Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Utam Rusdiana, Hanya Soal Mental dan Jam Terbang

Utam Rusdiana. (ist)

Malang – Utam  Rusdiana, pertamakali dimagangkan sekaligus naik kelas ke tim senior Arema FC, atas rekomendasi head coach (alm) Suharno. Plus rekom pelatih kiper Alan Haviludin, pada kompetisi Indonesia Super Legaue (ISL) 2014. Murni karena kapasitas teknis dan prospek cerah masa depannya.

Sejak awal dia disebut-sebut sebagai the next Kurnia Meiga Hermansyah. Setelah tiga tahun menghuni Akademi Arema (2012-2014) Arema FC U21.  Usianya ketika itu masih belia. 19 tahun. Kelahiran Sidoarjo, 6 Maret 1995. Dibekali postur ideal 178 cm, dengan tipikal dan gaya tampilan di bawah mistar gawang, nyaris mirip kiper idolannya, Kurnia Meiga.

Baca Juga ----------------------------

Tak kurang Indra Sjafri pernah melemparkan pujian, atas tampilan gemilang Utam saat Arema FC U20 takluk tipis 0-1 melawan Timnas Indonesia U19 (07/07/2014). Pada uji coba di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Timnas menang lewat gol tunggal Mochammad Hargianto. 

‘’Penampilan Utam Rusdiana luar biasa. Dia memiliki refleks dan positioning yang sangat bagus. Soal satu gol ke gawangnya, itu bukan salah Utam. Jika gawang Arema U20 dijaga  kiper Timnas Meksiko di Piala Dunia 2014, Guillermo Ochoa  pun, gol tersebut sulit dihindari. Utam pernah saya panggil seleksi Timnas U19. Saya kenal dekat dengan Utam dan keluarganya. Hanya saja, karena ada beberapa hal yang tak bisa saya sebutkan, dia tak bisa bergabung dengan Timnas U19,’’ ujar Indra Sjafri enam tahun silam ketika itu.

Namun dalam perjalanan karirnya, sepanjang tujuh musim bersama Singo Edan, relatif tak konsisten. Utam alami pasang surut. Hanya membukukan statisitik minim. Bermain 37 laga dalam durasi  3.330 menit. Kebobolan 55 gol dengan delapan clean sheet dan 36 laga sebagai cadangan tak main.  

‘’Saya selalu mencoba mengaplikasikan instruksi pelatih. Saya selalu berkeyakinan dapat dimainkan sebagai starter di Arema, pada lanjutan Liga 1 2020/2021 nanti. Saya sudah pulih total dari cedera.’’

‘’Kiper-kiper Arema FC saat ini, semua sama. Punya kelebihan sendiri-sendiri. Tapi itu semua kembali lagi ke pelatih, untuk menentukan kiper utama. Tujuh musim bersama Arema, saya ingin selama mungkin di Arema. Sudah terlanjur cinta. Soal sosok pelatih kiper Felipe sangat bagus. Kalau ada yang salah sedikit, langsung dibenarkan,’’ ungkap Utam Rusdiana.

Tiga musim pertama, pada ISL 2014, QNB League 2015 dan Indonesia Soccer Championship A 2016, jebolan SSB Suryanaga, Surabaya (2007-2012) tersebut, sebagai kiper keempat Arema. Kala itu, dia harus puas mencatat nol menit laga.

Utam masih kalah pengalaman dan  berada di bawah bayang-bayang trio penjaga gawang Arema ketika itu. Kurnia Meiga Hermansyah, (alm) Ahmad Kurniawan dan  I Made Kadek Wardana. Barulah pada Liga 1 2017, Utam naik pangkat. Menjadi kiper ketiga, setelah Ahmad Kurniawan meninggal dunia. Ia sempat tampil dalam enam laga sebagai starter. Dalam 540 menit, kebobolan sembilan gol dan satu clean sheet. Masih di bawah dua seniornya, Kurnia Meiga dan Dwi Kuswanto.

Liga 1 2018, menjadi top performance atau catatan terbaiknya. Sepanjang tujuh tahun bersama Arema FC. Sebagai kiper utama tim, pasca Kurnia Meiga ‘pensiun dini’ dan Dwi Kuswanto, terbang ke Persela Lamongan.

Utam terbaik musim 2018. Dari  18 laga tampilannya sebagai starter, dalam 1.620 menit, catat lima kali clean sheet dan kebobolan 23 gol. Di atas Joko Ribowo (10 laga dan 900 menit) dan kiper asing asal Serbia, Srđan Ostojic (4 laga dan 360 menit). Serta  Kurniawan Kartika Aji, yang tampil dua kali dalam 180 menit.

Namun pada dua musim berikutnya, Liga 1 2020 dan 2019, cedera dan inkonsistensi mental tandingnya, membuat perfoma Utam menurun. Liga 1 2019, dia masih sempat tampil dalam 13 laga sebagai starter. Dalam durasi 1.170 menit dan kebobolan 23 gol, dengan dua kali clean sheet. Di bawah Kurniawan Ajie, dengan 19 kali starter sepanjang 1.710 menit dan kebobolan 33 gol. Bahkan pada tiga laga awal Liga 1 2020, lagi-lagi cedera lutut memaksanya absen.

‘’Utam Rusdiana kiper bagus. Berani duel dan pintar membaca pergerakan striker lawan dengan dan tanpa bola dengan baik. Dia tipikal kiper modern. Dari belakang dia juga mampu menciptakan skema serangan ke depan. Suatu saat, saya yakin dia akan menjadi kiper Timnas Indonesia. Tapi dia masih harus mengasah diri. Terutama mentalnya yang tak stabil. Itu kelemahan mendasar dia,’’ tandas pelatih kiper Arema FC asal Brasil,  Felipe Americo Martins Goncalves. (act/rdt)

Statistik 2014-2020

Main                                    :  37 laga

Starter                                 :  37 laga

Durasi                                  :  3.330 menit

Kebobolan                          :  55 gol

Clean sheet                        :  8 laga

Cadangan tak main          :  36 laga

Clean Sheet

10/28/2019 Arema FC vs Semen Padang 1-0

07/12/2019 Semen Padang vs Arema FC 0-1

09/17/2018 Arema FC  vs  Madura United 2-0

10/06/2018 Arema FC vs   Persebaya Surabaya 1-0

10/24/2018 Bhayangkara FC vs          Arema FC  0-0

10/28/2018 Arema FC vs PSMS Medan 5-0       

12/02/2018 TIRA-Persikabo vs Arema FC 0-1

10/25/2017 Arema FC vs Persegres-Gresik United 2-0

Biodata

Nama                    : Utam Rusdiana

Lahir                      : Sidoarjo, 6 Maret 1995

Potur                     : 178 cm

Posisi                   : penjaga gawang

Kiper idola           : Kurnia Meiga Hermansyah (Indonesia)

Karir klub             :

2014-sekarang Arema FC

2014-2015 Arema FC U21

2012-2014 Akademi Arema 

2011-2012 Persebaya Surabaya U17

2007-2012 SSB Suryanaga, Surabaya 

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Pendidikan

Malang Post – Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat. Masyarakat dapat berkomunikasi dan bisa mengakses berbagai informasi dari seluruh penjuru dunia dengan mudah. Salah satu media yang digunakan dalam mengakses informasi dan berkomunikasi adalah media sosial. Hampir semua orang tidak bisa terlepas dari penggunaan media sosial. Bahkan di dalam dunia pendidikan, media social menjadi salah satu media yang sering digunakan untuk mencari sumber literasi. Namun, kemudahan akses yang diberikan media...

Pendidikan

Malang Post – Mahasiswa Polinema (Politeknik Negeri Malang) bersemangat melahirkan inovasi bagi masyarakat. Kali ini diwujudkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Karsa Cipta. Tim...

News

Malang Post – Masker saat ini bukan sekedarnya. Namun menjadi keharusan di setiap aktivitas. Sejak pandemi Covid-19 terjadi. Lantaran berfungsi mencegah penyebaran virus. Namun, penggunaan...

headline

Malang Post – Pelaksanaan vaksinasi bagi warga Kecamatan Kepanjen mendapat respon positif. Bisa dilihat Minggu (25/7/2021). Sejak pukul 08.00, sudah dipadati warga. Vaksinasi ini digagas...

Malang Raya

Malang Post – Patroli gabungan pendisiplinan PPKM Level 4, dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19 kembali digelar.  Minggu (25/7/2021), aparat gabungan dari Polresta...

headline

Malang Post – Sampai saat ini, vaksinasi massal sudah menjadi minat masyarakat. Terbukti dari tingginya animo dan antrian yang mengular di lokasi vaksin di Kota...

Dahlan Iskan

Sudah 10 hari saya tidak menerima WA dari senior saya itu: Christianto Wibisono. Tumben. Biasanya hampir tiap hari beliau mengirimi saya info. Apa saja....

Pendidikan

Malang Post – Polybag adalah, kantong plastik berbentuk segi empat, biasanya berwarna hitam. Digunakan untuk menyemai tanaman dengan ukuran tertentu yang disesuaikan dengan jenis tanaman. Bahkan...