Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Makan Konate, Gelandang Tak Tergantikan

Gelandang Serang Makan Konate. (ist)

Malang – Luar Biasa, dua musim bersama Arema FC, pada Kompetisi Liga 1 2018 dan 2019, gelandang serang Arema FC, Makan Konate tak tergantikan dalam 51 laga tampilannya dari total 52 laga timnya.

Ini menjadi rekor terbaik bagi legiun asing, yang pernah bermain untuk tim Singo Edan. Sejak era kompetisi profesional musim 2008/2008 lalu. Yakni 99 persen seluruhnya sebagai starter. Dia hanya sekali absen, karena terakumulasi kartu kuning pada musim 2019. Bahkan pemain kelahiran Bamako (Mali), 10 November 1991 tersebut, tak ubahnya legenda Timnas Inggris, Gary Winston Lineker (1984-1992), Mr Clean. Hanya mendapat tiga kartu kuning (KK) atau 0,05 KK per laga dan nihil merah dalam 51 laga.

Sejak pertamakali resmi berkostum Arema FC, pada paruh Liga 1 2018 (15/07/2018) dan perpanjangan kontrak semusim ke depan, hingga 10 Januari 2020, bersama Singo Edan dia telah mengoleksi 29 gol atau 0,56 gol per laga, pada kompetisi reguler. Dalam durasi 4.582 menit.

Liga 1 2019, Konate tampil dalam 33 laga selama 2.962 menit. Membukukan 16 gol. Liga 1 musim 2018 dalam 18 laga,pada total 1.620 menit dia mencetak 13 gol. Hitungan pada laga ketiga kompetisi Liga 1 2020, tanggal 13 Maret 2020 saat sudah berkostum Persebaya Surabaya, menjadi catatan laga ke-128 bagi dirinya. Sejak debutnya di Indonesia bersama PSPS Pekanbaru, ketika menghadapi PSAP Sigli (15/04/2012) pada putaran kedua ISL 2011/2012 silam.

Total 128 laga merumput di Indonesia, mantan pemain Stade Malien di Mali/Malien Premiere Division (2008-2010) tersebut, mengoleksi  51 gol dalam durasi 11.349 menit. Hanya mendapat 15 kartu kuning, starter 127 laga dan sekali cadangan bermain.

Lantas bagaimana kesan Makan Konate saat memperkuat Arema FC? Berikut cuplikan wawancara DI’s Way Malang Post dengan pemain Mali ini.

Dua musim bersama Arema FC, mengapa Anda tak memperpajang kontrak?

Saya sebetulnya ingin tetap lama di Arema. Termasuk di Liga 1 2020. Tapi mengapa sekarang saya ada di Persebaya, itu urusan agen saya. Dia yang atur semuanya. Kalau saya inginnya masih di Arema. Karena saya suka Malang dan Aremania. Insyaallah saya ingin di Arema FC dan Malang. Tapi belum tahu kapan.

Dua musim dan main 51 laga tak tergantikan. Apa rahasianya?

Karena saya selalu siap kapan pun dimainkan dan coach selalu memberi kepercayaan kepada saya. Jadi itu tanggung jawab bagi saya. Saya harus memberikan sesuatu yang terbaik bagi coach dan tim. Tidak ada rahasia. Itu komitmen saya sebagai pemain profesional. Saya ada kontrak dan gaji. Jadi harus siap kapan pun main.

Dalam 51 laga, Anda minim kartu kuning. Apa tipsnya?

Tidak sulit saya rasa. Kita main dan cari makan di sepak bola. Jadi main harus full teknis. Kita juga harus menghargai apapun keputusan wasit dalam situasi apapun. Tak perlu protes. Termasuk saya harus hormati karir pemain lawan. Mereka dan saya khan sama-sama cari makan di sepak bola. Soal tiga kartu kuning itu, saya pikir fifty-fifty. Berebut bola dengan lawan. Tapi wasit lihat saya harus dapat kartu kuning, ya sudahlah.

Apa yang membuat Anda merasa nyaman bermain di Arema FC?

Di Arema FC one for all. Semua pemain mau kerja keras dan kompak untuk tim. Solidaritas antara pemain di Arema sangat tinggi dan mereka tidak egois. Itu membuat saya nyaman bermain.

Tips lain?

Kalau bahasa di Malang, menjadi pemain dan mencari makan di sepak bola, hidup jangan neko-neko selain sepak bola. Tapi jangan lupa, sebelum bermain saya selalu berdoa kepada Allah dan juga salat sunnah. Agar main bagus dan mencetak gol. Semuanya Insya Allah akan dapat kemudahan. Saya juga suka latihan sendiri, setelah latihan dengan tim untuk jaga kondisi tetap  fit dan jaga kebugaran.

Gaya selebrasi Anda setelah mencetak gol, angkat dua tangan ke atas dan sujud.

Terimakasih saya kepada Allah. Ya semua itu (gol.red) terjadi karena izin Allah.

Apa aktivitas Anda di luar sepakbola ketika libur latihan atau pertadingan?

