Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Terimakasih BSU-nya Mas Menteri

Eko Waluyo, mungkin salah satu potret dari jutaan guru tidak tetap (GTT) dengan gaji rendah. Sebesar Rp 750 ribu/bulan. Tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Lajang asal Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang inipun nyambi membantu orangtua di bengkel.

Pandemi Covid-19 membuat bengkel tutup. Untuk menutup kebutuhan hidup, sejak pekan lalu dia mengakalinya dengan jualan jamur krispi. Lumayan ada pemasukan tambahan.

Masih banyak GTT di Malang Raya yang gajinya jauh di bawah upah minimum kerja (UMK). Sebagian besar di bawah Rp 1 juta. Jumlah guru SD negeri di Kota Malang 1.714 orang. Guru SD swasta 2.449 orang. Untuk SD Kota Malang masih kekurangan 740 guru. Rinciannya guru kelas kurang 374 orang, guru agama 199, dan guru olah raga 167 orang.

Untuk guru SMP Kota Malang kekurangan 353 orang. Kekurangan guru SD dan SMP ini ditutup dengan guru tidak tetap (GTT). Di Kota Batu, jumlah GTT SD dan SMP sederajad sebanyak 1.516 orang. Di Kabupaten Malang, jumlah GTT-nya paling besar yaitu 6.021 orang. Rinciannya, 4.747 GTT SD dan 1.274 GTT SMP.

Selain gaji, para GTT dapat insentif. Besarnya, masing-masing daerah berbeda. Di Kabupaten Malang Rp 2,4 juta sampai Rp 2,9 juta per tahun. Di Kota Batu Rp 400 ribu sampai Rp 750 ribu per bulan. Tetapi tidak semua GTT mendapat insentif. Di Kota Malang, Walikota Sutiaji masih mengupayakan skenaria kenaikan gaji GTT dari Rp 300 ribu/bulan ke paling tinggi Rp 2,7 juta.

Karena itu, mereka gembira dan bersyukur, ketika ada kabar Mendikbud Nadiem Makarim akan memberikan Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan non-PNS di Indonesia. Menurut Mas Menteri, sapaan akrab Mendikbud, besarannya Rp 1.800.000. Untuk 2.034.732 orang. Yaitu guru, pendidik PAUD, pendidik kesetaraan, tenaga perpustakaan, laboratorium, administrasi. Semua sekolah dan perguruan tinggi. Total anggaran yang disiapkan Rp 3,662 triliun.

“Alhamdulillah. Meski tidak semua bisa mendapatkan. Sebab sudah ada beberapa yang telah menerima bantuan dari BPJS Ketenagakerjaan,” kata Koordinator Forum Honorer Persatuan Guru Republik Indonesia (FHPGRI) Kabupaten Malang, Ary Susilo.(Tim DMP/ekn) 

>>>>Selengkapanya di Harian DIs Way Malang Post Edisi Kamis (19/11)

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

Malang Raya

AMEG – Warga Kelurahan Sumbersari menjalani vaksinasi Covid-19 di Klinik UMMI UIN Malang, di Jalan Sunan Drajad, Kel. Dinoyo, Kec. […]

Pendidikan

AMEG – Panitia Lokal UM-PTKIN Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, melaksanakan simulasi persiapan pelaksanaan ujian Sisitem Seleksi Elekteronik (SSE) […]

Pendidikan

AMEG – Tidak hanya aktif di dunia pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga aktif dalam mempromosikan kebudayaan Indonesia ke luar […]

Malang Raya

AMEG – Selasa (18/5/2021) pagi, aparat gabungan TNI-Polri menggelar operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan, dalam rangka  PPKM Mikro Jilid […]

Malang Raya

AMEG – Perajin sekaligus pedang ketupat mulai menjajakan dagangannya di hampir setiap pasar yang ada di Kota Malang. Salah satu […]

headline

AMEG – Civitas Universitas Negeri Malang (UM) yang berdomisili di Perumahan Bukit Hijau dan Permata Hijau Kelurahan Tlogomas mengikuti swab […]

ShowBiz

Andrea Meza menjadi perempuan ketiga Meksiko yang menyabet gelar Miss Universe. Punya gelar sarjana software engineering dan berprofesi sebagai penata rias, […]

headline

AMEG – Operasi Ketupat Semeru 2021 berakhir Senin (17/5/2021). Kendati demikian, penyekatan tetap dilanjutkan hingga 24 Mei 2021. Sebagai upaya […]

Malang Raya

AMEG – Lebaran sudah berlalu. Tapi ada netizen yang usil bertanya, Cak Sodiq apa pernah nyekar? Pernah sungkeman ? Pentolan  […]

%d bloggers like this: