Connect with us

Hi, what are you looking for?

Di's way

Tujuh Lutung Jawa, Susul 102 Koleganya

PULANG KAMPUNG: Proses lepas liar Lutung Jawa di Tahura R Soerjo.( Foto: Istimewa)

Malang – Tujuh ekor Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) di Javan Langur Center (JLC) resmi susul 102 ekor koleganya yang telah diwisuda (lepasliarkan.red) beberapa tahun lalu. Sejak 2012, Balai Besar KSDA Jawa Timur bersama The Aspinall Foundation Indonesia Program (TAFIP) melakukan 19 kali pelepasliaran. Masing-masing di Coban Talun 41 ekor dan hutan lindung Malang selatan 61 ekor.

Kali ini, juga hutan Coban Talun. Masuk kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo, Kamis (26/11/2020). Seekor pejantan si Nono. Enam ekor betina: Darmi, Irma, Luna Maya, Gamel dan Rodi. Mereka telah menjalani proses karantina dan rehabilitasi 1,5 tahun. Usianya sekitar 2 hingga 7 tahun.

Project Manager JLC-TAFIP, Iwan Kurniawan menjelaskan: “Kita pastikan kesehatannya. Tujuannya agar terbebas dari penyakit menular. TBC, hepatitis B, herpes simplex, SIV (Simian Immunodeficiency Virus) dan SRV (Simian Retro Virus).”

Seluruh lutung telah dipasangi microchip transponder. Agar bisa dimonitor intensif. Fungsinya, bukan untuk melacak. Namun identitas. Ada antena kecil seperti rambut. “Berdasarkan hasil monitoring rutin pasca pelepasliaran. Sejumlah lutung yang telah dilepasliarkan itu mampu bertahan hidup dengan baik. Bahkan ada individu yang telah berkembang biak dan sebagian lagi berbaur dengan populasi liar di habitat barunya,” ungkapnya.

Populasi awal di hutan Coban Talun, Gunung Biru hingga Gunung Anjasmoro 2010-2011, kurang dari 100 ekor. Setelah 7 kali pelepasliaran, berkembangbiak. Berinteraksi dengan populasi liar. Tahun 2020 ini, tercatat 155 ekor.

“Kawasan hutan itu, merupakan salah satu habitat penting. Untuk berbagai satwa langka. Lutung Jawa, Kukang Jawa, Macan Tutul Jawa, Elang Jawa, Kijang, Musang Linsang dan sebagainya,” bebernya. Lutung Jawa jenis monyet pemakan daun endemik. Keberadaannya tersebar di Jawa. Sedikit populasi di pulau kecil sekitarnya. Populasinya rentan. Karena terus menurun. Diperkirakan berkurang 30 persen selama 36 tahun terakhir.

“Ancaman utama yang paling berpotensi menyebabkan penurunan populasi adalah, hilangnya habitat. Akibat perubahan fungsi hutan. Sebagai lahan pertanian serta pengembangan wisata alam yang tak memperhatikan dampak dari kerusakan lingkungan,” jelasnya.

“Lutung Jawa, salah satu satwa yang dilindungi negara. Didasarkan pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi. IUCN Red List of Threatened Species Versi 2019.1 tahun 2019 memasukkan Lutung Jawa (Trachypithecus Auratus) pada kategori Vulnerable atau rentan kepunahan,” ujar Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI BBKSDA Jawa Timur, Mamat Ruhimat. (ant/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

headline

Lumajang – Telah terjadi Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru dengan jarak luncur kurang lebih 4,5 kilometer, Sabtu (16/1) sore, pukul 17.24 WIB. Laporan...

headline

Surabaya – Menteri Sosial Tri Rismaharini membantah adanya penjarahan bantuan gempa Sulbar yang sempat viral di media sosial. Risma mengatakan kejadian yang sebenarnya bukan...

Di's way

Surabaya – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Senin (11/1) telah mengeluarkan izin pakai darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin Sinovac....

Kuliner

Malang – Jika sudah memasuki akhir pekan seperti ini, salah satu aktivitas rutin yang bisa dilakukan bersama keluarga dan orang tersayang, adalah berburu kuliner...

Opini

Makan merupakan aktivitas rutin sehari – hari yang pasti dilakukan  manusia pada semua kelompok umur, jika dilihat sepintas tampaknya sangat sederhana namun sebenarnya makan...

Dahlan Iskan

Oleh : Dahlan Iskan Enam hari di rumah sakit saya tidak menghidupkan TV sama sekali. Memang sudah hampir 5 tahun saya praktis tidak nonton TV...

Di's way

Malang – Beberapa kontestan Liga 1 2020/21 dari Jawa Timur, memutuskan membubarkan tim mereka. Untuk tidak lagi berlaga di kompetisi yang terhenti sejak Maret...

Di's way

Suramnya persepakbolaan di Kabupaten Malang mulai disibak. Ujungnya harus dibenahi. Kongres Luar Biasa (KLB) Askab PSSI Kabupaten Malang yang dihentikan polisi pada Kamis (15/1)...

Ameg

Malang – Aplikasi berbagi video pendek, TikTok punya  aturan baru bagi penggunanya yang  berusia di bawah 18 tahun. Aturan baru ini dibuat untuk melindungi...

Di's way

Malang – Pandemi tak menghalangi tim dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka tetap berkontribusi kepada masyarakat. Melalui Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM). Empat dosen...