Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Ancam Gorok Mahfud Md, Empat Anggota FPI Pasuruan Diatangkap Polisi

Empat orang yang mengancam akan menggorok kepala Menkopolhukam Mahfud MD diciduk polisi. (Foto : ANTARA Jatim/HO-Polda Jatim/WI)

Surabaya- Polisi menangkap empat orang yang mengancam akan menggorok kepala Menkopolhukam Mahfud MD dalam sebuah rekaman video. Keempat tersangka yakni Abdul Hakam(39), Moch Sirojuddin(37), Samsul Hadi (40) dan Muchammad Nawawi (38). Empat orang tersangka ini semua berasal dari Pasuruan. Mereka adalah anggota FPI dan simpatisan Habib Rizieq Shihab.

Dirreskrimsus Polda Jawa Timur Kombes Gidion Arif Setyawan menjelaskan, keempat tersangka terlibat dalam  video berkonten ujaran kebencian dan pengancaman yang diunggah di kanal YouTube bernama Amazing Pasuruan. Video tersebut diunggah  tersangka Muchammad Nawawi pada 9 November lalu.

Baca Juga ----------------------------

“Yang diancam adalah Prof Mahfud Md, kalau pulang (ke Pamekasan) akan digorok, artinya sifatnya sangat personal dan tidak layak dijadikan konten YouTube,” kata Gidion saat konferensi pers di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Minggu (13/12).

Gidion menambahkan keempat tersangka ini berasal dari dua laporan polisi yang berbeda. Awalnya, polisi menetapkan  Gus Nawawi sebagai tersangka karena telah memberikan ancaman melalui kanal YouTubenya di akun Amazing Pasuruan. Lalu, dari penelusuran siber, ada tiga tersangka lain yang ikut menyebarkan video tersebut melalui media sosialnya.

“Keempat orang tersangka ini diamankan karena dengan sadar mengetahui konten tersebut melanggar UU namun tetap dilakukan. Dan konten ini menjadi triger kejadian lain karena menimbulkan semangat dari simpatisan lain untuk berbuat hal negatif. Salah satunya adalah kejadian di Pamekasan itu (penggerudukan rumah orang tua Mahfud MD),” jelasnya.

Atas perbuatanya, keempat tersangka dijerat UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 27 ayat (4) Jo Pasal 45 ayat (4) dan/atau Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 ayat (2) dan Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1946, dengan hukuman penjara setinggi-tingginya 10 tahun.(dtk/mrd/anw)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Polres Malang menggelar pemilihan Duta Lalu Lintas 2021 di Gedung Satpas Polres Malang, Jum’at (24/9/2021). Kapolres Malang AKBP R Bagoes Wibisono bersama...

headline

Malang Post – Anggota Komisi I DPR RI dapil Malang Raya, Kresna Dewanata Phrosakh menanggapi persoalan tersebut. Menurutnya,Jika dinilai dari sisi historis Kabupaten Malang...

headline

Malang Post — Tersangka pembunuh Ratna Darumi (56) warga Jl Emprit Mas, RT 04/RW 10, Kelurahan/Kecamatan  Sukun, Kota Malang telah ditetapkan Polresta Malang Kota. Pelaku...

Malang Raya

Malang Post – Dalam upaya mencegah penyebaran virus Covid-19kegiatan vaksinasi terus gencar dilaksanakan di wilayah Kota Malang. Terkait upaya tersebut Pemerintah Daerah melaksanakan Vaksinasi...

Malang Raya

Malang Post – Wakil Walikota Malang, Ir H Sofyan  Edy  Jarwoko, memberi apresiasi pada FKUB Kota Malang yang menggelar dialog umat beragama di Hotel Tugu...

Malang Raya

Malang Post – Guna kelancaran kegiatan Vaksinasi di wilayah Kota Makang, TNI/POLRI dan Tim Satgas Covid-19 Kota Malang melaksanakan pengamanan dan pemantauan jalannya vaksinasi...

Malang Raya

Malang Post – Dialog kerukunan diselenggarakan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Malang di Hotel Tugu Kota Malang, Sabtu (25/9/2021). KH Taufik Kusuma, Ketua...

Malang Raya

Malang Post – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) meraih penghargaan Kategori Tourism & Creative Campaign Award 2021 dalam acara...