Waktu di Malang dulu, saya termasuk yang jarang jalan-jalan. Saya lebih suka di apartemen, nonton TV, makan masakan istri (Zaliha, Red.) sendiri. Kalau tidak, ya kami makan di luar. Banyak restoran dan warung-warung kecil dekat apartemen di Malang dulu dan Surabaya. Ya kalau jalan-jalan, hanya ke mall saja temani istri belanja.

Apa makanan favorit Anda di Indonesia?

(Hahaha) Saya suka makan. Apa mungkin karena nama saya Makan kalau dalam Bahasa Indonesia artinya seperti itu. Indonesia banyak kuliner enak. Tapi saya paling suka kolak pisang, nasi goreng dan sop buntut. Wah itu buat saya ketagihan. Tapi masakan istri lebih nikmat dan luar biasa. Dia suka masak masakan khas Mali. Namanya Fufu, dibuat dari singkong, jagung, millet dan dicampur air berbentuk padat. Juga dia suka masak khas Afrika, ada sosis, ikan dan daging.

Anda tak ada niat menjadi WNI.

Saya ada keinginan menjadi WNI dan memperkuat Timnas Indonesia. Tapi saya belum tahu kapan itu. Sebab tunggu moment yang tepat dan perkembangannya nanti. Saya sudah delapan tahun. Apa lagi saya dan istri sudah merasa cocok tinggal di Indonesia. Suasananya juga tidak ada beda dengan Mali. Tunggu saja. Suatu saat Insyaallah saya bisa memakai kostum Merah Putih

Liga 1 kembali ditunda dan pandemic virus corona belum berakhir,mengapa Anda memutuskan pulang ke Mali?

Lama sekali Liga 1 2020 vakum hampir 10 bulan. Ada libur panjang lagi. Jadi saya pikir lebih baik pulang ke Mali, karena lama tidak pulang. Apalagi sejak pindah ke Persebaya dan Surabaya, istri saya pilih pulang ke Mali. Beda waktu di Arema, istri saya ikut tinggal di Malang. (act/rdt)

BIODATA

Nama `: Makan Konate

Lahir : Bamako (Mali), 10 November 1991

Postur : 177 cm/66 kg

Posisit : Gelandang serang (attacking-midfielder)

No jersey : 10

Istri : Zaliha Konate (menikah 6 Juni 2016)

Karir di Indonesia

Kompetisi : 9 musim/tahun (2011-2015 dan 2018-2020)

Klub : 6 klub (Arema FC, Sriwijaya FC, Persib Bandung, Barito Putera, PSPS Pekanbaru, Persebaya Surabaya)

Bersama Arema FC 2018-2019

Laga         : 51 laga

Starter       : 51 laga

Absen       : 1 laga (akumulasi KK)

Durasi       : 4.582 menit

Cadangan main : 0 laga

Digantikan :1 laga

Gol           : 29 gol

KK           : 3

Bersama Arema FC 2019

Laga         : 33 laga

Starter       : 33 laga

Absen       : 1 laga (akumulasi KK)

Durasi       : 2.962 menit

Digantikan :1 laga

Gol           : 16 gol

KK           : 3

Bersama Arema FC Liga 1 2018

Laga         : 18 laga

Starter       : 18 laga

Absen       : 0 laga

Durasi       : 1.620 menit

Gol           : 13 gol

KK   : 0

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

Olahraga

Ameg – Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, yang lolos ke Olimpiade Tokyo 2021, diharapkan mampu memberi kejutan. Pemain yang tak […]

Malang Raya

AMEG – Minggu (9/5/2021) pagi, aparat gabungan TNI-Polri kembali menggelar operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan. Dalam rangka penerapan PPKM […]

Malang Raya

AMEG – Lebaran tinggal menghitung hari, libur panjang tentu dimanfaatkan masyarakat untuk mengunjungi destinasi wisata, selain silaturahmi ke keluarga dan […]

Malang Raya

AMEG – Hingga hari keempat larangan mudik, Minggu (9/5/21), belum ditemukan kejanggalan terkait dokumen bebas Covid-19 atau dokumen lainnya. Dihubungi […]

Olahraga

Ameg – Penundaan Malaysia Open Super 750 menjadi berkah bagi pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung. Dia berhasil lolos ke Olimpiade […]

Dahlan Iskan

AMEG – CHIN CHIN benar-benar wanita move on. Persis seperti judul tulisan saya. Yang sebanyak 50 seri itu. Yang dimuat […]

Pendidikan

AMEG – Kelompok 47 PMM UMM melaksanakan kegiatan pengabdian di Dusun Mojorejo, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Salah satu […]

Pendidikan

AMEG – Mahasiswa UMM yang tengah mengikuti kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) di Dusun Petung Wulung,  Desa Toyomarto, Kecamatan […]

Malang Raya

AMEG – Biasanya menjelang lebaran, masyarakat banyak melakukan ziarah kubur, di makam para leluhur. Salah satu makam leluhur di Kota […]

%d bloggers like this: