Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Narkoba Sudah Masuk Kampung

GIRING: Petugas Polres Batu menggiring 13 tersangka budak narkoba.( Foto: Ananto/HARIAN DI’S WAY MALANG POST)

Batu – Dua bulan terakhir ini. Satreskoba Polres Batu menjegal 13 pelaku penyalahgunaan barang haram narkotika. Terdiri dari lima pengedar dan delapan pengguna. Modusnya tak lepas dari kebutuhan. Dari 13 orang itu, ada beberapa orang lama. Alias residivis. Juga ada tersangka dari luar Kota Batu. 

Kapolres Batu, Catur C Wibowo mengatakan, peredaran narkotika masih masif. Ini ditengarai karena masih banyak permintaan. Karena ada minta, maka ada yang menyediakan. “Lima pengedar yang diamankan. Dua diantaranya berstatus residivis. Berinisial YS (22) dan W (23),” beber Catur. 

Baca Juga ----------------------------

Kedua tersangka residivis itu, digelandang Satreskoba Polres Batu di kontrakannya di Desa Oro-oro Ombo. Mereka tertangkap saat mengantarkan ganja kepada pembeli. Selain mengedarkan barang haram, juga pedagang online. Dari 13 tersangka, berbagai jenis barang haram disita. Berupa: ganja 2 ons, 20 gram biji ganja siap tanam, sabu seberat 15,74 gram, serta pil dobel L sebanyak 11 ribu butir. 

“Diamankannya barang bukti (BB) itu, Polres Batu telah menyelamatkan 3700 orang dari penyalahgunaan narkoba,” katanya. 

Jika diuangkan keseluruhan BB itu, bisa berjumlah Rp 40 juta. Kata pelaku, barang haram itu diperoleh dari luar Kota Batu. Dikatakan Catur, jika saat ini Indonesia sedang mengalami darurat penyalahgunaan narkoba. Dibuktikan dengan wilayah edar narkoba telah mencapai penjuru paling bawah. Yakni pada tingkat RT/RW. Dalam artian, di setiap desa pun sudah ada.

“Kami berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia utamanya Kota Batu. Bahwa bahaya penggunaan narkoba ini tak main-main. Sudah berbahaya dapat hukuman berat lagi. Maka dari itu untuk seluruh mayarakat mari bersama-sama menolak dan memberantas narkoba,” harapnya. 

Kasat Reskoba Polres Batu, Iptu Yusi Purwanto mengatakan: Pengiriman narkoba ini menggunakan modus lama. Sistem ranjau. Ketika penangkapan dilakukan YS dan W sedang berada di kontrakan dan hendak mengirim barang pesanan. “Tersangka dijerat pasal 116 UU No. 35 Tahun 2009. Ancamannya kurungan penjara di atas sepuluh tahun,” ungkapnya. (ant/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Serbuan vaksin Kodim 0833 Kota Malang terus berlanjut. Kali ini lokasi vaksinasi bertempat di Yayasan Sekolah Al Irsyad Jalan Arif Margono...

headline

Malang Post – GMNI Malang melakukan unjuk rasa menyikapi Walikota Malang Sutiaji yang diduga melanggar peraturan PPKM, Minggu 19 September 2021. Viral di medsos...

headline

Malang Post- Soal kasus rombongan “Gowes”  Walikota Malang, Sutiaji dan jajaran OPD ke Pantai Kondang Merak, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang Minggu (19/9) lalu, memang sudah...

Malang Raya

Malang Post – Stiker Presiden RI Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo serta tulisan ajakan memakai masker terpampang jelas di mobil dinas milik...

News

Malang Post — Kabar duka dari Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang, Kamis (23/9/2021) sore. Seorang mahasiswa semester akhir, tewas akibat mengalami kecelakaan di Bululawang....

Malang Raya

Malang Post — Angin kencang, Kamis (23/9/2021) jelang petang menghempas wilayah Desa Sumbersuko, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Satu rumah rusak berat sementara 5 lebih lainnya...

News

Malang Post – Jajaran Reskrim Polsek Bululawang, menahan dua pelaku kasus narkoba. Satu pemakai dan seorang lagi pengedar. Rentang tiga jam saja, anggota meringkus dua...

News

Malang Post – Resiko adiksi narkoba Sabu Sabu (SS) bisa masuk penjara dan berurusan dengan polisi. Seperti dialami pemuda Wagir. Kamis (23/9/2021) siang tampak berada...