Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Jangan Tunda RS Lapangan.

RENCANA RS: Di Poltekes Kemenkes inilah rumah sakit lapangan sudah dibangun, hanya saja urung dioperasionalkan. Foto: Joffa Safik/DI’s Way Malang Post

Malang – Operasional Rumah Sakit (RS) Lapangan semula direncanakan pada akhir Oktober 2020. Namun, kemudian Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menundanya. Alasannya saat itu, angka Covid-19 di Malang Raya melandai dan terus membaik.

Merespons hal ini, Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19 Kota Malang, dr. Husnul Muarif, mengatakan pada dasarnya RS Lapangan yang berada di Poltekes Kemenkes, Jalan Ijen Kota Malang tetap dibutuhkan. Saat ini Kota Malang memang sudah masuk dalam zona oranye. Namun, setiap hari, terus tercatat adanya penambahan kasus baru, sekalipun jumlahnya tak banyak.

Baca Juga ----------------------------

“Sekalipun zona oranye, masih ada potensi penularan. Karena itu, tetap menjadi kewaspadaan, terutama pada masa seperti sekarang. RS Lapangan dirasa masih diperlukan,” kata Husnul Muarif.

Keberadaan RS Lapangan sejak awal tidak hanya diperuntukkan menangani pasien di Malang Raya. Namun, juga tidak menutup kemungkinan bagi pasien dari kota-kota penyangga dekat Malang Raya. 

Husnul Muarif mengaku belum mendapatkan informasi resmi dari pihak terkait soal RS Lapangan. Dia masih berencana melakukan konfirmasi ulang ke RS Syaiful Anwar (RSSA) Malang.

Sebagai informasi, skema awal, RS Lapangan ini seharusnya dioperasikan pada 28 Oktober lalu. Berbagai peralatan dan fasilitas berupa tempat tidur, dan lainnya telah disiapkan. Dari tinjauan terakhir, lokasi yang akan dijadikan sebagai RS Lapangan adalah asrama kebidanan dengan kapasitas 302 tempat tidur.

RS Lapangan rencananya digunakan untuk merawat pasien Covid-19 dengan gejala ringan. Perencanaan RS Lapangan dibuat karena sebelumnya jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Malang Raya terus bertambah. Keberadaan RS Lapangan itu diharapkan mampu menekan laju penyebaran Covid-19 di Malang Raya maupun Jawa Timur.

Gubernur Khofifah sebelumnya menyampaikan jika penundaan dilakukan setelah dilakukan rapat koordinasi oleh tim dokter dinas kesehatan (Dinkes), terutama yang berada di RSSA Malang. (jof/ekn)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

headline

Malang Post — Kota Malang sudah masuk PPKM Level II, sesuai Inmendagri Nomor 53 Tahun 2021. Beberapa kampus mulai mengajukan Perkuliahan/Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Meski...

News

Malang Post — Kepanikan terjadi, Selasa (19/10/2021) malam di sebuah rumah milik Semiati warga RT 03/RW 01 Desa/Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Sebuah tabung LPG 3...

News

Malang Post — Sehari sudah, tim gabungan SAR Malang Raya mencari keberadaan Paino (56) pemancing yang terhanyut saat sungai Brantas mendadak berarus deras. Selasa (19/10/2021)...

Malang Raya

Malang Post – Kodim 0833 Kota Malang menggelar Penyaluran Bantuan Tunai untuk Pedagang Kali Lima dan Warung (BTPKLW-TNI) kepada 4.200 PKL dan warung di...

Malang Raya

Malang Post – Operasi gabungan dilakukan Bapenda, Satpol PP dan Dishub Kota Malang. Kembali menindak reklame yang telat bayar pajak dan masa ijinnya kadaluwarsa. Kepala...

News

Malang Post — Brakkk!!!! Mobil Box N 9187 TI, Senin (18/10/2021) pukul 14.45 WIB menabrak teras rumah warga di Jl Raya Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Teras...

News

Malang Post — Dua korban luka parah akibat tabrakan, Minggu (17/10/2021) siang di Jl Raya Wendit Timur Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Tabrakan ini melibatkan...

News

Malang Post — Diduga depresi masalah ekonomi, seorang penjual bakso Bareng, mengakhiri hidupnya. Senin (18/10/2021) siang, korban ditemukan tidak bernyawa di belakang gedung Kartini atau...