Connect with us

Hi, what are you looking for?

Ameg

Berkendara Saat Hujan, Jangan Asal Rem !

Waspada berkendara saat hujan

Malang – Berkendara di musim hujan tentunya membutuhkan kehati-hatian ekstra. Khususnya bagi pengendara roda dua (R2) atau sepeda motor. Kondisi kendaraan yang tidak prima, kondisi jalan yang basah, dan cara mengemudi yang tidak sesuai aturan akan berakibat fatal bagi pengendara, dan pengguna jalan lainnya. Apalagi Musim hujan tahun 2020/2021 kali ini diwarnai fenomena iklim global La Nina yang terjadi sejak awal Oktober 2020, dan diprediksi akan berlangsung hingga Mei 2021.

Musim hujan ditambah fenomena La Nina yang masih panjang harus menjadi perhatian anda. Oleh karena itu, ada baiknya anda memastikan kendaraan dalam kondisi prima, serta membawa perlengkapakan yang wajib saat hujan.

Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan pengendara, khususnya sepeda motor disaat hujan :

Periksa Lampu Kendaraan

Saat musim hujan, pastikan semua lampu kendaraan anda dapat berfungsi dengan baik. Hal ini penting karena jarak pandang akan lebih pendek saat musim hujan, apalagi saat intensitas hujan yang sangat tinggi. Penggunaan lampu merupakan solusi agar anda terlihatjelas oleh pengendara lain.

Periksa Kondisi Tekanan Udara Dalam Ban

Tekanan udara dalam ban  dan kedalaman alur ban memang harus rutin di cek, baik saat musim hujan ataupun tidak. Mengutip TMC Polda Metro Jaya, kondisi tekanan ban yang cukup dan alur ban yang masih baik akan menghindari kendaraan anda melayang di atas air (aqua planing) dan tergelincir (slip) pada saat hujan. Jadi, jangan mengambil resiko dengan menggunakan ban yang sudah tipis.

Periksa Kondisi Kontrol Utama Komponen Kendaraan

Anda disarankan untuk selalu mengecek kondisi pedal rem, gas maupun kopling. Pada musim hujan, sebaiknya berikan perawatan ekstra untuk mengantisipasi keadaan darurat atau akibat kesalahan orang lain yang dapat menyebabkan kecelakaan.

Gunakan Jas Hujan Mode Single

Jas hujan adalah perlengkapan penting yang harus dibawa saat hujan. Nah anda tentunya mengenal jas hujan jenis kelelawar dan jas hujan single. Memang bagi sebagian orang jas hujan kelelawar lebih praktis. Namun menyarankan penggunaan jas hujan mode single. Mengutip Astra Motor, beberapa kasus kecelakaan terjadi karena penggunaan jas hujan tandem (kelelawar) yang menyebabkan pengendara kesulitan mengendarai sepeda motor.

Walaupun belum ada data statistik yang bisa membuktikanya penggunaan jas hujan single memang terbukti tidak mempengaruhi gaya kita dalam mengendarai sepeda motor, namun setidaknya anda bisa membawa sepeda motor dengan nyaman.

Pergunakan Alas Kaki Yang Tidak Licin

Kebiasaan para pengendara sepeda motor saat hujan adalah melepas sepatu dan menggantinya dengan sandal jepit. Atau bahkan tidak menggunakan alas kaki sama sekali alias nyeker. Namun sebaiknya anda menggunakan alas kaki yang tidak licin dan tahan air saat berkendara di musim hujan. Hal ini penting karena anda tidak bisa mengetahui dengan pasti medan jalan yang dilalui, apalagi saat tergenang air.

Kurangi Kecepatan dan Jaga Jarak Aman

Selain membutuhkan konsentrasi ekstra, pada saat hujan, sebaiknya anda juga memperlambat laju kendaraan anda. Mengemudikan kendaraan dalam kodisi kecepatan rendah akan membuat alur ban kendaraan anda lebih banyak bersentuhan langsung dengan aspal dan membuat daya cengkaram ban lebih baik.

Selain itu, anda juga harus menjaga jarak aman dengan pengendara lain, karena pada saat hujan jarak aman pengereman kendaraan membutuhkan jarak yang lebih jauh dari pada kondisi kering.

