headline

Sidang Gratifikasi Dindik Kab Malang, Saksi Mashud Minta Proyek ke Eryk Armando

GRATIFIKASI: Sidang dugaan gratifikasi dengan terdakwa pengusaha Eryk Armando Talla kembali digelar, Selasa (19/1/2021) di Pengadilan Tipikor Sidoarjo.( Foto: Aziz Tri P/HARIAN DI’S WAY MALANG POST)

Surabaya – Sidang gratifikasi dengan terdakwa pengusaha Eryk Armando Talla kembali digelar, Selasa (19/1). Dilakukan semi daring. Di ruang sidang Chandra Pengadilan Tipikor Jl Raya Juanda. Karena masih pendemi.

Dipimpin Ketua Majelis Hakim Dr Johanis Hehamony SH MH. Menggantikan Tumpal Sagala SH MH karena sakit. Didampingi John Dista SH MH dan Dr Emma Ellyani SH MH.

Empat saksi dihadirkan. Yaitu, Mashud Yunasa (Direktur Nyata Grafika Media-Jawa Pos Grup), Chris Harijanto (Komisaris Utama PT Intan Pariwara/Direktur PT Intan Pariwara 2002-2016), Suharjito dan Tukimin.

Mantan Bupati Malang, Rendra Kresna saat ini tengah menjalani hukuman 6 tahun penjara. Ia mengikuti sidang melalui video conference dari Lapas Porong, Sidoarjo. Terdakwa Eryk Armando mengikuti persidangan juga melalui video conference. Dari Rutan Merah Putih KPK, Jakarta.

Pada sidang kali ini, JPU Eva Yustisiana, minta saksi Mashud Yunus menjelaskan bagaimana ia mendapatkan proyek pengerjaan di Kabupaten Malang.

Mashud menjelaskan. Pada tahun 2011 pihaknya mengikuti lelang pengadaan buku di Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Tapi sewaktu meng-upload dokumen penawaran, hal itu tidak bisa dilakukan.

“Akhirnya kami datang ke LPSI. Menanyakan kenapa kami tidak bisa upload? Usut punya usut, kami mencari informasi. Dari teman-teman LSM, dari teman-teman wartawan. Diinfokan kalau ingin bisa mengikuti lelang, kami harus menemui pengusaha bernama Pak Eryk. Akhirnya kami ditemukan akhir tahun 2011,” katanya.

Mashud pun meminta kepada Eryk Armando Talla. Agar tahun berikutnya diperkenankan ikut berpartisipasi.

“Selanjutnya tahun 2012, saya ditunjukkin oleh Pak Eryk. Ada 24 paket pekerjaan. Tapi kalau saya semua, saya tidak mampu. Karena pekerjaan-pekerjaan itu ribet. Ada buku, ada lab komputer,” kata Mashud.

Ia pun menggandeng Chris Harijanto dari Intan Pariwara.

“Pokoknya saya yang mencarikan barangnya. Untuk buku dan alat peraga. Sedangkan untuk alat-alat elektronik dan lab, Pak Chris yang menghandle. Tapi sebagian juga mengambil dari produk produk beliau,” katanya.

Dari 24 paket pekerjaan itu, Mashud mengaku mendapat sembilan paket. Tujuh paket dikerjakan sendiri. Dua paket menggandeng pihak lain. Sedangkan yang 15 paket ditangani Eryk Talla sendiri. “Barang dari kami semua. Baik buku maupun alat peraga lab,” katanya.

Jaksa kembali menanyakan. Paket pekerjaan itu dari Dinas Pendidikan. Tapi mengapa minta pekerjaannya ke Eryk Armando Talla. Notebene pengusaha. Kenapa bukan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Malang?

“Dinas Pendidikan itu, hanya mengumumkan. Tapi atas saran teman-teman LSM dan wartawan. Kalau mau dapat pekerjaan di Kabupaten Malang, ya harus lewat beliau, Pak Eryk. Informasinya begitu,” kata Mashud. (azt/jan/bersambung)

Click to comment

You May Also Like

Pendidikan

AMEG – Di tengah pandemi Covid-19, tak sedikit yang punya hobi baru, salah satunya adalah berkebun. Sepertihalnya warga Desa Kedungpedaringan, Kepanjen, […]

Malang Raya

AMEG – Selain bertujuan menekan angka persebaran Covid-19, larangan mudik juga berhasil menekan volume sampah di Kota Batu, karena mobilitas […]

headline

AMEG – Pondok Pesantren Nusantara di Dusun Sumbergesing RT06/RW06, Desa/Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Senin (17/5/21) siang, terbakar. Sekitar pukul 11.00 […]

headline

AMEG – Hari pertama kerja pasca cuti Lebaran, Bupati Malang HM Sanusi inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah kantor organisasi perangkat […]

Malang Raya

AMEG – Wawali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, langsung menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Senin […]

Malang Raya

AMEG – Pemkot Batu melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu pada tahun 2021 ini akan melakukan pembenahan 160 Rumah Tidak Layak […]

headline

AMEG – Peraturan peniadaan mudik sudah diujung tanduk. Peraturan tersebut akan berakhir pada 17 Mei pukul 23.59. Setelah tahap peniadaan mudik […]

Malang Raya

AMEG – Hari terakhir pemberlakuan kebijakan larangan mudik, Senin (17/5/2021) sejumlah ruas jalan di Malang Raya sudah mulai dipadati kendaraan. […]

headline

AMEG – Layanan pemeriksaan Rapid Test Antigen dan GeNose C19 di Stasiun Malang dipindahkan ke lokasi baru yang berada di sisi […]

Dahlan Iskan

Akhirnya polisi sepakat dengan Tesla: kecelakaan itu tidak ada hubungannya dengan autopilot. Itu berarti, polisi Texas harus meralat keterangan awalnya. Yang […]

Copyright © 2020 Malang Post I All rights reserved.

Exit mobile version