Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Dilema Tatap Muka, Siapkan 5M dan Satgas Internal

UJI COBA: Pembelajaran tatap muka sudah diujicobakan di SMKN 2 Kota Batu. (Foto: Dokumen/HARIAN DI’S WAY MALANG POST)

Batu – KBM tatap muka atau luring, masih jadi harapan. Rencana akan digelar awal tahun 2021 ini, sangat dekat dengan jurang kebatalan.

Lantaran pandemi covid tak juga kunjung reda. Ini yang menjadi pertimbangan paling mendasar bagi pemangku kebijakan. 

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Kota Batu, Daud Andoko berupa menyikapi hal tersebut. Ia menjelaskan, izin sekolah tatap muka menunggu finalisasi dari pemerintah daerah, kantor wilayah (kanwil) hingga orang tua melalui komite sekolah. 

“Jika salah satu dari ketiga pihak itu menyatakan tidak setuju. Maka secara otomatis pembelajaran tatap muka tak bisa dilaksanakan,” ujarnya, kemarin. 

Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu surat resmi dari Walikota. Sedangkan per tanggal 4 Januari 2021 pembelajaran semester genap telah dilaksanakan.

“Jika diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka. Minggu depan kita sudah sangat siap. Namun kondisinya balik lagi menunggu surat edaran,” ungkapnya. 

Menyongsong pembelajaran luring itu, pihaknya mempersiapkan gerakan 5M. Bukan lagi 3M. Ini menunjukkan kesiapan pihaknya.

5M itu antara lain: Menggunakan masker. Mencuci tangan. Menggunakan hand sanitizer. Menerapkan jaga jarak di tempat belajar. Menyediakan face shield di tiap kelas. Menyediakan beberapa wastafel portable.

“Selain itu, setiap sekolah juga diwajibkan untuk mempunyai anggota satgas. Tujuannya, memberikan tingkat kewaspadaan jika ada sesuatu hal yang tak diinginkan,” ujarnya. Prioritas utama adalah kesehatan dan keamanan para peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Batu, Eny Rachyuningsih menjelaskan. Jika pihaknya hingga saat ini masih menunggu pembahasan dan keputusan dari Walikota Batu, Dewanti Rumpoko. 

“Hingga saat ini masih mempertimbangkan mekanisme kegiatan sekolah tatap muka. Meskipun, segala persiapan telah direncanakan secara matang. Kalau Kemendikbud memperpanjang daring, ya kami tidak bisa malaksanakan tatap muka,” ujarnya.

Soal kesiapan, pihaknya sudah siap. Jika diberlakukan pembelajaran tatap muka. Tentunya, dengan mematuhi syarat dan ketentuan. Seperti, sarana prasarana dan SDM. Harus sesuai dengan protokol kesehatan. Setiap sekolah wajib membentuk tim satgas internal. (ano/jan)

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

Advertorial

AMEG – Kabar membanggakan kembali diraih Universitas Negeri Malang (UM)  yang masuk 10 besar perguruan tinggi yang didanai pemerintah dalam […]

headline

AMEG – Ajakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kepada mahasiswa agar berpikir kritis dan kreatif berbuah manis. Perguruan tinggi Islam terkemuka […]

headline

AMEG – Sembilan startup binaan Badan Inovasi dan Inkubator Wirausaha Universitas Brawijaya (BIIW-UB) berhasil mendapatkan dana hibah dari Program Startup […]

Malang Raya

AMEG – Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Malang mulai menjaring bibit pemain muda. Kali ini ditujukan untuk mencari 5 putra […]

Malang Raya

AMEG – Renovasi terus dilakukan pengurus Masjid Agung Jami’ Kota Malang, menyongsong pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1442 Hijriyah nanti. Renovasi […]

Malang Raya

AMEG – Beberapa hari lagi umat muslim merayakan Idul Fitri. Meski di tengah pandemi, sejumlah pengurus masjid tetap menyiapkan diri […]

Malang Raya

AMEG – Setelah dilakukan beberapa kali evaluasi dan revisi detail engineering design (DED). Diprediksi anggaran pembangunan pasar induk Kota Batu, […]

Ekobis

AMEG – Adanya larangan mudik, benar-benar membuat sektor UMKM tercekik. Padahal di momen Idul Fitri seperti saat ini, merupakan saat […]

headline

AMEG – Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji menegaskan, kegiatan open house atau halal bihalal di lingkungan masyarakat umum, tidak […]

%d bloggers like this: