Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Kota Batu Kembali Oranye

Dewanti Rumpoko, Wali Kota Batu. (Ananto Wibowo/DI’s Way Malang Post)

Batu – Setelah kurang lebih selama sepekan. Kota Batu menyandang gelar zona merah Covid-19. Atau daerah dengan risiko tinggi. Kini Kota Batu berhasil menurunkan statusnya kembali menjadi zona oranye. Penurunan itu, ditandai dengan menurunnya pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Batu. 

Bahkan tiga hari yang lalu (7/12), Kota Batu berhasil mencatat zero cases Covid-19. Perolehan ini berbanding terbalik, dengan lima hari sebelumnya. Ketika dalam lima hari itu, peningkatan kasus positif Covid-19 di Kota Batu sangat tinggi. Mencapai 187 kasus angka kenaikannya.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan, zona merah itu diperoleh karena terdapat klaster-klaster baru penyebaran Covid-19 di Kota Batu. Contohnya saja di Desa Tlekung dan Kelurahan Songgokerto. 

‘’Kedua klaster baru itu, dipengaruhi oleh klaster yang sama. Yakni klaster keluarga. Sedangkan yang terbaru di Bumiaji. Yang disebabkan karena terdapat seseorang yang mengikuti acara reuni umroh,’’ ungkap Dewanti. 

Setelah mengikuti acara itu, lanjut dia, orang tersebut ternyata pulang dengan membawa penyakit ini. Sehingga menular kepada 17 orang disekitarnya. Mulai dari keluarga, saudara dan tetangganya. 

‘’Untuk saat ini, orang tersebut telah di rawat di UGD. Dengan menggunakan alat bantu pernafasan (ventilator). Karena orang itu sudah begitu parah,’’ katanya. 

Maka dari itu, Dewanti mewanti-wanti, meski saat ini Kota Batu sudah tidak berada di zona merah lagi, protokol kesehatan tetap harus diperhatikan sebaik mungkin. Ini bertujuan agar Kota Batu, bisa segera naik ke zona yang lebih baik lagi. 

Sementara itu untuk pembelajaran tatap muka, pihak kementrian telah mengizinkan untuk melakukan pembelajar tatap muka di tahun 2021 mendatang. Namun hal itu bukan merupakan suatu hal yang wajib dilakukan. 

‘’Tidak wajib dilakukan apabila di suatu kota itu masih zona merah ataupun zona oranye. Karena jika hal tersebut tetap dipaksakan, akan berakibat berbahaya,’’ ujarnya. 

Lanjut Dewanti, meskipun pada tahun 2021 nanti, Kota Batu sudah menjadi zona kuning ataupun zona hijau, pelaksanaan sekolah tatap muka itu pun harus tetap melakukan persetujuan terlebih dahulu. Mulai dari Kepala Sekolah, Guru, komite dan wali murid. Serta persetujuan Satgas Covid-19.

Setalah surat persetujuan ditandatangani, nantinya pihaknya juga akan meminta kepada Dinas Pendidikan. Agar komite juga ikut mengawasi.

‘’Jadi bukan guru yang mengawasi. Karena tugas guru adalah mengajar. Kalau harus ditambah mengawasi para siswa dan sebagainya. Ini akan menjadikan suatu kerepotan tersendiri. Yang jelas kami sama-sama menginginkan untuk melindungi anak-anak kita yang sedang menuntut ilmu,’’ tandasnya. (ant/rdt)

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

Ekobis

AMEG – Berdasarkan rilis inflasi BPS pada tanggal 3 Mei 2021, inflasi Kota Malang tercatat sebesar 0,10% (mtm) dengan Indeks […]

Malang Raya

AMEG – Rabu (5/5/2021) sore, Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 4 Koramil 0833/03 Blimbing Cabang XL Kodim 0833/Kota Malang bagi-bagi […]

Kesehatan

AMEG – Kota Batu kembali digerojog vaksin Covid-19. Jika sebelumnya vaksin Sinovac buatan Tiongkok, kali ini vaksin Astrazeneca buatan Inggris. […]

headline

AMEG – Pemkot Batu wanti-wanti kepada seluruh ASN agar tidak menggelar open house pada Idul Fitri kali ini. Di sisa […]

Malang Raya

AMEG – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, antara […]

Ekobis

AMEG – Omzet penjualan eceran di Malang Raya pada April 2021 menunjukkan pertumbuhan positif. Hal itu sesuai hasil survei Survei […]

Pendidikan

AMEG – Pribahasa “Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya” atau “Sedikit demi sediki lama-lama menjadi bukit” identik dengan aktivitas menabung. […]

Malang Raya

AMEG – Kebutuhan bahan pokok menjelang Idul Fitri 1442 H di Kota Batu, dipastikan aman. Hingga H-7 lebaran, masih belum […]

headline

AMEG – Kebijakan larangan mudik, secara resmi diberlakukan sejak 6-17 Mei 2021. Namun begitu, masyarakat masih diberi kelonggaran. Tidak hanya […]

%d bloggers like this: