Connect with us

Hi, what are you looking for?

Socialnet

TikTok Hapus 104,54 Juta Video, Mengandung Pornografi ?

Foto : reuters

Malang – Aplikasi video TikTok menghapus lebih dari 104 juta video dari platform-nya hingga pertengahan tahun 2020. Video yang dihapus tersebut merupakan konten yang dianggap melanggar kebijakan komunitas TikTok.

Mengutip ZDNet, Kamis (24/9/),  jumlah video yang dihapus ini setara dengan 1 persen dari keseluruhan video yang diunggah di TikTok. Kebanyakan Video yang dihapus berasal dari pengguna di India (37,68 juta video) dan Amerika Serikat (9,82 juga video).

Baca Juga ----------------------------

Lebih rinci, sebanyak 30,9 persen video dihapus karena mengandung ketelanjangan dan aktivitas seksual. Adapun 22,3 persen dihapus karena melanggar keselamatan minor, dan 19,6 persen dihapus karena aktivitas ilegal. Alasan lain penghapusan video tersebut adalah karena klaim hak cipta, konten bunuh diri hingga  ujaran kebencian.

Jumlah video yang dihapus selama semester pertama ini melonjak dua kali lipat secara tahunan (year on year/yoy). Perusahaan mengatakan, kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya jumlah konten yang diunggah.

Hal ini seiring dengan bertambahnya jumlah pengguna aktif bulanan TikTok. Dibandingkan awal kehadirannya, yang hanya 55 juta pada Januari 2018. Jumlahnya melonjak menjadi 271,2 juta pada akhir 2018. Lalu meningkat lagi menjadi 507,6 juta pada akhir tahun lalu. Meski begitu, jumlahnya masih tertinggal dibandingkan Facebook yang memiliki sekitar 2,7 miliar pengguna aktif bulanan secara global.

Selain karena melanggar kebijakan, penghapusan video ini juga untuk mengakomodir permintaan sejumlah Negara di dunia. Dikutip dari Liputan6.com, permintaan tersebut diajukan sesuai dokumen hukum dari pemerintah sebuah negara, misalnya panggilan pengadilan, surat pemerintah, ataupun permintaan darurat lainnya.

Di antara jumlah tersebut, India mengajukan paling banyak permintaan (1.206 permintaan), yang dipenuhi oleh TikTok sebanyak 79 persen.

Sementara AS melayangkan 290 permintaan dan dipenuhi 85 persen. Israel mengajukan 41 permintaan dan TikTok memenuhi 85 persen, terakhir Jerman yang mengajukan 37 permintaan tetapi hanya dipenuhi 16 persen. (lp6/anw)


Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malangpost – Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko memantau langsung vaksinasi untuk warga Kelurahan Gading Kasri dan pedagang Pulosari. Sofyan Edi hadir...

Teknologi

Malangpost – Dewasa ini, makin banyak pelaku bisnis yang berlomba membuat usaha mereka makin dikenal khalayak ramai dengan cara memanfaatkan beragam media digital yang...

Malang Raya

Malang Post — Dalam rangka Hari Ulang Tahun ke 23, Malang Post menggelar lomba foto keluarga bahagia dan mewarnai bagi siswa taman kanak – kanak...

Malang Raya

Malangpost – Babinsa koramil jajaran Kodim 0833 di Kota Malang tetap melayani pasien isolasi mandiri yang ingin menuju isolasi terpusat (isoter). Hari ini, Kamis,...

Malang Raya

Malangpost – Tidak lama lagi Budiarjo ( 40 ) warga Desa Tulungrejo mempunyai tempat tinggal yang layak huni akan terwujud hal ini dapat dilihat...

Malang Raya

Malangpost – Hari ini, Rabu, 8 September 2021, 12 pasien menjadi penghuni baru fasilitas isolasi terpusat (isoter) Kota Malang. Babinsa koramil jajaran Kodim 0833...

Ekobis

Malangpost – Pembukuan adalah hal yang sudah sepatutnya dilakukan oleh para pelaku usaha. Tak hanya bagi pemilik bisnis skala menengah hingga besar, Anda yang...

News

Malangpost –Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-76 Republik Indonesia diperingati  Selasa, 17 Agustus 2021.Biasanya untuk memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia, berbagai perlombaan dilangsukan. Apa yang kalian...