Connect with us

Hi, what are you looking for?

Di's way

Siap-Siap Musim Hujan, BMKG Update Cuaca Per Kecamatan

Citra satelit BMKG

Malang – Wilayah Malang Raya saat ini masuk musim pancaroba. Musim hujan baru minggu ketiga bulan Oktober 2020. Menjelang musim hujan dengan intensitas curah hujan 50 mm per bulan, masyarakat Malang Raya harus mewaspadai fenomena La Nina.

Berdasarkan informasi dari BMKG dampak La Nina menyebabkan curah hujan meningkat hingga 40 persen dibanding tahun lalu. La Nina diperkirakan dapat berkembang terus hingga mencapai intensitas La Nina Moderate pada akhir tahun 2020. Mulai meluruh pada Januari-Februari dan berakhir di sekitar Maret-April 2021.

Meilani, prakirawan Stasiun Klimatologi Karangploso Malang saat ditemui DI’s Way Malang Post mengatakan bahwa La Nina merupakan peristiwa turunnya suhu air laut di Samudera Pasifik di bawah suhu rata rata di sekitarnya. Batas anomalinya – 0.5. 

Dampak global La Nina adalah meningkatnya curah hujan di wilayah Pasifik Ekuatorial Barat. Indonesia termasuk di dalamnya.

Intensitas hujan tinggi itu akan terjadi di seluruh wilayah Indonesia pada September sampai November mendatang. Bisa juga dampaknya karena tidak menentu terhadap cuaca. Mengakibat rusaknya tanaman-tanaman pertanian. Juga membuat orang dan hewan rentan kena penyakit. Apalagi, saat ini Malang Raya berada di masa peralihan musim (pancaroba).

“Prediksinya peningkatan curah hujan mencapai 40 persen. Bahkan bisa lebih,” jelas Meilani.

La Nina tak hanya terjadi di Malang Raya atau Jatim. Hampir seluruh wilayah Indonesia akan mengalaminya, kecuali Sumatera dan sebagian Kalimantan. Intensitas curah hujan tinggi di saat musim hujan bisa menjadi pemicu bencana tanah longsor dan banjir. Apalagi kalau disertai angin kencang, bisa memicu bencana rusaknya rumah penduduk dan pohon tumbang.

Diberitakan DI’s Way Malang Post pekan lalu, Malang Raya kini berada di zona hijau dalam peta hujan. Artinya, awal musim hujan di Malang Raya baru minggu ketiga Oktober ini. Sedang untuk pesisir Malang Selatan mengalami kemunduran sampai dengan bulan November. Karena petanya berwarna coklat.

Terkait La Nina, Meilani meminta agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Malang Raya selalu mewaspadainya. Pantau dan cek perkembangan informasi di akun media sosial resmi milik BMKG. Tidak hanya kalangan tertentu, masyarakat juga bisa mengunduh aplikasi BMKG yang telah tersedia di playstore. Web dan situs BMKG sendiri juga tersedia penjelasan prakiraan cuaca per kecamatan dimulai pukul 07.00 wib dan update per hari.

Meilani juga mengimbau, dampak dari cuaca tidak menentu begini tidak hanya pada tumbuhan dan hewan, tetapi manusia juga rentan kena penyakit. Karena itu, selalu jaga kesehatan, sering olahraga, dan rajin minum vitamin. (roz/ekn) 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Di's way

Malang – La Nina. Sebuah fenomena dengan intensitas hujan yang tinggi. Bisa dikata terus menerus. Disertai pula angin kencang. Dampak dari menurunnya suhu air...

Di's way

Malang – Banjir menjadi problem klasik Kota Malang. Setiap musim hujan, sejumlah kawasan selalu tergenang. Bahkan, ada yang sudah jadi langganan banjir. Sebut saja...

News

Malang – Gempa dengan Magnitude 5.0 mengguncang selatan Pulai Jawa pada Selasa malam. Bedasarkan keterangan BMKG di akun twitternya, gempa yang terjadi pukul  20:52:34...

Nasional

Jakarta – Fenomena La Nina dapat berdampak pada anomali cuaca yang berujung pada bencana hidrometeorologi. Namun, dampak La Nina tersebut sangat bergantung pada musim...

Copyright © 2020 MalangPost