Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Serikat Buruh Prediksi PHK Meninggi

Presiden KSPI, Said Iqbal. (ANTARA)

Jakarta – Para buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memprediksi. Korban putus hubungan kerja (PHK) masih tinggi tahun depan. Ini akibat dampak dari pandemi covid-19 yang belum usai pada 2021.

Presiden KSPI, Said Iqbal mengatakan: Perkiraan tersebut dilatarbelakangi kondisi ekonomi Indonesia yang masih belum sepenuhnya pulih. Pada fase pertama, ledakan PHK terjadi pada akhir tahun ini.

Baca Juga ----------------------------

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran per Agustus 2020 mengalami peningkatan sebanyak 2,67 juta orang. Maka demikian, jumlah angkatan kerja di Indonesia yang menganggur menjadi sebesar 9,77 juta orang.

”Fase ledakan PHK yang pertama yang dirumahkan maupun yang kena PHK mendekati 3-4 juta, di antaranya 387.000 PHK itu pariwisata dan UMKM turunannya,” ujarnya di Jakarta, Rabu (30/12).

Pada fase kedua, dimulai akhir tahun ini hingga 2021. Ia menilai, sektor manufaktur hingga pariwisata yang banyak menyerap tenaga kerja, belum akan pulih pada tahun mendatang.

”Akan ada tambahan 500 ribu hingga jutaan orang terkena PHK. Pada tahun depan dari kedua sektor tersebut,” ucapnya.

Menurutnya ledakan PHK juga akan lebih meningkat karena pariwisata belum bergerak dan PSBB semakin ditingkatkan. Apalagi ada varian baru Covid dari Inggris yang sudah masuk ke Singapura dan Malaysia.

”Sehingga tidak menutup kemungkinan masuk ke Indonesia itu pariwisata tetap terpukul,” ucapnya.

Dari sisi lain, program-program pemerintah yang ditujukan untuk mensejahterakan buruh tidak berdampak signifikan. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah tak memiliki kinerja baik, utamanya terhadap kesejahteraan buruh.

Ida tak kompeten dalam melaksanakan tugasnya. Karena tidak bisa mensejahterakan dan melindungi buruh. Apalagi saat pandemi banyak buruh yang kehilangan pekerjaannya.

“Menaker yang menurut KSPI sangat jeblok. Tidak memahami dunia tenaga kerja. Harusnya reshuffle. Tapi sayangnya tidak. Ini tanpa kepentingan apa pun dari KSPI. Hanya melihat kinerja Menaker,” ucapnya. (Idp/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Dalam rangka menyambut peringatan HUT TNI ke-76 Tahun 2021, Korem 083/Bdj beserta Kodim 0833/Kota Malang secara serentak melaksanakan Bakti sosial berupa...

headline

Malang Post- Soal kasus rombongan “Gowes”  Walikota Malang, Sutiaji dan jajaran OPD ke Pantai Kondang Merak, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang Minggu (19/9) lalu, memang sudah...

Malang Raya

Malang Post – Bupati Malang Drs HM Sanusi MM pernah menjanjikan akan memberikan dana ekstra kepada 378 Desa dan Kelurahan di Kabupaten Malang sebanyak...

Malang Raya

Malang Post – Stiker Presiden RI Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo serta tulisan ajakan memakai masker terpampang jelas di mobil dinas milik...

News

Malang Post — Kabar duka dari Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang, Kamis (23/9/2021) sore. Seorang mahasiswa semester akhir, tewas akibat mengalami kecelakaan di Bululawang....

Pendidikan

Malang Post — Dinas Pendidikan Kabupaten Malang melalui Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat menggelar training of trainer (TOT) bagi guru PAUD.  Temanya:...

Malang Raya

Malang Post — Angin kencang, Kamis (23/9/2021) jelang petang menghempas wilayah Desa Sumbersuko, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Satu rumah rusak berat sementara 5 lebih lainnya...

Pendidikan

Malang Post — Pengabdian kepada masyarakat, bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan seluruh dosen di Indonesia. Termasuk dosen Universitas Negeri Malang melalui Lembaga...