Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Wisatawan ke Bromo Dibatasi, Wajib Rapid Antigen

Gunung Bromo. (Foto : Istimewa)

Malang – Liburan akhir tahun di Gunung Bromo. Jelas asik. Menikmati alam eksotik. Apalagi saat ini, tidak sedang erupsi.

Sudah dibuka bagi wisatawan. Hanya saja, jumlahnya dibatasi. Dipatok 30 persen dari total kapasitas, atau 1001 orang per hari.

Baca Juga ----------------------------

Pembatasan kunjungan itu, berlaku hingga 8 Januari 2021. Selain itu, wisatawan yang datang harus menyertakan surat hasil rapid test antigen non reaktif.

Ini untuk mencegah penyebaran covid-19. Antisipasi klaster baru saat momen liburan panjang.

Pembatasan ini, berakibat jumlah kunjungan maksimal per hari di setiap site. Seperti, di Site Bukit Cinta sebanyak 35 orang. Site Penanjakan sebanyak 214 orang. Site Bukit Kedaluh sebanyak 107 orang. Site Savana Teletubies atau Laut Pasir sebanyak 520 orang. Site Mentigen sebanyak 125 orang.

Angka 30 persen ini, lebih turun lagi dari pembatasan kunjungan yang telah dijalankan TNBTS. Berdasarkan reaktiviasi tahap ketiga, kawasan Gunung Bromo sudah bisa dikunjungi maksimal 50 persen dari total kapasitas.

Namun pembatasan kali ini, bukan soal erupsi. Tapi karena pandemi. Untuk menjaga wisatawan yang berkunjung di kawasan Gunung Bromo, agar tidak terpapar covid.

“Pengunjung wajib memperhatikan. Menaati pilihan site kunjungan destinasi wisata TNBTS. Sesuai dengan site pada tiket masuk yang telah dipesan melalui booking online,” kata Plt Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), R Agus Budi Santosa, Senin (28/12) pagi.

Agus benar-benar meminta wisatawan, agar mentaati site yang telah dipilih saat memesan tiket secara online.

Sementara itu, untuk wisatawan yang akan ke Savana Teletubies atau Laut Pasir, bisa masuk setelah pukul 06.00.

Soal kewajiban wisatawan membawa surat keterangan hasil rapid test antigen, Agus membenarkan. Persyaratan itu berlaku 30 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021.

Surat keterangan hasil rapid test antigen dengan hasil non reaktif/negatif itu, maksimal dikeluarkan tiga hari. Sebelum masuk kawasan Bromo.

Ketentuan itu dikeluarkan dengan memperhatikan SE Satgas Penanganan Covid-19 nomor 3 tahun 2020, SE Gubernur Jawa Timur nomor 800/23604/118.5/2020, Surat Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, SE Bupati Probolinggo dan Pasuruan, Surat Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang dan hasil kesepakatan rapat pengamanan akhir tahun destinasi wisata TNBTS pada 26 Desember 2020. (jof/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Dahlan Iskan

KALI ini yang mendapat giliran meninggal karena Covid adalah ulama perempuan: Prof Dr Huzaemah Tahido Yanggo, 71 tahun (lahir 30 Desember 1949 di Palu)....

headline

Malang Post – Program Studi Doktor (S3) Ekonomi Syariah Univesitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) membuka pendaftaran mahasiswa baru gelombang II pada 1 Juli...

Malang Raya

Malang Post – Zahidhan Syahrul Syofiudin (18) salah satu anak dari buruh tani serabutan. Berhasil lolos seleksi Bintara Polri tahun 2021, Kamis (22/7/2021) malam. Ini membuat bangga sekaligus mengangkat nama...

Pendidikan

Malang Post – Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) terinspirasi membuat body lotion yang mampu mencegah Covid-19. Indri Dwi...

Ekobis

Malang Post – PT Sekar Bumi Tbk, membukukan penjualan Rp 3,1 triliun tahun 2020. Naik 50 persen dari tahun sebelumnya. Keberhasilan emiten dengan kode perdagangan SKBM...

Dahlan Iskan

IA ada di dalam, tapi tidak sampai menjadi orang dalam. Itulah Sarwono Kusumaatmadja. Yang 24 Juli besok berulang tahun Ke-77. Saya baru selesai membaca...

Arema

Malang Post – Publik sepak bola nasional belum lama dikejutkan dengan dipecatnya dua pemain, yang belasan tahun menjadi ikon Persipura Jayapura. Striker Boaz Theofilius Erwin...

Arema

Malang Post – Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana, masih belum bisa bernafas lega. Jelang sebulan ke depan kick off kompetisi Liga 1 2021/2022 bakal digulirkan. Lantaran...