Connect with us

Hi, what are you looking for?

Beauty

Sembarangan Ikut Tren Fashion, Bahaya Kesehatan Mengintai

Foto Ilustrasi. (chicmi.com)

Malang – Siapa yang tidak ingin tampil cantik dan menarik, dengan outfit atau fashion yang ciamik. Apalagi kalau mau pergi hangout bareng teman, kencan bareng doi, ataupun tampil stylish di tempat kerja. Nah..salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan mengikuti berbagai tren fashion populer.

Namun jangan asal-asal ikut trend, karena bisa jadi tren yang anda ikuti dapat menyebabkan masalag kesehatan. Mau tampil keren malah mengundang penyakit.

Ada beberapa tren fashion yang justru menyebakan bagian tubuh anda lelah, bahkan bisa merusak postur dan mengganggu aloiran darah dalam tubuh. Sebagian anda tentu sudah tau. Akan tetapi terkadang sengaja mengabaikanya.

Berikut kami ingatkan kembali trend fashion yang sebaiknya anda hindarai, demi kesehatan tubuh anda

High heels

Penggunaan high heels  tentu menjadi hal yang umum dikalangan perempuan. Tak jarang kaum hawa diwajibkan untuk mengenakan high heels saat bekerja. High heels  membantu anda terlihat lebih modis, tinggi dan menarik. Namun ada resiko kesehatan yang harus anda bayar.

Menurut laporan The Spine Institute, pemakaian high heels dapat mengubah postur tubuh secara signifikan. Tulang belakang dan dada akan terdorong ke depan. Area punggung bagian bawah juga terdorong ke depan sehingga bentuk panggul menjadi tak normal. Bagian lutut juga akan menghadapi tekanan yang terlalu besar sehingga memengaruhi ligament. Berat badan terlalu bertumpu pada tumit belakang dan menjadi tidak seimbang. Parahnya lagi, perubahan pada postur tubuh seperti yang dijelaskan di atas akan berujung pada cedera mata kaki, gangguan jaringan tulang belakang, hingga gangguan otot. 

Sebenarnya pemakaian high heels dalam keseharian banyak dikeluhkan kaum hawa. Memang menggunakan high heels akan membuat anda lebih lelah disbanding mengenakan flat shoes atau sandal. Tapi apa daya, tren terkadang menjadi lebih penting, dari pada memikirkan resiko kesehatan.

Skinny jeans dan Rok sempit

Pemakaian celana ketat membuat nyaman sebagian orang, karena terlihat lebih ramping, jenjang keren, atau apapun lah. Namun penggunaan celana ketat, baik skinny jeans atau jegging yang diminati pria atau wanita, lama kelamaan berbahaya bagi tubuh.

Mengutip IDN Times, bagi laki-laki, skinny jeans akan menyebabkan beberapa gangguan. Pertama, suhu di sekitar testis menjadi terlalu panas, sehingga jumlah sperma menurun sementara. Kemudian, kamu juga berisiko terkena torsio testis. Ini merupakan kondisi saat testis terpelintir karena aliran darah yang tidak lancar. 

Sementara pada perempuan, pemakaian skinny jeans meningkatkan risiko infeksi jamur pada vagina. Begitu pula dengan heartburn, perut kembung, dan berbagai masalah pencernaan lainnya. 

Tidak hanya skinny jeans, Rok atau dress yang ketat juga bisa  menghambat gerak, atau bahkan menyebabkan ketegangan otot dan masalah sendi. Meski anda akan terlihat lebih seksi dan menarik.

Mengutip aladokter, sering mengenakan pakaian ketat, bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti mengekang lambung, sehingga bisa menyebabkan nyeri ulu hati. Nyeri punggung. Hingga eradangan pada folikel rambut akibat gesekan antara kulit dan pakaian.

Namun, jika memang terpaksa mengenakan pakaian yang ketat, sebaiknya pilihlah pakaian berbahan katun karena dapat menyerap keringat. Dan yang pasti, jangan menggunakanya terlalu lama.

Korset

Korset tampaknya menjadi solusi untuk membuat tubuh terlihat lebih proporsional. Penggunaan korset dimulai  oleh perempuan Italia sejak 1500-an. Saat itu, perempuan mengenakannya untuk membuat pinggang lebih langsing, sehingga tubuh tampak seperti jam pasir. 

Belakangan jenis korset terus berkembang, mengikuti kebutuhan kaum hawa. Produk korset yang tersedia saat ini tidak seekstrim dahulu. Namun lagi-lagi resiko kesehatan mengintai anda jika dipakai dalam waktu yang lama. Penggunaan korset bisa menimbulkan gangguan pencernaan. Lagi pula jika digunakan terlalu lama bisa engap ya bund

Tas Besar

Tas memang sangat penting saat bepergian, baik untuk menyimpan barang atau sekedar membuat anda terlihat modis. Tas tentunya tersedia dalam berbagai ukuran sesuai kebutuhan. Namun entah mengapa, tas berukuran besar juga masih menjadi  tren.

