Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Kejar Proyek, Saksi Suharjito Serahkan Uang ke Eryk

TIPIKOR: Sidang kasus gratifikasi Dinas Pendidikan (Dindik) Kab Malang yang digelar di Pengadilan Tipikor Jl Raya Juanda, Surabaya, Selasa (19/1) lalu.( Foto: Aziz Tri P)

Surabaya – Saksi Mashud Yunasa (Direktur PT JePe Press Media Utama-Group Jawa Pos) memberikan keterangan panjang lebar. Karena dicecar JPU (Jaksa Penuntut Umum) KPK, Eva Yustisiana. Tapi berbeda dengan saksi lainnya.

Tiga saksi lain yang dihadirkan di sidang Kasus Gratifikasi Dinas Pendidikan (Dindik) Kab Malang, Selasa (19/1). Mereka memberikan keterangan tak seberapa mendetail.

Baca Juga ----------------------------

Saksi Chris Harijanto (Komisaris PT Intan Pariwara), misalnya. Ia mengaku, dirinya diajak oleh Mashud Yunasa. Untuk masuk dalam proyek pekerjaan di Kabupaten Malang.

“Pak Mashud yang mengajak saya. Ada pekerjaan di Malang. Katanya untuk pengadaan sejumlah item barang,” kata Chris di depan majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Surabaya.

Terkait soal fee yang harus diberikan pada pemberi proyek, Chris mengatakan tidak tahu.

“Mungkin karena saya hanya berhubungan dengan Pak Mashud. Sebagai orang yang mengajak saya. Ikut dalam proyek pekerjaan di Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Jadi saya tidak tahu soal fee 22,5 persen tersebut,” katanya.

Sementara saksi Suharjito (Direktur PT Dharma Utama) agak lebih terbuka. Bahkan ia sempat curhat (mencurahkan isi hati) ke majelis hakim.

Betapa tidak. Ia semula berharap untung dari proyek di Kabupaten Malang. Lah kok malah buntung.

Ia merasa dirugikan. Bahkan uangnya belum kembali Rp 1 miliar.

“Saya tertarik. Karena memang saya butuh pekerjaan. Saya juga tahu. Pak Eryk itu orang kepercayaannya bupati,” katanya.

Semula, lanjut Suharjito. Eryk menjanjikan dua paket pekerjaan kepadanya. Senilai Rp 40 miliar.

Untuk pengadaan buku dan alat peraga. Bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dindik Kab Malang.

Tapi untuk bisa mendapatkan dua paket pekerjaan tersebut, Suharjito diminta Eryk menyerahkan sejumlah uang. Namun dua paket itu, akhirnya tidak jadi didapatkannya.

“Sebagai gantinya, oleh Pak Eryk saya diberi dua PL (Penunjukkan Langsung). Nilainya di bawah Rp 200 juta dan diarahkan untuk ikut proyek di Pasuruan. Jadi uang saya di Pak Eryk masih Rp 1 miliar. Sedangkan yang Rp 1,9 miliar sudah kembali,” lanjut Suharjito.

Usai keempat saksi memberikan keterangan. Ketua Majelis Hakim Dr Johanis Hehamony SH MH mempersilahkan terdakwa menanggapi.

Terdakwa Rendra Kresna didampingi penasehat hukumnya, Haris Fajar. Sedangkan terdakwa Eryk Armando Talla, penasehat hukumnya Iki Dulagin dan Meka Dedendra. Mereka pun memberikan tanggapan.

“Terima kasih yang mulia. Saya mulai dari saksi Mashud Yunasa. Anda meyebutkan ada rincian fee. Untuk bupati sekian persen. Untuk pihak-pihak yang lain sekian persen. Apakah Anda tahu realisasinya setelah proyek selesai?,” tanya Haris Fajar.

“Realisasinya saya tidak tahu. Tapi saya tahu rincian fee itu. Karena ditunjukkin, di email rinciannya. Tapi kalau realisasinya, saya tidak tahu,” kata Mashud Yunasa.

Tiga saksi lainnya, Chris Harijanto, Suharjito dan Tukini juga mengaku tidak tahu menahu soal realisasi fee tersebut, setelah proyek selesai. “Saya tidak tahu. Sekian persen untuk siapa. Sekian persen lainnya untuk siapa,” kata Chris Harijanto. (azt/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Pemkab Malang gelar Vaksinasi Massal untuk pelajar bertajuk”Indonesia Sehat, Indonesia Hebat”. Bersinergi bersama Badan Intelijen Negara (BIN). Dihadiri Bupati Malang HM...

Pendidikan

Malang Post — Ikatan Guru Taman Kanak -Kanak (IGTKI) Kecamatan Donomulyo melalui Dinas Pendidikan bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat menggelar workshop....

Pendidikan

Malang Post – Ratusan murid SMP KHA Thohir Pulungdowo Tumpang Kabupaten Malang menjalani vaksinasi di lingkungan sekolah. Ini untuk mencegah penyebaran virus covid-19 dan menjadi...

Pendidikan

Malang Post — Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menjadi tuan rumah pertemuan forum Asosiasi Dosen Ilmu-Ilmu Adab (ADIA) se Indonesia. Sekaligus...

Malang Raya

Malang Post – Masih maraknya peredaran rokok ilegal di pasaran khusunya kota Malang, memantik Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai...

News

Malang Post —  Musibah menimpa karyawan Koperasi Simpan Pinjam Delta Surya Purnama cabang Purwosari Pasuruan. Rabu (15/9/2021) siang di Jl Raya Songsong Ardimulyo Singosari...

Malang Raya

Malangpost – Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko memantau langsung vaksinasi untuk warga Kelurahan Gading Kasri dan pedagang Pulosari. Sofyan Edi hadir...

Teknologi

Malangpost – Dewasa ini, makin banyak pelaku bisnis yang berlomba membuat usaha mereka makin dikenal khalayak ramai dengan cara memanfaatkan beragam media digital yang...