Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Pilkada Bahayakan Keberlangsungan NKRI

Profesor Bidang Sosiologi Pemerintahan Dr Drs H Luqman Hakim MSc. (Foto: Istimewa)

Malang – Profesor Bidang Sosiologi Pemerintahan Dr Drs H Luqman Hakim MSc mengungkapkan: Pemilihan Kepala Daerah saat ini, mengalami bias politik dan sosial.

Sehingga berkembang menjadi pemilihan politik antroposentrik kedaerahan. Artinya, lebih menyuburkan ikatan-ikatan primordialisme. Daripada ikatan-ikatan nasionalisme politik.

Baca Juga ----------------------------

“Saat ini, Pilkada lebih mirip seperti pemilihan kepala politik. Dibandingkan kepemimpinan administrasif. Hal ini sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan selama 15 tahun,” kata Luqman.

Keberadaan Pilkada dianggap membahayakan. Karena sudah menjauh dari cita-cita proklamasi kemerdekaan 1945.

“Biaya pemilihan  politik yang mahal. Calon kepala daerah dikuasai. Bahkan secara suka rela menyerahkan diri. Kepada oligarkhi yang pusat kekuasaannya berada di tangan para pejabat tinggi negara, petinggi partai politik atau para cukong,” ujarnya.

“Karena itu, dari perspektif sosiologi pemerintahan. Diprediksi Pilkada cepat atau lambat, membahayakan keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegasnya.

Luqman menambahkan. Meskipun sudah menjauh dari cita-cita proklamasi, masyarakat sudah cerdas.

Menurutnya, masyarakat justru memainkan Pilkada untuk kepentingan ekonomi mereka sendiri. Mereka sengaja menjual suara kepada semua bakal calon (balon). Juga  menanti serangan fajar.

“Akhirnya, tidak sedikit mereka yang berhasil terpilih, ternyata masuk bui. Masyarakat tidak peduli,” lanjutnya.

“Bahkan mempersalahkan sang aktor yang hanya pandai korupsi berjamaah dengan kelompoknya  sendiri. Gagal memainkan peran Si Pitung. Si perampok dermawan dalam folklore rakyat Betawi zaman kolonial,” pungkasnya.

Prof Dr Drs Luqman Hakim MSc menyelesaikan studi S1 di UGM, S2 di SOAS University of London dan S3 di UGM. 

Ia dikukuhkan di Gedung Widyaloka, Kamis (17/12). Prof Luqman Hakim menjadi profesor aktif ke 12 dari Fakultas Ilmu Administrasi; profesor aktif ke-188 di UB; profesor ke 271 dari seluruh Profesor yang dihasilkan UB.

Ia dikukuhkan bersama Prof Dr Rachmad Safaat SH M.Si sebagai profesor aktif ke-6 dari Fakultas Hukum; Profesor aktif ke-189 dari UB; profesor ke 272 dari seluruh profesor yang dihasilkan UB. (jof/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang-Post – Patroli gabungan penegakan disiplin protokol kesehatan, dalam rangka penerapan PPKM Mikro terus dilakukan.  Rabu (16/6/2021) malam, aparat gabungan menyisir sejumlah tempat di...

Opini

Pada awal tahun ini OJK meluncurkan inovasi baru dalam pembiayaan bagi UMKM. Inovasi tersebut berbentuk sebuah model crowdfunding yang menjadikan UMKM menjadi sasaran pembiayaan....

Malang Raya

Malang Post – Hujan deras di Malang, sore hingga jelang petang, Rabu (16/6/2021) mengakibatkan rusaknya satu jembatan. Akses utama menuju pantai Lenggoksono. Jalur sekitar juga banjir,...

Arema

Malang Post – Arema FC Women, meneruskan tren positif. Sekaligus menjadi tim paling superior dalam babak penyisihan Grup B Women Open Sriwijaya FC Championship 2021. Di laga...

News

Malang Post – Presiden Klub Arema, Gilang Widya Pramana, dalam sesi teleconference secara virtual dengan awak media, Minggu (6/6/2021) petang lalu, memasang target tinggi untuk ARema...

Arema

Malang Post – Di bawah kendali Presiden Klub yang baru, Gilang Widya Pramana, banyak gebrakan dan segudang rencana jangka pendek atau panjang untuk Arema FC....

Malang Raya

Malang Post – TP PKK Kota Malang bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) menggalakkan program urban farming atau pertanian perkotaan. Saat ini,...