Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Mahasiswa UIN Maliki Tuntut Transparansi Birokrasi Kampus

DEMO: Aliansi Mahasiswa UIN Maliki Malang menuntut birokrasi kampus transparan dan potongan UKT lebih dari 10 persen.( Foto: Ozzi/HARIAN DI’S WAY MALANG POST)

Malang – Perwakilan mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim bergabung dalam Aliansi Mahasiswa UIN. Mereka menggelar koferensi pers kepada para media di depan kampusnya Jl Gajayana Kota Malang, Senin (20/1) pagi.

Nampak hadir perwakilan SEMA Universitas dan Presma UIN. Kepada Di’s Way Malang Post, Anam perwakilan aliansi sekaligus SEMA Universitas mengatakan. Aksi ini dipicu kurangnya transparasi pihak kampus. Baik informasi, sistem, data dan lainnya. Ini mengakibatkan suudzon terhadap birokrasi kampus.

“Kemarin kita sudah melakukan aksi. Tuntutan kemarin selain UKT, kita minta ada pembentukan lembaga pejabat pengelola informasi dan dokumentasi,” ujarnya.

Mereka berharap. Semua informasi mulai dari UKT, kebijakan-kebijakan, keringanan dan lainnya, terpusat pada satu website. Sehingga lebih mudah untuk mengetahui segala informasi dan pengumunan perihal kampus. 

Sementara itu, Aden Farih dari Presma UIN menyatakan. Sejak beredarnya kuliah daring, mahasiswa minta agar kebijakannya sama seperti kebijakan sebelumnya.

“Terus terang, kebijakan kampus soal potongan (UKT). Kami sangat kecewa. Karena potongan di semester sebelumnya, tidak cukup mengcover potongan mahasiwa,” ujarnya. Selama daring, hanya mendapat potongan sebesar 10 % dari besaran UKT tiap mahasiswa. Sementara PTS dan PTN lain, potongannya 15-75 % dari besaran UKT.

Aliansi Mahasiswa UIN Malang ini, mendesak Kemenag menerbitkan KMA. Selagi menunggu terbitnya, mereka minta birokrasi kampus menerima urgensi yang ingin disampaikan. Agar nantinya, tidak hanya menunggu kebijakan dari kampus yang menurut mereka mengecewakan.

“Jadi kami mengusulkan. Sebelum terbit KMA, tanggal 14 Januari kemarin. Kami sudah ngobrol menemui Pak Heru, selaku Kabira UPK. Awalnya kami minta bertemu dengan Rektor, Prof Abdul Haris. Tapi beliau berhalangan hadir. Diarahkan ke Warek II. Tapi lagi-lagi gagal. Karena beliau sakit,” pungkasnya.  (roz/jan

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

headline

AMEG – Baru saja tiba di Pantai Sendiki, Tambakrejo, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Sabtu (15/5/21) pagi, wisatawan asal Singosari, Yudha […]

headline

AMEG – Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, pasca perayaan Idul Fitri 1442, Polres Batu melakukan penyekatan serentak se-Jawa Timur pada Sabtu, […]

Malang Raya

AMEG – Momen liburan lebaran tahun ini, benar-benar membuat kondisi wisata terseok-seok. Bagaimana tidak, pada momen tahunan yang seharusnya menjadi lumbung […]

Malang Raya

AMEG – Dampak larangan mudik, sangat terasa pada usaha jasa transportasi. Karena otomatis mobilitas masyarakat sangat terbatas. Menyebabkan menurunnya jumlah penumpang […]

headline

AMEG – Sepekan penerapan larangan mudik, di Kota Batu belum diketemukan hal-hal yang janggal. Seperti contohnya travel gelap yang ingin merangsek […]

Malang Raya

AMEG – Arus kendaraan masuk ke Kota Batu mengalami kenaikan pada H+1 Idul Fitri 1442 H. Kenaikan arus kendaraan itu sekitar […]

headline

AMEG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang aktif melakukan pemantauan pada lahan eks […]

Malang Raya

AMEG – Suasana Pasar Induk Kota Batu, pada H+1 Idul Fitri 1442 tampak sedikit lengan. Hal itu berbanding terbalik dengan […]

Malang Raya

AMEG – Apel gelar pasukan pengamanan malam takbiran Idul Fitri 1442 H  digelar di halaman Balaikota Malang, Jl. Tugu No.1, […]

Beauty

AMEG – Kelor, sudah akrab di telinga masyarakat kita. Turun-temurun dikenal sebagai tanaman yang berfungsi untuk mengusir makhluk halus. Mitos […]

%d bloggers like this: