Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Risiko Sedang Bukan Zona Nyaman

Prof Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19. (Foto: Satgas Penanganan Covid-19)

Jakarta – Satgas Penanganan Covid-19 meminta semua pihak, mencermati dengan teliti perkembangan peta zona risiko dari waktu ke waktu. Karena, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan, sudah berbulan-bulan peta zonasi risiko, tidak mengalami peningkatan siginifikan ke arah yang lebih baik. 

‘’Sudah berbulan-bulan, peta ini tidak berubah warna. Selalu didominasi oleh zona oranye atau risiko sedang. Saya tekankan sekali lagi, zona risiko sedang, bukan zona nyaman,’’ tegasnya saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Kantor Presiden, yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, kemarin.

Berdasarkan peta zonasi risiko per 6 Desember 2020, jumlah daerah pada zona merah atau risiko tinggi, sebanyak 47 kabupaten/kota. Zona oranye atau risiko sedang 371 kabupaten/kota, zona kuning atau risiko rendah 84 kabupaten/kota, zona hijau tidak ada kasus baru 6 kabupaten/kota dan zona hijau tidak terdampak 6 kabupaten/kota. 

Wiku menyatakan, jika melihat peta zonasi risiko, mayoritas kabupaten/kota merasa nyaman berada di zona oranye atau risiko sedang. Ia mengingatkan, dari 514 kabupaten/kota, pekan ini hanya menyisakan enam kabupaten/kota yang berada pada zona hijau tidak terdampak. Karenanya, jika melihat jumlah banyaknya kabupaten/kota yang bertahan pada zona oranye atau risiko sedang, tentunya sangat mengkhawatirkan.

‘’Saya mengingatkan pada pimpinan daerah, zona risiko sedang bukanlah zona nyaman. Tidak menutup kemungkinan, daerah zona risiko sedang dapat berpindah ke zona risiko tinggi, apabila pemerintah daerah maupun masyarakatnya lengah,’’ Wiku menekankan. 

Secara rincian kabupaten/kota, Wiku menyebut terdapat 72 kabupaten/kota yang konsisten pada zona oranye atau zona risiko sedang selama tiga bulan berturut-turut. Bahkan dari jumlah tersebut, ada 68 diantaranya secara konsisten selama tiga bulan berturut-turut berada di risiko sedang. 

‘’Hal ini tentunya sangat mengkhawatirkan. Zona risiko sedang bukanlah zona aman. Apabila penanganan Covid-19 di kabupaten/kota tersebut juga tidak berjalan baik, maka terbuka kemungkinan daerah-daerah ini berpindah ke zona merah atau risiko tinggi. Ini harus dihindari,’’ Wiku menegaskan.

Karenanya, pemerintah daerah terkait harus segera mengambil langkah dalam penanganan Covid-19. Sehingga kabupaten/kota yang masuk dalam daftar tersebut, dapat berpindah ke zona kuning atau zona hijau. (* rdt)

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

Pendidikan

AMEG – Sebanyak 236 proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Brawijaya (UB) lolos mendapat pendanaan dari Dikti. Jumlah tersebut menempatkan […]

Malang Raya

AMEG – Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, berharap ada pos anggaran untuk memfasilitasi atlet penyandang disabilitas. Menurutnya saat ini […]

headline

AMEG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, serius melarang aparatur sipil negara (ASN) nya untuk mudik. Tidak ingin kecolongan, Pemkab Malang […]

Kuliner

Lebaran sangat identik dengan ketupat, opor ayam, dan rendang. Sedangkan hidangan berbahan kambing biasanya disajikan saat libur hari raya Idul Adha. […]

Kuliner

AMEG – Ramadan tahun ini, Kota Batu semarak dengan aneka kuliner hidangan buka puasa. Disajikan berbagai hotel, yang menawarkan konsep, […]

headline

AMEG – Terhitung mulai 10 Mei 2021, PT KAI Daop 8 Surabaya, akan mengoperasionalkan Stasiun Malang Baru yang berada di […]

Pendidikan

AMEG – Syiar Ramadan di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang), di hari ke 27 Ramadhan, […]

Malang Raya

AMEG – Pasangan pengusaha muda sukses asal kota Malang, Gilang Widya Pramana dan Shandy Purnamasari, memanfaatkan Ramadan tahun ini, dengan […]

headline

AMEG – Pelarangan mudik lebaran tahun 2021, mulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021, berdampak besar pada sektor ekonomi pariwisata […]

%d bloggers like this: