Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Sudah 647 Petugas Medis Wafat

TUMBANG: Petugas medis yang wafat selama pandemi Covid-19 terus bertambah. Bahkan dalam kurun waktu Desember hingga pertengahan Januari, sudah 53 yang berpulang. (Foto: istimewa)

Jakarta – Tim Mitigasi IDI mengumumkan pembaruan data tenaga medis, yang wafat akibat Covid-19. Sepanjang pandemi di Indonesia berlangsung. Mulai Maret 2020 hingga pertengahan Januari 2021.

Data itu dirangkum Tim Mitigasi IDI, dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI) dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Hasilnya dari Maret hingga pertengahan Januari 2021, terdapat 647 petugas medis dan kesehatan, yang wafat akibat terinfeksi Covid-19. Terdiri dari 289 dokter (16 guru besar) dan 27 dokter gigi (3 guru besar), 221 perawat, 84 bidan, 11 apoteker dan 15 tenaga lab medik.

Dokter yang wafat tersebut, terdiri dari 161 dokter umum (4 guru besar) dan 123 dokter spesialis (12 guru besar), serta 5 residen. Semuanya berasal dari 26 IDI Wilayah (provinsi) dan 116 IDI Cabang (Kota/Kabupaten).

Untuk wilayah Jawa Timur sendiri, terdapat 56 dokter, 6 dokter gigi, 89 perawat, 4 tenaga lab medik dan 33 bidan yang wafat.

Berdasarkan perbandingan statistik testing dan populasi, kematian tenaga medis dan kesehatan di Indonesia, merupakan tertinggi di Asia dan tiga besar di seluruh dunia. Bahkan sepanjang Desember 2020 hingga pertengahan Januari 2021, ada 53 yang berpulang.

Dr. Adib Khumaidi, SpOT., Tim Mitigasi PB IDI menyebutkan, meskipun program vaksinasi  sudah mulai dilakukan, di hampir seluruh wilayah di Indonesia, namun hal ini hanya merupakan salah satu upaya pencegahan (preventif).

‘’Kondisi ini tidak akan berjalan maksimal, apabila masyarakat tetap abai dalam menjalankan protokol kesehatan 5M. Yakni Memakai Masker, Mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, Menjaga jarak, Membatasi Mobilitas dan Menghindari Kerumunan,’’ katanya.

Tim Mitigasi IDI juga meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah, untuk meningkatkan strategi testing secara serentak. Bagi seluruh lapisan masyarakat. Agar dapat menentukan diagnosa dini. Agar dapat tindakan segera bagi yang terkonfirmasi positif tersebut.

Situasi penularan Covid saat ini, kata dia, sudah tidak terkendali. Terutama karena aktifitas mobilitas masyarakat semakin meningkat. Testing ini dibutuhkan, bukan hanya untuk screening (penyaringan), namun juga tracing (penelusuran) dan evaluasi penyembuhan.

‘’Saat ini angka testing di Indonesia masih baru. Mencapai kurang dari lima persen dari total populasi penduduk Indonesia,’’ kata Dr. Adib.

Tim Mitigasi IDI juga mengimbau pemerintah setempat dan pengelola fasilitas kesehatan, untuk memberikan tes rutin. Guna mengetahui status kondisi kesehatan terkini para pekerja medis dan kesehatan, yang bertugas menangani pasien.

Sementara itu menyikapi situasi yang terjadi belakangan ini, dimana akibat perubahan cuaca dan bencana alam, dr Mahesa Paranadipa Maikel, MH., Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia mengingatkan, perlunya antisipasi kondisi penumpukan pengungsi dari korban-korban bencana alam, yang dalam situasi pandemi ini, juga perlu ditangani dengan serius. Seraya memperhatikan protokol kesehatan.

‘’Hal ini untuk meminimalisir adanya penularan Covid-19 terjadi di klaster pengungsian korban bencana alam. Protokol kesehatan di lokasi pengungsian bencana, yang perlu diperhatikan oleh para pemangku kebijakan dan para relawan penanggulangan bencana serta masyarakat korban bencana diantaranya, pengaturan sirkulasi udara di  lokasi penampungan pengungsi bencana alam tetap terjamin,’’ katanya.

Selain itu, tambah dia, penggunaan masker dan rajin mencuci tangan bagi semua lapisan, juga harus tetap terjaga. Walaupun mungkin beberapa kondisi penjagaan jarak antara keluarga inti korban bencana, mungkin sulit dihindari.

Tempat pengungsian, sebaiknya juga berusaha menyediakan fasilitas tempat pencucian tangan, yang disertai dengan sabun cuci tangan. rdt)

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

News

AMEG – Lingkar Sosial (Linksos) Indonesia lewat Tim Relawan Kemanusiaan (TRK) Inklusi Omah Difabel menggandeng BPBD Kabupaten Malang, PMI Kabupaten […]

Olahraga

AMEG – Persija Jakarta mengusung misi revans atau balas dendam. Saat berhadapan dengan PSM Makassar, di babak semifinal leg pertama, […]

Malang Raya

AMEG – Seleksi kandidat direksi BUMD PT BWR berlanjut. Lima peserta sudah dinyatakan lolos seleksi administrasi. Rabu (14/4/21) hari ini […]

Arema

AMEG – Keputusan tampaknya sudah diambil. Arema FC di Liga 1 2021 mendatang, bakal menggunakan jasa pelatih asing. Itu berarti, […]

Kriminal

AMEG – Pelaku curanmor Honda Scoopy, Rabu (14/4) pukul 03.10, terekam CCTV saat melintasi Jalan Mawar Gang II/14 RT04/RW04, Lowokwaru, […]

Kriminal

AMEG – Sepeda motor Honda Scoopy menjadi favorit incaran para pencuri motor (Curanmor).Rabu (14/4) siang, M Zuhdy Achmadi, 56, melapor […]

Kesehatan

AMEG – Dinas Kesehatan Kota Malang memastikan vaksinasi Covid-19 tetap berjalan selama Ramadan.Saat ini fokus pada lansia serta tahap kedua […]

Kesehatan

AMEG – Anda tentu pernah tiba-tiba lupa dimana menaruh kunci, lupa menaruh dompet, lupa password media sosial, bahkan lupa akan […]

headline

AMEG – Pasca gempa berkekuatan 6,1 di Kabupaten Malang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengunjungi Kota Batu, karena, setidaknya […]

Arema

AMEG – Arema FC merevisi sekaligus memberikan libur tambahan lima hari, bagi pemain untuk menikmati libur awal bulan Ramadan. Sebelumnya […]

Kuliner

AMEG – Momen Ramadan menjadikan destinasi kuliner di Kota Malang kreatif menawarkan berbagai paket promo makanan dan minuman untuk berbuka, […]

Kuliner

AMEG – Ramadhan merupakan momen sakral  yang ditunggu untuk meraih berbagai keutamaan. Salah satu aktivitas yang paling berkesan adalah berkumpul […]

%d bloggers like this: