Connect with us

Hi, what are you looking for?

Pendidikan

Themperature Detection di Balai Desa.

DETEKTOR: Alat deteksi suhu tubuh yang diletakkan di depan pintu ruang layanan Balai Desa Balongjeruk (Foto: Istimewa)

Kediri – Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) saat ini dicanangkan Pemerintah RI. Sebagai recovery kehidupan masyarakat di tengah pandemi covid-19. Selain 3 M (Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak), deteksi panas tubuh juga diterapkan di berbagai instansi.

Demikian juga dengan mahasiswa UMM (Universitas Muhammadiyah Malang). Mereka mengimplementasikan alat Themperature Detection di Desa Balongjeruk, Kunjang, Kediri. Alat ini, sebuah solusi pengecekan suhu tubuh tanpa kontak fisik. Bisa digunakan berkala. Dilakukan sebelum masuk ruang layanan.

Baca Juga ----------------------------

“Ini bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Launching Themperature Detection awal bulan September,” ujar Habib, Koordinator Desa Kelompok 81 PPM UMM Gelombang 4. Alat ini digunakan sebagai fasilitas umum di Balai Desa Balongjeruk.

“Satu unit alat kami serahkan ke pemdes. Harapannya memudahkan pengecekan suhu warga yang datang untuk mendapatkan pelayanan. Ini penerapan protokol kesehatan sebagai pencegahan covid,“ sambungnya.

Menggunakan teknologi sensor Thermopile Array 8X8 atau biasa disebut sensor TPA64. Sensor yang digunakan untuk membaca suhu tubuh manusia. “Penggunaannya, akan membaca suhu seseorang yang berdiri di depannya. Jika suhu kurang dari 37.8 derajat, diperbolehkan masuk ruang,” kata Mohamad Al Fikih anggota kelompok, selaku inisiator teknologi. 

Jika suhu lebih dari 37.8 derajat celcius,  maka buzzer (pendengung) berbunyi keras. Tandanya orang tersebut tidak boleh masuk ruangan. Safi’i, Kepala Desa Balongjeruk mengapresiasi dan bangga dengan ide kreatif dan inovatif ini.

“Saat melakukan kegiatan, harus mengutamakan protokol kesehatan. Demi menjaga kesehatan bersama. Ini menjadi kreatifitas mahasiswa, yang berguna bagi masyarakat,” ujar Beti Istanti Suwandayani, dosen pembimbing. (roz/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Pendidikan

Malang Post – Mahasiswa baru (maba) dari berbagai daerah Nusantara turut serta dalam gelaran Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Event tahunan...

Pendidikan

Malang Post – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mengembangkan cita-cita center of excellence-nya. Dalam upaya meningkatkan kualitasnya sebagai universitas Islam terbaik dunia. Kali ini...

Pendidikan

Malang Post – Komitmen menjalankan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dijalankan Prodi Peternakan, Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Memperbanyak kerjasama...

Pendidikan

Malang Post — Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan kasus diabetes tertinggi. Dari tahun ke tahun, pravelensi diabetes terus mengalami peningkatan. Melihat fenomena tersebut,...

Pendidikan

Malang Post – Pemerintah Republik Indonesia telah lama mendorong penggunaan energi terbarukan. Namun kenyataannya, masih banyak masyarakat yang menggunakan energi primer. Seperti minyak bumi dan...

Pendidikan

Malang Post – Carpal tunnel syndrome (CTS) merupakan penyakit yang terjadi akibat terhimpitnya saraf di pergelangan tangan. Sindrom ini, umumnya ditemui pada orang-orang yang sering...

Pendidikan

Malang Post – Berbagai peningkatan dan pengembangan senantiasa dilakukan oleh Kampus Putih. Salah satunya mengembangkan Test of Academic English Proficiency (TAEP) sejak tahun 2014....

Pendidikan

Malang Post –  Setelah diundur beberapa kali karena PPKM, Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) akhirnya digelar. Ujian yang dilaksanakan untuk...