Connect with us

Hi, what are you looking for?

Di's way

Poktan Dampit Presentasi di Ajang ProKlim Nasional

INOVASI MANDIRI: Petani Sukodono Dampit optimalkan potensi lokal wujudkan ProKlim di masa pandemi (Foto : Harian DIs Way Malang Post)

Malang – Program Kampung Iklim (ProKlim): Program berlingkup nasional dikelola Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tujuannya, meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan; Penguatan adaptasi dampak perubahan iklim; Penurunan emisi GRK.

Memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi yang telah dilakukan. Terutama yang meningkatkan kesejahteraan lokal sesuai kondisi wilayah. Proklim mengacu pada Permen LH-Kehutanan Nomor 84/2016 tentang Program Kampung Iklim, dengan komponen utama, syarat pengusulan, penilaian dan kategori. Dikembangkan di tingkat RW atau dusun dan paling tinggi setingkat kelurahan atau desa.

Kabupaten Malang dalam event istimewa ini, diwakili kelompok tani (Poktan) Sekar Rindu Desa Sukodono Dampit. “Alhamdulillah. Kami dari Poktan Sekar Rindu ikut berpartisipasi. Kami presentasikan proklim, 18 September lalu,” kata Ketua Poktan Sekar Rindu Tamin, kemarin.

Menurut Tamin, yang dilombakan adalah kesiapan menghadapi perubahan iklim (proklim) dan berbagai kegiatan positif yang sudah dilakukan beserta dampaknya. Sekar Rindu memaparkan beragam hal yang telah dijalankan. Memaksimalkan potensi desa, kedepankan pelestarian lingkungan. 

“Menang atau kalah, tidak menjadi target. Terpenting, kita bisa menyampaikan informasi pada umum. Menjaga kelestarian alam itu, wajib. Untuk warisan anak cucu,” jelasnya. Wakil Kabupaten Malang, selain Dampit adalah Kecamatan Dau. Dilakukan daring karena masih dalam masa pandemi covid-19.

“Kami di Sukodono berhasil menjadi petani kebun. Kopi sebagai unggulan, nilam, pisang mas serta salak sebagai sumber pendapatan. Kami juga memaparkan kesiapan mental dalam menghadapi tantangan dunia akibat wabah corona,” imbuhnya. 

Kegiatan Proklim di Sukodono selain pertanian adalah pengelolaan embung dan perawatan mata air. Potensi  yang dimiliki: wisata alam (Coban Pendowo), wisata edukasi (petik Salak Pondoh), wisata seni dan budaya, perkebunan (Nilam, Salak , Kopi, Pisang Mas dan peternakan Kambing). 

Poktan juga memaksimalkan waduk desa, yaitu Waduk Kaliungkal. Bidang peternakan, telah dilakukan pembuatan pakan silase dan pakan fermentasi. Memanfaatkan kotoran ternak untuk pupuk bokasi.  Ajang ini, masih menggodok penilaian di tingkat pusat. Nantinya akan dipilih yang terbaik se-Indonesia. Sekar Rindu masuk nominasi karena memperoleh poin penilaian tinggi.

Tamin, saat presentasi tidak terkendala. Karena berpengalaman sebagai motivator organisasi. “Poktan sesuai basic kami sebagai petani, pembudidaya, pemasaran serta inovasi teknologi. Terobosan segmetasi pasar baru, sebagai usaha untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Kita puluhan tahun aktif di organisasi. Sampai sekarang termasuk dalam pemasaran produk. Sehingga tanpa beban saat menyampaikan,” paparnya. 

“Kami berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi pertanian melalui peningkatan UMKM sebagai kemandirian ekonomi pedesaan. Doakan Desa Sukodono yang diwakili Poktan Sekar Rindu bisa menang,” pungkasnya. (san/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Copyright © 2020 MalangPost