Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Warga Tirtasari Tuntut Pengembang Ganti Rugi

LAPOR: Anggota Komisi I DPRD Kab Malang, Unggul Nugroho, menemui warga Perumn Tirtasari Wagir.( Foto: Giman/HARIAN DI’S WAY MALANG POST)

Malang – Sejumlah warga Perumahan Tirtasari Wagir Kab Malang datang ke kantor DPRD, Rabu (20/1). Mereka wadul soal pengembang yang dinilai meninggalkan beberapa tanggung jawab. Seperti fasilitas umum PJU, kebersihan, tempat ibadah, air, keamanan dan lainnya. Setidaknya 194 KK menopangnya dan mengeluarkan biaya Rp 22 juta – Rp 25 juta.

“Itu kebersihan, keamanan, air, listrik dan beberapa lainnya. Kenapa seperti itu, karena dulu awalnya memang pengembang menjanjikan air itu gratis. Makanya ini kami tagih,” ujar Joni Steven.  Warga ingin kejelasan. Tanggung jawab pengembang atau Pemkab Malang melalui pemdes. 

Baca Juga ----------------------------

“Kalau ada apa-apa, kami sambat ke siapa. Pengembang seakan-akan sudah tidak mau tahu. Pernah juga ada longsor. Kami minta bantuan BPBD. Tapi ditanyai tetap statusnya. Kalau belum diserahkan ke Pemda, ya tanggungannya pengembang,” lanjut Joni. 

Dua opsi tuntutan warga. Pertama, kejelasan status pengembang. Kedua, jika pengembang enggan menyerahkan ke Pemda, maka harus membayar ganti rugi yang selama ini dikeluarkan warga. 

“Kalau memang sudah tidak ada kepentingan, kami mohon diserahkan ke Pemda saja. Kalau tidak, kami mohon pengembang tanggung jawab. Dan ganti rugi atas biaya yang selama ini kami keluarkan dengan warga lain,” jelasnya. Penghitungan warga, biaya yang dikeluarkan selama ini dan harus diganti rugi sekitar Rp 1,8 Miliar. Itu biaya kebutuhan keamanan, kebersihan, air, listrik dan beberapa lainnya. 

“Itu selama 6 hingga 7 tahun terakhir. Belum biaya insidentil. Seperti longsor beberapa waktu lalu. Kedalamannya 6 meter. Kami biaya sendiri. Habis Rp 30 jutaan. Lha ini longsor lagi. Makanya kami wadul dewan,” pungkasnya.

Anggota Komisi I, Unggul Nugroho menyebutkan, pihaknya segera bersurat ke kecamatan. Agar segera memediasi pengembang Perumahan Tirtasari. “Harapannya bisa mediasi dengan pengembang. Agar melengkapi fasumnya. Kalau tidak, yang segera serahkan ke Pemkab. Tapi tetap harus dibaguskan dulu. Artinya, apa kewajiban yang belum dipenuhi, harus dituntaskan dulu,” ujar Unggul saat ditemui usai mediasi dengan warga.

Jika belum ada titik terang, pihaknya sendiri akan bersurat ke pengembang. Kalau tidak digubris, ia memberhentikan izin perumahan tersebut. “Lha wong yang sekarang aja belum beres. Kalau masih tetap, ya kami akan minta tidak meneruskan izinnya. Jika mau mengembangkan perumahan itu,” pungkasnya. (Riz/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

News

Malang Post – Kemenangan besar diraih tim Arema FC Women. Tak tanggung-tanggung 26-0, pada laga pembuka  turnamen Women Open Sriwijaya FC Championship 2021, Minggu (13/6/2021). Bahkan...

Arema

Malang Post – Jelang 25 hari kick off kompetisi Liga 1-2021/2022, kubu Arema FC justru harus kehilangan satu dari tiga asisten pelatihnya, pekan depan. Padahal head coach anyar tim...

Arema

Malang Post – Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana telah mengklaim. Segera mendaratkan satu pemain bertahan. Dengan label tim nasional. Bahkan Crazy Rich dari Malang...

News

Malang Post – Tabrakan Minggu (13/6/2021) pukul 08.00 di Jl Ki Ageng Gribig depan toko Kue Lumpur Bakar Kota Malang, menggegerkan warga sekitar. Pikap yang...

Pendidikan

Malang Post – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) telah meluncurkan Program Kampus Merdeka untuk perguruan tinggi. Mendukung kebijakan tersebut, Universitas Negeri Malang (UM)...

News

Malang Post –  Usai antar istri berangkat kerja, seorang Ketua RT tertabrak KA Matarmaja di perlintasan kereta api tanpa palang pintu, Jl  Zaenal Zakse...

News

Malang Post –  Usai tangani orang tertabrak kereta api, Kapolsek Kedungkandang, Kompol Yusuf, Minggu (13/6/2021) siang, baru saja masuk halaman Polsek, langsung berlari ke...

Malang Raya

Malang Post – Pemkab Malang yakin proyek pembangunan tol Malang-Kepanjen dimulai 2022. Apalagi, saat ini, proyek tersebut masih akan dibahas persiapan pembebasan lahannya oleh...