Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

MCW Desak Pemkot Serius Tambah RTH

Wakil Koordinator MCW, Ibnu Syamsu.

Malang – Permasalahan banjir di Kota Malang pada Senin (1/18) mendapat perhatian Malang Corruption Watch (MCW). Menurut MCW, persoalan banjir itu tidak bisa dimaknai hanya terjadi karena curah hujan yang lebat. Tetapi jauh daripada itu terdapat beberapa persoalan lain yang juga menjadi penyebabnya.

Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) yang dilakukan Pemkot Malang dinilai MCW  tidak memberikan dampak keamanan dan kenyamanan bagi warga. “Misal, pengadaan barangdan jasa terkait dengan jasa konstruksi saluran, drainase, dan gorong-gorong, tidak memberikan dampak agar jalan di Kota Malang bebas dari banjir, sehingga warga sebagai pengguna jalan aman dan nyaman saat berkendara di jalan,” kata Wakil Koordinator MCW, Ibnu Syamsu, seperti rilis yang dikirim ke Di’s Way Malang Post, Selasa (19/1).

Idealnya, lanjut dia, pengadaan barang dan jasa yang dilakukan Pemkot Malang berkualitas dan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat. Hal ini sesuai dengan tujuan pengadaan barang dan jasa, Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan jasa, Pasal 4 huruf a menyatakan bahwa,pengadaan barang dan jasa bertujuan untuk menghasilkan barang/jasa yang tepat dari setiap uang yang dibelanjakan, diukur dari aspek kualitas, jumlah waktu, biaya, lokasi dan penyedia.

Program pembangunan, rehabilitasi maupun pengembangan saluran drainase tahun 2020 sama sekali tidak memiliki pengaruh terkait banjir di Kota Malang. Hal itu dibuktikan dengan pantauan MCW terkait pengadaan konstruksi Kota Malang pada tahun 2020 yang berkaitan dengan program pencegahan banjir.

Melalui laman resmi LPSE Kota Malang, kurang lebih ada 15 paket pekerjaan pada tahun 2020 dengan nominal kurang lebih Rp 5.673.319.791. Karena itu, MCW meminta aparat penegak hukum dan masyarakat secara aktif mengawasi pembangunan drainase dan penghilangan ruang terbuka hijau (RTH).

Meminta walikota serius melakukan penambahan RTH di Kota Malang. Juga melakukan proteksi terhadap RTH yang sudah ada, yaitu dengan tidak memberikan izin pendirian bangunan perumahan elit, pertokoan modern, hotel, dan bangunan besar lainnya diatas kawasan RTH.

Pemkot Malang harus melakukan evaluasi dalam menata kota, terutama terkait dengan pembangunan infrastruktur. “DPRD Kota Malang untuk berbuka puasa diam, sehingga memiliki suara lebih dalam melakukan pengawasan terhadap proyek-proyek yang ada di Kota Malang,” pungkas Ibnu Syamsu.(ekn)

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

headline

AMEG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), ikut membantu penanganan darurat bencana gempa bumi. Yang mengguncang sejumlah kota/kabupaten […]

Kriminal

AMEG – Pelaku jambret kalung emas 20 gram di Karangwidoro Dau, Minggu (11/4/2021) sempat terekam CCTV salah satu toko. Pelaku […]

Malang Raya

AMEG – Kepala Stasiun Geofisika Karangkates, Mamuri mengungkap, telah terjadi 11 kali gempa susulan, setelah gempa besar 6,1 SR, Sabtu […]

headline

AMEG – Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan tingkat kesembuhan warga yang terinveksi Covid 19 menunjukkan grafik yang sangat bagus.  […]

Arema

AMEG – Pelatih caretaker Arema FC, Kuncoro berencana mengalihkan jam latihan para pemainnya. Selama bulan puasa, 15 April – 10 […]

headline

AMEG – Kawanan maling hewan beraksi di Buluawang, Selasa (13/4/2021) dini hari,  membawa jarahan 3 ekor sapi. “Benar ada laporan […]

Arema

AMEG – Meski sudah memiliki duet penyerang lokal mumpuni, seperti Dedik Setiawan dan Kushedya Hari Yudo, General Manager Arema FC, […]

Malang Raya

AMEG – Dibulan penuh berkah Ramadan 1442 hijriah, Polres Batu melakukan bantuan sosial kepada masyarakat di  Kota Batu, Selasa (13/4/2021). […]

headline

AMEG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang menyebut, aplikasi kawal dan jaga dana desa atau disingkat Si […]

Socialnet

AMEG – Di setiap kekurangan, pasti ada kelebihan. Pepatah itu benar adanya. Salah satunya, dimiliki oAhmad Syihab Athaillah (13). Warga […]

Malang Raya

AMEG – Pasca gempa berskala 6,1 SR, yang mengguncang wilayah selatan Kabupaten Malang pada Sabtu (10/4/2021).  Jajaran TNI, khususnya Korem […]

%d bloggers like this: