Connect with us

Hi, what are you looking for?

Ameg

UB Mengabdi Di Natuna.

Tim Doktor Mengabdi Di Natuna. (Dok. LPPM UB)

Malang – Sebagai salah satu amanah yang tertuang dalam Tri Dharma Perguruan tinggi, Universitas Brawijaya melalui LPPM terus melakukan pengabdian kepada masyarakat diberbagai daerah di Indonesia. Salah satu program unggulan UB adalah Doktor Mengabdi. Program ini menjamah daerah-daerah perbatasan yang tidak banyak disentuh perguruan tinggi lainnya.  Keberadaan program Doktor Mengabdi ini sangat penting, mengingat kondisi desa di daerah perbatasan sangat berbeda dengan kondisi desa di sekitar Jawa. Butuh sentuhan khusus dengan spirit pengabdian yang tinggi agar desa daerah perbatasan bisa maju dan mandiri.

Doktor Mengabdi Di Desa Pengadah Natuna.

Salah satu desa sasaran Doktor Mengabdi dengan KKN Tematiknya adalah Desa Pengadah, Kecamatan Banguran Timur Laut, Natuna, Kepulauan Riau. Tahun 2020 ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan Doktor Mengabdi di wilayah terluar Indonesia ini. Selama di Natuna sejak Agustus lalu, tim dosen dan mahasiswa KKN-Tematik melaksanakan serangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat.

DM kali ini berfokus pada pengembangan produk unggulan Desa Pengadah, yang  juga telah diangkat  oleh tim DM UB pada tahun 2019, berupa inisiasi Batik motif Natuna, kerupuk ikan, keripik pisang dan keripik ubi. Selain itu, potensi wisata desa ini juga diangkat oleh UB, termasuk dengan merencanakan kawasan pariwisata di Desa Pengadah yang memiliki alam nan eksotis.Tentunya hal ini dilakukan untuk peningkatan dan penguatan ekonomi masyarakat di desa tersebut.

Kunjungan Perangkat Desa Pengadah Ke Malang.

Setelah tim dosen dan mahasiswa KKN UB kembali ke Malang, kini giliran perngkat Desa Pengadah yang berkunjung ke Malang Selasa (27/10). Dalam kunjungan singkatnya, mereka belajar berbagai hal, sebagai bekal pengembangan potensi di daerah mereka.

Pelangi Nusantara (PelaNusa) Singosari, menjadi salah satu lokasi kunjungan rombongan dari Natuna selama di Malang. Mereka belajar membatik dan mengolah kripik singkong dari komunitas yang bergerak di sektor kriya serta pemberdayaan manusia ini. Diharapkan kunjungan mereka ke Malang kali ini dapat menambah wawasan dan keterampilan, untuk kemudian ditularkan kepada masyarakat di desa mereka. (amg/anw)

>>>Simak Perbincangan ameg.tv dengan Tim Doktor Mengabdi UB dan Perangkat Desa Pengadah Berikut ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Advertorial

Malang – Program UB Berbagi, merupakan bentuk kepedulian. Upaya menjaga hubungan baik dan peningkatan kerjasama bidang SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) dan SPME  (Sistem...

Di's way

Malang – Indonesia memiliki tanggung jawab yang besar. Sebagai negara dengan umat Islam terbesar di dunia. Ikut bertanggungjawab menghadapi tudingan negatif tentang Islam yang...

Di's way

Malang – Universitas Brawijaya (UB) menerima penghargaan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Sebagai perguruan tinggi terbanyak yang mengajukan paten selama masa pandemi covid-19. Ketua...

News

Malang – Akhir bulan Oktober 2020, The Times Higher Education World University Rankings kembali merilis ranking top perguruan tinggi dunia. Berdasarkan subject (bidang ilmu)...