Jangan Asal Rem Mendadak Saat Hujan

Teknik pengereman yang benar sangat dibutuhkan saat berkendara di tengah hujan. Mengutip Astra Motor, hal yang harus Anda hindari saat hujan tiba berkaitan dengan teknik pengereman adalah

  • Jangan menekan rem secara mendadak karena akan menyebabkan selip pada ban karena kondisi jalan yang sangat licin.
  • Anda bisa manfaatkan engine brake, gunakan engine brake untuk membantu pengereman.
  • Jaga jarak kendaraan Anda dengan kendaraan lainnya, hal ini berguna untuk menghindari pengereman mendadak.

Lebih Baik Berhenti Jika Keadaan Memburuk

Apabila anda memiliki perlengkapan yang cukup, tentu berkendara saat hujan bukan masalah. Namun apabila kondisi cuaca cukup ekstrim, sebaiknya berteduh di tempat yang aman. Fenomena La Nina bisa menyebabkan kecepatan angin yang tinggi saat hujan, sehingga berbahaya bagi pengendara, khususnya di jalanan dengan pohon-pohon besar. Selain itu, alasan kesehatan juga harus menjadi perhatian anda.

Tingkatkan Kewaspadaan Saat Berkendara

Yang terpenting adalah meningkatakan kewaspadaan saat berkendara. Ketika hujan turun ada kemungkinan bahwa jalan akan tergenang air di titik-titik tertentu, dimana kita tidak bisa melihat kondisi jalan yang mungkin berlubang atau rusak. Selain itu, kemungkinan keteledoran pengendara lain juga harus diwaspadai, agar tidak membahayakan anda.

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan saat berkendara ditengah hujan. Apabila kendaraan Anda mogok karena air masuk ke saluran pembuangan gas kendaraan Anda, sebaiknya jangan menghidupkan mesin kembali. Lebih baik didorong ke tempat yang aman, karena dikhawatirkan sistem pengapian Anda mengalami korsleting dan dapat membuat kendaran Anda terbakar. Selalu hati-hati ya saat berkendara, karena keluarga anda menanti di rumah.(asm/tmp/anw)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Dahlan Iskan

Oleh: Dahlan Iskan Dalam hal darurat, kalau perlu pecahkan kaca jendela. Mantra itu diucapkan Jamie Raskin, dua tahun lalu. Ia lulus magna cum laude dari Harvard...

Di's way

Malang – Rentang waktu 66 tahun, gelaran kompetisi di Tanah Air, sejak Kejurnas Perserikatan PSSI tahun 1951. Hingga Liga 1 2020 dalam 66 musim,...

Bisnis

PEDAGANG pasar dan welijo (pedagang sayur asongan) kota Malang bakal tersenyum lebih lebar. Program OJIR (Ojo Percoyo Karo Rentenir), diteruskan. Bisa hutang 10 jt...

Di's way

Malang – Dari sekitar 875 ribu penduduk Kota Malang, nantinya ada 571 ribu warga yang akan menerima vaksin Covid-19. Data itu didapatkan Dinas Kesehatan...

Di's way

Malang – Tanggap bencana banjir yang melanda Dusun Simo Desa Sidodadi Kecamatan Ngantang Malang. Melalui program UMM Berbagi untuk Negeri. Kali ini mengirimkan tiga...

News

Batu – Setidaknya 183 kursi formasi guru dalam rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K) akan digelar 2021. Diperebutkan 1074 Guru Tidak Tetap (GTT)...

Di's way

Malang – Lereng hutan Semeru banyak menyimpan situs atau prasasti bersejarah. Sejarawan melihat letusan gunung Semeru, ancaman serius. Bagi situs Mandala Kukup di lereng...

Di's way

Malang – Longsor di Perumahan Tirtasari Jl Gangga RT 07 RW04, Desa Sitirejo sudah dikoordinasikan. Antara Pemdes Sitirejo, BPBD Kab Malang, Kecamatan dan Dinas...

Di's way

Malang – Sebanyak empat rumah warga Perumahan Tirtasari Residence terancam longsor. Bencana pertama Selasa (13/1) sore. Saat hujan deras. Siapa peduli dan berkewajiban membantu...

Di's way

Malang – BNPB akan memberikan dana stimulan bagi warga yang memiliki rumah dan mengalami kerusakan akibat Gempabumi Sulawesi Barat (Sulbar) Magnitudo 6,2 yang terjadi...

Di's way

Malang – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo meminta penangananan pengungsian warga yang terdampak gempa bumi Sulawesi Barat (Sulbar), agar memisahkan antara...

Di's way

Jakarta – Penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia, sudah mengalami perkembangan yang cukup banyak, pada bulan kesebelas ini. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku...