Advertorial

Legalitas Pasar Apung BTU

Tim Pengabdian kepada masyarakat dari Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang (Dok.UM)

Malang – Kota Malang nan elok merupakan kota dengan sejuta potensi perekonomian. Sering kali kita menjumpai ragam jenis usaha, kecil, menengah (UKM) yang bergerak serta turut andil dalam memutar roda perekonomian kota.

Dengan memanfaatkan sarana media digital sederhana dalam sekejap ‘hap’ jaringan pangsa pasar online telah terketuk. Hal ini terjadi pada kelompok UKM yang

ada di Pasar Apung Bulan Terang Utama (BTU). Upaya pembentukan pasar yang sigap dalam menyambut ekonomi digital perlu mendapat apresiasi yang tinggi.

Pasar Apung BTU yang digerakkan oleh para srikandi terampil ini memberikan sumbangsih penguatan perekonomian kala pandemi menggilas sektor-sektor strategis.

Sambutan hangat diaturkan oleh kelompok masyarakat paguyuban di Pasar Apung

BTU. Karena pada kesempatan ini, Tim Pengabdian kepada masyarakat dari Jurusan

Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang (UM) yang beranggotakan Ermita Yusida S.E., M.E., M.BA, Vidya Purnamasari S.E., M.E dan Linda Seprillina S.E., M.E. turut unjuk asah menyalurkan ide kreatif dalam mengusut tuntas problematika di Pasar Apung BTU.

Dari hasil analisis masalah, tim pengabdian mendapati masalah belum adanya

legalitas yang sah di Pasar Apung BTU. “Hal ini sangat disayangkan, melihat potensi Pasar Apung yang begitu besar namun belum ada legalitas hukum yang mengatur tentang kelompok itu. Padahal, melalui legalitas nantinya memudahkan kelompok

masyarakat di Pasar Apung BTU untuk mendapat bantuan, hibah ataupun pendidikan

pelatihan dari pemerintah,” ujar Ermita selaku ketua penelitian.

Rangkaian kegiatan legalisasi yang dilaksanakan pada Agustus 2020, memberi ide kreatif dalam menjawab problematika UKM. Yakni dengan memberikan

pendampingan legalisasi organisasi masyarakat di Paguyuban Pasar Apung, membuat

struktur organisasi serta verifikasi notaris.

Sebagai salah satu syarat mutlak di ‘Tok’ dan sah menjadi sebuah organisasi masyarakat yang legal, tim pengabdian melakukan pendampingan penyusunan AD/RT, pembagian peran, sumber pendanaan, analisis risiko pasar serta

penyusunan langkah-langkah strategis dalam menjalankan pasar online. Proses pengurusan legalisasi berjalan sekitar 3 bulan dan akhirnya dinyatakan sah sebagai badan hukum Perkumpulan Pedagang Pasar Apung BULTERU.

Sekali mendayung dua pulau terlampaui, multiplier effect pada legalitas memberikan dampak yang sangat positif bagi perkumpulan pedagang pasar apung BULTERU guna mencapai pengelolaan yang terencana secara apik.(*/adv)

Click to comment

You May Also Like

headline

AMEG – Yudha (19), korban terseret arus Pantai Sendiki, Minggu (17/5/21) malam, ditemukan sudah tak bernyawa, meski kondisi tubuhnya utuh. […]

Pendidikan

AMEG – Di tengah pandemi Covid-19, tak sedikit yang punya hobi baru, salah satunya adalah berkebun. Sepertihalnya warga Desa Kedungpedaringan, Kepanjen, […]

Malang Raya

AMEG – Selain bertujuan menekan angka persebaran Covid-19, larangan mudik juga berhasil menekan volume sampah di Kota Batu, karena mobilitas […]

headline

AMEG – Pondok Pesantren Nusantara di Dusun Sumbergesing RT06/RW06, Desa/Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Senin (17/5/21) siang, terbakar. Sekitar pukul 11.00 […]

Malang Raya

AMEG – Wawali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, langsung menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Senin […]

Malang Raya

AMEG – Pemkot Batu melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu pada tahun 2021 ini akan melakukan pembenahan 160 Rumah Tidak Layak […]

headline

AMEG – Peraturan peniadaan mudik sudah diujung tanduk. Peraturan tersebut akan berakhir pada 17 Mei pukul 23.59. Setelah tahap peniadaan mudik […]

Malang Raya

AMEG – Hari terakhir pemberlakuan kebijakan larangan mudik, Senin (17/5/2021) sejumlah ruas jalan di Malang Raya sudah mulai dipadati kendaraan. […]

headline

AMEG – Layanan pemeriksaan Rapid Test Antigen dan GeNose C19 di Stasiun Malang dipindahkan ke lokasi baru yang berada di sisi […]

Dahlan Iskan

Akhirnya polisi sepakat dengan Tesla: kecelakaan itu tidak ada hubungannya dengan autopilot. Itu berarti, polisi Texas harus meralat keterangan awalnya. Yang […]

Copyright © 2020 Malang Post I All rights reserved.

Exit mobile version