisi terhenti.

Kemudian Hamka Hamzah, pada Liga 1 2019 dan Indonesia Soccer Championship A 2016. Dua-duanya di bawah kendali pelatih Milomir Seslija dari Bosnia and Herzegovina.

Musim Indonesian Super League 2014 (ISL), ban kapten dipegang Ahmad Bustomi asal Jombang.

Bahkan kapten tim Arema, di era pertama kali mengikuti Galatama 1988/1987 silam, ban kapten disandang pemain asal Makassar. Yakni (alm) Kusnadi Kamaluddin. Wafat pada tanggal 8 Agustus 2014 silam.

‘’Pada saat itu, penunjukkan Hendro Siswanto sebagai kapten utama tim, Johan Ahmad Alfarizi kapten kedua dan Dendi Santoso ditunjuk sebagai kapten ketiga. Merupakan diskusi kami bersama seluruh jajaran tim pelatih. Termasuk head coach Roberto Mario Gomez.’’

‘’Ketiganya sama-sama pemain terlama dan paling senior. Dengan usia sama, 30 tahun, di skuad Arema FC untuk Liga 1 2020 ini. Alfarizi dan Dendi, sudah pernah menjadi kapten tim. Musim 2020, giliran Hendro (Siswanto),’’ ujar asisten pelatih Arema FC, Charis Yulianto. Yang juga pernah menjadi kapten tim Arema FC.

Lima musim lainnya era 2009-2020, kapten tim milik Victor Chukwuekezie Igbonefo (Nigeria-Indonesia). Pada QNB League 2015 dan compatriotnya yang telah menjadi WNI, Gregory Junior Nwokolo (Nigeria-Indonesia).

Seme Pierre Patrick (Kamerun-Indonesia), memegang jabatan kapten tim pada ISL 2011/2012, yang sebelumnya dipegang Noh Alam Shah (Singapura) di ISL 2010/2011. Kemudian Pierre Njanka-Beyaka (Kamerun) pada ISL 2009/2010.

‘’Menjadi kapten tim itu penuh tantangan. Apalagi di tim besar seperti Arema. Modal utama menjadi kapten tim, harus memiliki kharisma bagus. Bisa menjadi panutan bagi pemain lainnya. Terutama bagi pemain muda. Baik teknis maupun sikap.’’

‘’Juga memiliki sikap dewasa dan tenang. Tidak mudah emosional dalam menyikapi berbagai hal di lapangan. Tentu punya leadership dan mampu memotivasi pemain lain,’’ ujar Seme Pattrick, yang kini menjadi staf kepelatihan akademi AS Le Mans Villaret Football di pinggiran Paris, Prancis. Lewat pesan akun facebook-nya.

Di era 11 tahun 2009-2020, posisi kapten tim dalam hitungan satu musim, Seme Pierre Patrick mencatat durasi terlama. Dibandingkan sembilan nama lainnya.

Pemain yang terakhir membela klub regional level divisi lima Prancis, AS Le Mans Villaret Football  (2015-2019) tersebut, menjadi kapten tim Arema pada ISL 2011/2012. Dalam durasi 2.865 menit di 32 laga.

Posisi kedua diduduki Hamka Hamzah, pada ISC A 2016. Dalam 30 laga tampilannya, mencatat durasi 2.700 menit.

Urutan ketiga milik Dendi Santoso, pada Liga 1 2018 yang bermain 31 laga dalam durasi 2.681 menit. Peringkat keempat veteran Timnas Kamerun 1994-2004, Pierre Njanka-Beyaka pada ISL 2009/2010. Membukukan durasi 2.654 menit dalam 31 laga, dan posisi kelima Johan Ahmad Farizi (Liga 1 2017) dalam 30 laga mencatat durasi 2.511 menit.