Tas pundak dengan ukuran besar memang bisa menampung segala hal. Mulai dari dompet, HP, buku, hingga laptop sekaligus. Namun, inilah yang membuatnya tidak baik untuk kesehatan. Menurut laporan The Conversation, ketika beban di dalamnya terlalu berat, tas pundak dapat meningkatkan risiko skoliosis,artritis atau radang sendi, hingga degenerasi sendi. Lagian menggunakan tas besar tentunya lebih capek juga ya.

Jadi, jika anda ingin membawa banyak barang, sebaiknya gunakanlah tas ransel yang bisa mendistribusikan beban secara seimbang. 

Soft lense

Pada dasarnya soft lense atau lensa kontak s dibuat untuk kepentingan medis. Menggantikan fungsi kacamata yang bagi sebagian orang mengganggu penampilan. Namun, banyak juga yang menjadikannya sebagai pelengkap fashion. Terlebih lagi, kini lensa kontak hadir dalam berbagai warna dan model yang menarik, bahkan menyeramkan.

Masalahnya, jika lensa kontak digunakan tanpa resep dokter, maka akan sangat berbahaya. Healthline menuli, penggunaan lensa kontak secara sembarangan, apalagi jika terlalu sering dan lama bisa meningkatkan risiko infeksi. Lensa yang tidak tepat dapat sobek dan membuat mata terluka. Bahkan terkadang lensa menyangkut di dalam, sehingga pasien harus dioperasi. Jadi bijaklah menggunakan alat bantu lihat yang satu ini.

Mengikuti tren tentu hal yang wajar dan tidak salah, namun jangan sampai tren yang diikuti justru menebabkan masalah kesehatan. Pikirkan kesehatan anda terlebih dahulu. (idn/alc/anw)

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

headline

Malang – Dua mahasiswa peserta Diklat UKM Pagar Nusa UIN, diperkirakan sudah meninggal di tengah perjalanan menuju Puskesmas Karangploso dan RS Karsa Husada Kota...

headline

Malang – Masih abu-abu. Ini gambaran apa penyebab kematian dua mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, saat mengikuti Diklat UKM Pagar Nusa pekan kemarin. ...

Kriminal

Surabaya –  Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Joko Hermawan menanyakan berapa biaya yang dikeluarkan terdakwa Rendra Kresna (Nomor Perkara 84/Pid.Sus-TPK/2020/PN Sby) saat dirinya maju...

headline

Malang – Sertijab Bupati-Wabup Malang digelar di Gedung DPRD Kab Malang, Senin (8/3). Dengan demikian, tongkat komando Pemkab Malang ada di tangan HM Sanusi...

Malang Raya

Malang – Jembatan Srigonco, Bantur Kabupaten Malang segera disempurnakan. Ini komitmen Pemkab Malang untuk menunjang sektor wisata. Pasalnya, jembatan itu adalah jalan alternatif menuju...

Bisnis

Malang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut stronghness partnership dengan perguruan tinggi. Pesan ini dititipkan kepada Kepala Daerah Malang Raya. Saat serah...

headline

Malang – Aksi demo mewarnai peringatan International Women Day, Senin 8 Maret 2021. Sayangnya, dua kelompok yang menyuarakan aspirasinya ini, ada yang tak puna...

headline

Malang – Kasus konten video penembakan tokoh agama Kab Malang, Idris Al-Marbawy atau akrab disapa Gus Idris terus berlanjut. Kali ini giliran Lembaga Ta’lif...

News

Malang – Alat musik juga menjadi saksi sejarah bangsa Indonesia. Termasuk di Malang Raya. Menyambut Hari Musik Nasional 9 Maret 2021, Museum Musik Indonesia...

News

Malang – Hari Perempuan Internasional 8 Maret  2021 dimaknai berbeda oleh Lingkar Sosial Indonesia (Linksos). Diperingati bersama perempuan difabel, orangtua anak berkebutuhan khusus (ABK)...

News

Malang – Hasan Abadi meninggalkan beribu kenangan. Semasa hidup, ia sering menjadi narasumber media massa. Termasuk Di’s Way Malang Post. Buah pikirannya begitu menginspirasi. Jenazahnya...

News

Malang – Komite Pemilihan (KP) Kongres Luar Biasa (KLB), Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Malang 2021, menuntaskan seluruh  prosedur administratif  seluruh calon. Mereka resmi...

%d bloggers like this: