Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Duta Damai Jatim Safari Lintas Iman

GAUNGKAN TOLERANSI: Duta Damai Jatim saat mengunjungi tempat ibadah bersejarah di Kota Malang. (Foto: Agustina/HARIAN DI’S WAY MALANG POST)

Malang – Hari Tolerasi Internasional dimaknai Duta Damai Jawa Timur. Mereka melakukan Safari Lintas Iman. Ini dilakukan untuk menggaungkan sikap toleransi pada masyarakat. Jumlah peserta dibatasi, karena masih pandemi covid-19. Namun, tak mengurangi semangat beraktivitas di era new habit ini.

Safari ini merupakan salah satu agenda yang bertujuan meningkatkan toleransi antar umat beragama dan penganut kepercayaan. Hari Toleransi Internasional, menjadi titik dimana umat manusia di dunia, dituntut mengupgrade rasa saling menghargai. Terlebih di Indonesia dengan ragam budaya dan kepercayaannya.

Baca Juga ----------------------------

“Pada dasarnya, yang harus dipahami adalah, keyakinan itu hak asasi. Paling asasi di negara yang majemuk dan tidak dapat dipaksakan. Sehingga di sinilah nilai toleransi dalam diri, harus terus ditingkatkan,” ungkap Monica, Koordinator Pelaksana.

Safari mengunjungi lima tempat peribadatan di Kota Malang. Perjalanan dimulai dengan titik kumpul awal di Masjid Sabilillah. Masjid ini merupakan monumen yang dibangun untuk memperingati dan mengenang perjuangan Laskar Sabilillah. Barisan pejuang ulama dan santri, yang ikut bertempur melawan sekutu.

Kota Malang menjadi pusat  Laskar Sabilillah. Di lahan masjid ini, berkumpulnya para laskar sebelum berangkat ke pertempuran Surabaya. Dipimpin KH Masjkur. Maka, untuk menjaga marwah dan mengenang Malang Kota Pejuang, didirikanlah masjid dengan nama seperti laskar pejuang tersebut. KH Masjkur, sang pendiri menjadi Pahlawan Nasional sejak 2019.

Rumah ibadah kedua yang dikunjungi, Sanggar Candi Busana Sapta Darma di Arjosari. Salah satu dari ratusan penghayat kepercayaan yang ada di Indonesia. Sejak tahun 2017, Penghayat diakui Pemerintahan RI, sebagai salah satu kepercayaan masyarakat. Tiba di lokasi, peserta Safari Lintas Iman disambut hangat.

Hadir pula Presidium Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME Indonesia (MLKI) Jawa Timur, Djayusman. Peserta mendapat penjelasan tentang Penghayat Kepercayaan. Perjalanan dilanjut ke Klenteng Tridharma Eng An Kiong. Rumah ibadah yang sarat nilai toleransi antar agama. Herman, Wakil Ketua Klenteng bersama pengurus lainnya, menjelaskan banyak hal terkait toleransi beragama.

Klenteng ini, menjadi rumah ibadah tiga agama. Yakni Tao, Budha Mahayana dan Konghuchu. Mungkin awam beranggapan klenteng ini, rumah ibadah Konghuchu saja. Namun, sejarah menjelaskan, di Cina agama tertua adalah Tao. Kemudian masuk Budha, lalu Konghuchu. Ini yang mendasari adanya tiga agama di klenteng ini.

Kunjungan selanjutnya di kawasan Jl Dieng. Pura Marga Shirsa. Rumah ibadah Hindu. Rombongan Duta Damai disambut Made Suyatna, perwakilan dari PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Malang. Bertepatan dengan ibadah bulanan, saat bulan mati atau akan muncul bulan baru.

“Pura tidak dibangun di sembarang tempat. Karena menjadi tempat ibadah yang mengharuskan ketenangan dan ketentraman batin. Maka dipilihlah tempat sepi yang terpencil seperti ini. Atau bisa juga di pegunungan,” ujar Made Suyatna.

Setelah itu, peserta menuju GKJW Kebon Agung. Namun, karena masih sangat ketat protokol kesehatannya, dialihkan ke Kopi Kebon. Bagian dari GKJW. Dialog di warung kopi ini, jadi lebih santai. Dipandu pemuda GKJW, Evan dan Pendeta Teguh, dialog berlangsung ganyeng dan hangat. Membahas teologi dan upaya membangun gerakan toleransi GKJW Kebon Agung.

Tak lupa, peserta juga mengunjungi Gereja Santo Albertus de Trapani. Berada tepat di sebelah timur masjid Sabilillah. Gereja dan masjid ini, hanya terpisah jembatan penyeberangan. Ini menandakan masyarakat Malang tingkat toleransinya sangat tinggi sejak dulu. Hidup berdampingan tanpa mempermasalahkan perbedaan. (ags/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Polresta Malang Kota kembali melakukan serbuan vaksinasi dosis pertama di Lapas Kelas I Malang, Selasa (28/9/2021). Dalam kegiatan ini, Polresta Malang Kota...

Kriminal

Malang Post – Upaya Satuan Reskrim Polresta Malang Kota berhasil mengungkap pembunuh di Jalan Emprit, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Pelakunya, tidak lain, suami siri korban...

Malang Raya

Malang Post – Forum lalu lintas Kota Batu mulai merumuskan penerapan pembatasan kendaraan dengan sistim ganjil genap. Rumusan tersebut sesuai dengan Inmendagri Nomor 43 tentang...

Malang Raya

Malang Post – Kota Batu jadi kota ke-9 di Jatim yang mencapai herd immunity vaksinasi Covid-19. Sebelumnya, delapan daerah di Jatim telah mencapai herd immunity...

Malang Raya

Malang Post – Serbuan vaksin Kodim 0833 Kota Malang terus  menarget segala lini.Kali ini Selasa, 28 September 2021, sejumlah kawasan menjalankan vaksinasi. Antara lain,...

Pendidikan

Malang Post — Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang, menyabet penghargaan Bupati Malang. Kategori Lembaga Pendidikan Integratif dengan Posyandu dan Keluarga...

News

Malang Post – Polresta Malang Kota, Senin (27/9/2021) siang, membeberkan minuman keras jenis arak Bali. Ini  hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2021 dan Operasi Patuh Semeru....

Malang Raya

Malang Post – Serbuan Vaksinasi massal untuk masyarakat terus bergulir. Kali ini bertempat di Universitas Negeri Malang, Senin (27/9). Serbuan Vaksin ni merupakan vaksinasi...