Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kesehatan

[VIDEO] Antara Kusta dan Stigma.

Jagongan Bareng ameg.tv.

Pasuruan – Kusta atau lepra, yang juga dikenal dengan nama penyakit Hansen atau Morbus Hansen, merupakan penyakit infeksi bakteri kronis yang menyerang jaringan kulit, saraf tepi, serta saluran pernapasan. Penyakit ini  dapat menyebar melalui percikan ludah atau dahak yang keluar saat batuk atau bersin. Meski begitu, penularan kusta terbilang membutuhkan waktu yang lama dan kontak yang erat. Kemunculan kusta ditandai dengan rasa lemah atau mati rasa di tungkai dan kaki, kemudian diikuti timbulnya lesi pada kulit.

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat prevalensi kasus penyakit kusta di Indonesia hampir 20 ribu penderita hingga akhir Januari 2020. Mayoritas kasus terjadi di wilayah Indonesia bagian timur. Sementara Provinsi  Jawa Timur (Jatim) sendiri merupakan provinsi penyumbang kusta baru tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data hingga 21 Januari 2020, tercatat ada  2.668 penderita kusta baru. Sedangkan 3.351 dalam masa berobat. 255 di antaranya menjangkit anak-anak dan sampai pada tahap 2 atau cacat dan 194 anak-anak pada tahap 1. 

Baca Juga ----------------------------

Salah satu daerah di Jatim yang masih berjibaku mewujudkan eliminasi kusta adalah Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. Jumlah penderita kusta tahun 2019 di wilayah Puskesmas Nguling bahkan menempati urutan ke-3 se-Kabupaten Pasuruan dengan prevalensi 3,27 per-10.000 penduduk.

Menangani  kusta di daerah ini bukan perkara mudah. Stigma masyarakat yang masih tinggi dan kurangnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri ke petugas kesehatan (Puskesmas), menjadi tantangan tersendiri. Bahkan mereka rela menyembunyikan penyakitnya, agar tidak diketahui tetangga maupun keluarganya. Celakanya, hal ini justru akan memperburuk keadaan, bahkan bisa menimbulkan kecacatan permanen.

Sebagai upaya menangani kusta dan permasalahan sosial yang menyertainya, Saat ini Puskesmas Nguling telah bekerja sama dengan  organisasi penggerak inklusi LINKSOS (Lingkar Sosial). Kerjasama yang telah dijalin sejak 27 Agustus 2020 ini berupa pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kapasitas sosial dalam pembangunan inklusif.

Lalu sejauh ini bagaimana kemajuan dari kerjasana yang telah terjalin? Simak perbincangan ameg.tv “Antara Kusta dan Stigma” yang telah tayang di ameg.tv berikut ini :

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

headline

Malang Post – Penanganan korban gempa di Kabupaten Malang yang terjadi Sabtu 10 April 2021 hingga kini masih berlanjut. Saat ini Pemkab Malang masih melakukan...

Malang Raya

Malang Post – PMII Kota Malang, Kamis (29/7/2021) melakukan audiensi dengan Walikota Malang, Drs H Sutiaji. Terkait penerapan PPKM Level 4 di Kota Malang. Berlangsung...

headline

Malang Post – PT Sumber Alfaria Trijaya (SAT) melanjutkan lagi program berbagi. Sasarannya masih warga yang terdampak pandemi Covid. Agar membantu meringankan beban warga. Khususnya...

News

Malang Post – Luka bakar serius diderita Yila Arbahana (52). Akibat kebakaran di rumahnya. Kamis (29/7/2021) siang. Warga , sekitar Jl Sanan Gang 2 No.12...

News

Malang Post – Kepedulian sosial saat ini benar-benar diuji. Tak perlu jauh. Perhatian terhadap orang didekat kita. Mereka yang terpapar Covid. Pasti butuh support. Seperti...

headline

Malang Post – Program yang digencarkan Walikota Malang Drs H Sutiaji tentang lima strategi penanganan Covid mulai membuahkan hasil. Diantaranya Malpro (Malang beli produk lokal),...

Malang Raya

Malang Post – Ada yang menarik setelah rapat evaluasi Pemkot Malang dan Forpimcam Lowokwaru dan Blimbing. Walikota Malang Sutiaji dan peserta rakor mempraktekkan cara menggunakan...

Malang Raya

Malang Post –  Jumlah kasus Covid masih tinggi. Pemkot Malang pun menggelar rapat koordinasi dan evaluasi bersama Forum Koordinator Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam). Kali ini Kecamatan...