Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kesehatan

Kemenkes Izinkan Nakes Bekerja Tanpa STR

KPCPEN: Dialog produktif dengan tema kesiapan rumah sakit tangani pasien Covid-19, yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, akhir pekan ini. (Foto: Satgas Penanganan Covid-19)

Jakarta – Saat Ini, estimasi kebutuhan tempat tidur khusus untuk pasien Covid-19, naik sekitar 30 persen. Mengikuti estimasi kenaikan jumlah kasus aktif, pasca libur panjang akhir tahun dan tahu baru yang lalu.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes), telah memerintahkan rumah sakit untuk menambah ruangan dan alokasi tempat tidur khusus pasien Covid-19. Dari sebelumnya 10 persen, menjadi 30 persen.

Baca Juga ----------------------------

Selain itu, Kemenkes juga melakukan relaksasi aturan, yang akan mengizinkan tenaga kesehatan (nakes) tanpa Surat Tanda Registrasi (STR), boleh langsung kerja dalam kondisi darurat. Hal ini berpotensi memberi tambahan sekitar 10 ribu perawat dan 3-4 ribu dokter.

‘’Kapasitas tempat tidur setiap bulan kami perbarui. Dengan tiga rumah sakit umum Kabupaten Tangerang dan 23 rumah sakit swasta di sekitarnya. Saat ini keterisian kamar khusus Covid-19 tinggi. Begitu juga dengan ICU, walaupun sudah ada penambahan namun rasio keterisiannya sangat tinggi,’’ ungkap Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, saat menjadi nara sumber dialog produktif, akhir pekan ini.

‘’Per hari ini (Jumat, 22/1) total terkonfirmasi kasus positif di Kab Tangerang ada 6.085 orang. Dari 80 ribu lebih tes swab yang telah dilakukan mulai Maret 2020. Dari total 6.085, sejumlah 5.672 dinyatakan sembuh dan masih 329 masyarakat, yang dirawat. Baik yang diisolasi di rumah singgah maupun di rumah sakit atau isolasi mandiri. Dari jumlah total yang positif, ada 134 meninggal atau sekitar 2,2 persen,’’ katanya. 

Terkait tren naiknya kasus positif, Ahmed Zaki melakukan beberapa langkah antisipasi. Salah satunya, dalam satu minggu terakhir, pihaknya bersama kepala dinas kesehatan dan Sekretatis Daerah, keliling ke semua rumah sakit. Terkait penambahan tempat tidur maupun ICU sesuai aturan baru dari Kemenkes.

Di Februari nanti akan ada penambahan sekitar 150 tempat tidur dan 12 ICU. Apabila di Februari masih tinggi, tambahnya, Pemkab Tangerang sedang mempersiapkan alternatif berikutnya. Membuka kembali salah satu rumah singgah, yang dulu pernah dioperasikan dengan kapasitas 120 pasien.

Sementara itu, Kol. Laut (K) dr. Tjahja Nurrobi MKes SpOT, Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet, mengatakan, sejak Desember 2020 lalu, pihaknya sudah menambah Intermediate Care Unit (IMCU). Sekarang sudah ada 94 IMCU, 27 High Care Unit (HCU), dan 12 Intensive Care Unit (ICU).

‘’Jumlah ini bisa kita tingkatkan lagi, mengingat ke depannya, ada kecenderungan tetap naik. Di RSDC Wisma Atlet sendiri, kapasitasnya sudah melebihi 82,33 persen. Apabila ini terus meningkat, kita akan menyiapkan Wisma Atlet yang berlokasi di Pademangan, yaitu menara 8-10. Sudah kita siapkan sejak saat ini,’’ terangnya.

Selain kapasitas tempat tidur, RSDC Wisma Atlet juga menambahkan perlengkapan lainnya. Termasuk personil tenaga kesehatan (nakes), tetap dimintakan penambahan ke Kemenkes. Saat ini jumlah personil di Wisma Atlet sekitar 2.600. Terdiri dari 2.300 medis, sisanya nonmedis.

Sedangkan Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D, Sp. THT-KL(K), MARS, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes menambahkan, pada Juli-September 2020, sebenarnya Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit, ada di angka rata-rata 35-40 persen secara nasional.

‘’Namun demikian, saat ini BOR ini posisinya 80 persen ke atas. Sehingga ada kemungkinan beberapa masyarakat yang tidak tertampung rumah sakit dan berdampak pada tingginya jumlah kematian dan angka penularan kepada tenaga kesehatan kita,’’ terangnya.

‘’Tempat tidur yang kita siapkan untuk pasien Covid-19, baik itu ruangan isolasi maupun yang, lainnya berjumlah 81.032. Itu kalau kita lakukan perbandingan dengan jumlah pasien yang saat ini dirawat di rumah sakit, 52.319 artinya BOR untuk Covid-19 masih ada di posisi 64,83 persen itu secara nasional. Namun demikian jika kita lihat kota per kota, memang sekarang ini ada beberapa daerah yang BOR-nya mencapai 82 persen bahkan pernah tercatat sampai 88 persen,” teranganya. (rdt)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Kuliner

Malang Post – Kondisipandemi Covid-19 belum usai. Saat ini pemerintah menggeber vaksinasi. Namun, masih ada masyarakat yang enggan vaksin dengan berbagai alasan. Fakta ini ternyata memunculkan...

News

Malang Post – Luka bakar serius diderita Yila Arbahana (52). Akibat kebakaran di rumahnya. Kamis (29/7/2021) siang. Warga , sekitar Jl Sanan Gang 2 No.12...

Dahlan Iskan

Tidak punya uang pusing. Dapat uang Rp 2 triliun juga pusing. Coba pikir, mau diapakan uang sebanyak itu. Misalkan saya jadi Irjen Pol Eko...

News

Malang Post – Kepedulian sosial saat ini benar-benar diuji. Tak perlu jauh. Perhatian terhadap orang didekat kita. Mereka yang terpapar Covid. Pasti butuh support. Seperti...

headline

Malang Post – Program yang digencarkan Walikota Malang Drs H Sutiaji tentang lima strategi penanganan Covid mulai membuahkan hasil. Diantaranya Malpro (Malang beli produk lokal),...

Malang Raya

Malang Post – Setelah 37 tahun menjadi anggota polwan, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni mengakhiri masa tugasnya di Polresta Malang Kota, pada usia 58 tahun....

Malang Raya

Malang Post – Ada yang menarik setelah rapat evaluasi Pemkot Malang dan Forpimcam Lowokwaru dan Blimbing. Walikota Malang Sutiaji dan peserta rakor mempraktekkan cara menggunakan...

Malang Raya

Malang Post –  Jumlah kasus Covid masih tinggi. Pemkot Malang pun menggelar rapat koordinasi dan evaluasi bersama Forum Koordinator Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Kali ini Kecamatan...