Dua pemain, tercatat sebagai kapten tim paling singkat bermain bersama skuad Arema dalam semusim. Hendro Siswanto hanya menjadi kapten tim dalam tiga laga dengan durasi hanya 270 menit. Selepas Liga 1 2020 terhenti oleh kondisi force majeure pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Juga Victor Chukwuekezie Igbonefo pada kompetisi QNB League 2015, hanya sempat menjadi kapten tim dalam dua laga berdurasi 180 menit. Sebelum kompetisi terhenti karena Indonesia di-banned FIFA selama dua tahun 2015-2016. (act/rdt)

Daftar Kapten Tim Arema FC, 2009-2020 :

1.   Liga 1 2020 Hendro Siswanto

2.   Liga 1 2019 Hamka Hamzah

3.   Liga 1 2017 Johan Ahmad Alfarizi

4.   ISC A 2016 Hamka Hamzah

5.   QNB League 2015 Victor Chukwuekezie Igbonefo (Nigeria-Indonesia)

6.   ISL 2014 Ahmad Bustomi

7.   ISL 2013 Gregory Junior Nwokolo (Nigeria-Indonesia)

8.   ISL 2011/2012 Seme Pierre Patrick (Kamerun-Indonesia)

9.   ISL 2010/2011 Noh Alam Shah (Singapura)

10. ISL 2009/2010 Pierre Njanka-Beyaka (Kamerun)

Kapten tim Arema FC terlama durasi semusim 2009-2020

1.   ISL 2011/2012 Seme Pierre Patrick (main 32 laga, durasi 2.865 menit, 5 gol, cadangan tidak main 0 laga, absen 2 laga)

2.   ISC A 2016 Hamka Hamzah (main 30 laga, durasi 2.700 menit, 9 gol, cadangan tidak main 0 laga, absen 4 laga)

3.   Liga 1 2018 Dendi Santoso (main 31 laga, durasi 2.681 menit, 4 gol, cadangan tidak main 1 laga, absen 2 laga)

4.   ISL 2009/2010 Pierre Njanka-Beyaka (main 31 laga, durasi 2.654 menit, 6 gol, cadangan tidak main 0 laga, absen 3 laga)

5.   Liga 1 2017 Johan Ahmad Farizi (main 30 laga, durasi 2.511 menit, 2 gol, cadangan tidak main 1 laga, absen 3 laga)

6.   Liga 1 2019 Hamka Hamzah (main 26 laga, durasi 2.340 menit, 0 gol, cadangan tidak main 0 laga, absen 4 laga)

7.   ISL 2013 Gregory Junior Nwokolo (main 24 laga, durasi 1.996 menit, 15 gol, cadangan tidak main 1 laga, absen 9 laga)

8.   ISL 2014 Ahmad Bustomi (main 20 laga, durasi 1.597 menit, 2 gol, cadangan tidak main 0 laga, absen 7 laga)

9.   ISL 2010/2011 Noh Alam Shah  (main 19 laga, durasi 1.565 menit, 8 gol, cadangan tidak main 2 laga, absen 11 laga)

10. Liga 1 2020 Hendro Siswanto main 3 laga, durasi 270 menit, 0 gol, cadangan tidak main 0 laga, absen 0 laga

11.  QNB League 2015 Victor Chukwuekezie Igbonefo (main 2 laga, durasi 180 menit, 0 gol, cadangan tidak main 0 laga, absen 0 laga)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post — Kota Batu bakal menjadi sentra pembibitan jeruk purut di Indonesia. Hal ini menyusul permintaan ekspor jeruk purut yang sangat tinggi. Saat ini...

Malang Raya

Malang Post – Tim tracer Covid-19 Kota Malang menggelar tracing kasus di Jalan Kolonel Sugiono IV, Kelurahan Ciptomulyo, Sukun Kota Malang. Rabu, 20 Oktober...

headline

Malang Post — Kota Malang sudah masuk PPKM Level II, sesuai Inmendagri Nomor 53 Tahun 2021. Beberapa kampus mulai mengajukan Perkuliahan/Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Meski...

headline

Malang Post — Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Advokat Republik Indonesia (DPP PARI) menggelar silaturahmi antar advokat, Rabu (20/10/2021). Bertempat di RM Javanine, Jl Pahlawan Trip...

Pendidikan

Malang Post — Sejarah baru kembali ditorehkan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini Program studi (Prodi) Agribisnis, Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM yang mencatatkan tinta...

Pendidikan

Malang Post — Dharma Wanita Persatuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (DWP UIN Maliki) makin giat membina sekaligus menjalin keharmonisan antar anggotanya. Meski masih dalam...

News

Malang Post — Kepanikan terjadi, Selasa (19/10/2021) malam di sebuah rumah milik Semiati warga RT 03/RW 01 Desa/Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Sebuah tabung LPG 3...

News

Malang Post — Sehari sudah, tim gabungan SAR Malang Raya mencari keberadaan Paino (56) pemancing yang terhanyut saat sungai Brantas mendadak berarus deras. Selasa (19/10/2021)...