Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Pilkada Malang Cacat Prosedur

Ketua Tim Malang Jejeg, Soetopo Dewangga.

Malang – Tim Malang Jejeg yang mengusung paslon Heri Cahyono dan Gunadi Handoko menyebut pelaksanaan Pilkada Kab Malang, cacat prosedur. Pasalnya, KPU Kab Malang telah menghilangkan hak suara beberapa warga.

“Ada cacat prosedur yang dilakukan KPU. Saat proses pemungutan suara. Juga penghitungan suara. Hingga kini, belum ada data yang kami terima. Jika saudara kita yang berada di Lapas, tahanan Polres Malang, yang dirawat di rumah sakit memberikan hak suara. Padahal mereka secara konstitusi punya hak. Nah ini yang kami pertanyakan. Kenapa kok dihilangkan?,” heran Soetopo Dewangga, Ketua Tim Kerja Malang Jejeg.

Baca Juga ----------------------------

“Apa pun alasannya. Ini pesta demokrasi. Harusnya semua warga memiliki hak yang sama. Kalau (hak memberikan suara sebagian warga.red) dihilangkan, ada ancaman pidananya juga kalau begini,” imbuh Soetopo.

Hal lain yang menjadi sorotan, proses rekapitulasi di tingkat kecamatan oleh PPK. Menurutnya,  juga cacat prosedur. Lantaran saat proses rekapitulasi, dihadiri Muspika setempat.

“Semua kecamatan dihadiri Muspika. Hanya satu yang tidak dihadiri. Yakni Kecamatan Wagir. Sedangkan dari 32 kecamatan, ada 13 Muspika malah memberikan sambutan. Itu saat proses rekapitulasi berlangsung. Kami menginginkan pemungutan suara ulang di 13 kecamatan itu. Karena cacat prosedur,” terangnya.

Inilah yang menjadikan cacat prosedur. Jika dilihat dari terminologi hukum Pasal 4 Ayat 2 PKPU No. 19 Tahun 2020: Proses perhitungan suara boleh dihadiri oleh pihak terkait. Seharusnya pihak yang memiliki keterkaitan dengan rekapitulasi suara. Dalam hal ini, KPU Kab Malang. Namun, KPU memiliki penafsiran berbeda.

“Berdasarkan terminologi hukum. Pihak terkait adalah pihak yang berkaitan dengan rekapitulasi suara. KPU menafsirkan pihak terkait itu Muspika. Terus apa hubungannya rekapitulasi suara dengan Muspika dengan pak Camat? Apa ada hubungannya? Itu cacat prosedurnya,” tegasnya.

Untuk itu, Malang Jejeg akan melaporkan KPU Kab Malang ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Atas dugaan, melakukan prosedur rekapitulasi yang cacat dan menghilangkan hak suara sejumlah warga.

“Kami cuma ingin Law Enforcement. Hukum ditegakkan begitu saja. Karena nanti akan jadi pelajaran bagi peserta selanjutnya juga,” pungkasnya.

Hal ini, langsung dibantah KPU Kab Malang. Menegaskan jika penyelenggaraan Pilkada Kabupaten Malang tidak melanggar PKPU nomor 19 tahun 2020. 

“Dalam proses rekapitulasi suara tingkat Kecamatan. tidak ada yang salah prosedur. Kami prinsipnya sudah sesuai dengan peraturan. Tapi kalau ada yang mau lapor ya kami persilahkan,” ungkap Komisioner Marhendra Pramudya Mahardika.

Pria yang akrab disapa Dika menjelaskan. Undangan Muspika ke rekapitulasi suara tingkat kecamatan adalah sah. Tidak melanggar aturan.

“Yang dipermasalahkan ‘kan Pasal 4 Ayat 2 PKPU No. 19 Tahun 2020 itu. Kami dinilai telah menafsirkan sendiri tentang pihak terkait. Menurut kami, sah-sah saja mengundang Muspika. Selama tidak ada indikasi memihak. Kemarin itu (Muspika.red) cuma membuka saja. Terus pulang,” jelasnya.

Terkait penyaluran hak suara masyarakat yang sedang menjalani tahanan dan dirawat di rumah sakit. Dika menyebutkan sudah memberikan haknya. “Mereka sudah memberikan hak suaranya. Petugas KPPS di TPS yang dekat dengan lokasi rumah sakit, kantor Polres Malang, dan juga SAE L’Sima mendatangi,” terangnya.

Anggota KPPS memfasilitasi tahanan dan pasien di rumah sakit dengan membuat TPS di ruang tahanan ataupun di sekitar kawasan SAE L’Sima.

“Mereka (petugas KPPS.red) datang dari satu ruang isolasi ke isolasi lain di rumah sakit. Memberi kesempatan menggunakan hak suara. Sudah dilakukan. Saya cek sendiri di RS Wava Husada, 9 Desember kemarin,” pungkas Dika. (riz/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Wisata

Malang Post – Butuh refreshing di tengah pandemi? Cari tempat menginap sekaligus piknik atau camping? Bisa mencoba di HARRIS Hotel & Conventions Malang. Hotel dengan...

Pendidikan

Malang Post – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa memberikan kontribusi dan perhatiannya bagi masyarakat luas. Kampus Putih juga terus memberikan manfaat bagi siapapun yang membutuhkan....

Malang Raya

Malang Post – Polresta Malang Kota kembali melakukan serbuan vaksinasi dosis pertama di Lapas Kelas I Malang, Selasa (28/9/2021). Dalam kegiatan ini, Polresta Malang Kota...

Kriminal

Malang Post – Upaya Satuan Reskrim Polresta Malang Kota berhasil mengungkap pembunuh di Jalan Emprit, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Pelakunya, tidak lain, suami siri korban...

Malang Raya

Malang Post – Forum lalu lintas Kota Batu mulai merumuskan penerapan pembatasan kendaraan dengan sistim ganjil genap. Rumusan tersebut sesuai dengan Inmendagri Nomor 43 tentang...

Malang Raya

Malang Post – Kota Batu jadi kota ke-9 di Jatim yang mencapai herd immunity vaksinasi Covid-19. Sebelumnya, delapan daerah di Jatim telah mencapai herd immunity...

News

Malang Post — Bau busuk menyengat terjepit bebatuan karang pantai Jonggring Saloka, masuk Desa Mentaraman, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Selasa (28/9/2021) pagi, warga pencari rumput...

Pendidikan

Malang Post – Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang meraih Juara II Kompetisi Debat Hukum Online Nasional Dies Natalis 26th of Sharia Economic...