Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kesehatan

Nginap di Kota Malang, Sertakan Rapid Antigen

Drs H Sutiaji, Wali Kota Malang. (Joffa Safik/DI’s Way Malang Post)

Malang – Penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Malang, terus melonjak tajam. Hampir dua minggu ini, rata-rata kenaikannya mencapai dua digit. Bahkan sempat tembus tiga digit. Yakni tertinggi 124 angka positif Covid-19 dalam sehari.

Karenanya menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemkot Malang bakal menerapkan aturan baru. Terutama bagi wisatawan, yang ingin menginap di wilayah Kota Malang. Mereka yang datang, harus menyertakan hasil rapid antigen. Dengan hasil negatif coronavirus disease. Tidak cukup hanya bermodal hasil rapid test biasa.

Baca Juga ----------------------------

Hal itu harus dilakukan, lantaran Kota Malang, menjadi salah satu tujuan wisatawan. Sekaligus pintu masuk, menuju kawasan wisata lain. Seperti Kota Batu dan Kabupaten Malang. Belum lagi, sarana akomodasi di Kota Malang, relatif lebih bervariasi. Ketersediaan hotel berbintang. Termasuk kelas melati dan guest house, banyak tersedia.

‘’Jadi tidak menutup kemungkinan, gelombang wisatawan akan datang di Kota Malang. Maka semua harus waspada. Saat ini Covid-19 masih mengganas. Untuk itu kami berikan persyaratan khusus bagi tamu luar kota yang menginap di Kota Malang,’’ terang Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji.

Tak seperti daerah lain, yang mewajibkan membawa syarat hasil swab test negatif, Pemkot Malang memilih untuk rapid antigen. Sutiaji beralasan, akurasi rapid antigen sudah cukup tinggi. Hasil dari rapid antigen, bisa menjadi patokan, seseorang dinyatakan bebas Covid-19 atau tidak. 

Sembari mempersiapkan aturan tersebut, Pemkot Malang juga terus melakukan pencegahan Covid-19. Salah satunya, dengan melakukan disinfektasi menyeluruh terhadap sejumlah kantor instansi pemerintahan. Terlebih dalam beberapa waktu terakhir, klaster perkantoran memang menyumbang kasus cukup besar di Kota Malang. 

Untuk memutus klaster perkantoran, sterilisasi menjadi hal wajib. Yang harus dilakukan di tiap-tiap kantor. Segala kelengkapan protokol kesehatan, juga harus dilakukan guna memaksimalkan upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 di lingkup perkantoran. (rdt)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Dahlan Iskan

Sudah 10 hari saya tidak menerima WA dari senior saya itu: Christianto Wibisono. Tumben. Biasanya hampir tiap hari beliau mengirimi saya info. Apa saja....

Malang Raya

Malang Post – Pemkot Malang terus menyalurkan bantuan sosial (Bansos) bagi masyarakat yang terdampak PPKM Level 4. Sabtu (24/7/2021), bansos disalurkan pada warga dua...

Dahlan Iskan

KALI ini yang mendapat giliran meninggal karena Covid adalah ulama perempuan: Prof Dr Huzaemah Tahido Yanggo, 71 tahun (lahir 30 Desember 1949 di Palu)....

headline

Malang Post – Program Studi Doktor (S3) Ekonomi Syariah Univesitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) membuka pendaftaran mahasiswa baru gelombang II pada 1 Juli...

Malang Raya

Malang Post – Zahidhan Syahrul Syofiudin (18) salah satu anak dari buruh tani serabutan. Berhasil lolos seleksi Bintara Polri tahun 2021, Kamis (22/7/2021) malam. Ini membuat bangga sekaligus mengangkat nama...

Pendidikan

Malang Post – Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) terinspirasi membuat body lotion yang mampu mencegah Covid-19. Indri Dwi...

Ekobis

Malang Post – PT Sekar Bumi Tbk, membukukan penjualan Rp 3,1 triliun tahun 2020. Naik 50 persen dari tahun sebelumnya. Keberhasilan emiten dengan kode perdagangan SKBM...

Dahlan Iskan

IA ada di dalam, tapi tidak sampai menjadi orang dalam. Itulah Sarwono Kusumaatmadja. Yang 24 Juli besok berulang tahun Ke-77. Saya baru selesai membaca...