Connect with us

Hi, what are you looking for?

Pendidikan

Pengawet Daging dari Kubis dan Kayu Secang

PENELITI: Ain Nur Azizah (kiri) dan Hasna Febriana (kanan) perwakilan tim presentasikan Dimitri (Foto: Repro/MP)

Malang – Lima siswa madrasah membuat pengawet organik untuk daging segar. Bahannya mudah ditemukan. Kubis dan kayu secang. Melalui penelitian ilmiah, mereka berhasil memformulasikan kandungan organiknya.

Dinamakan Dimitri (Smart and Active Edible Coating): Utilization of Lactic Acid Bacteria (LAB) from White Cabbage Heads (Brassica Olearacea L. Var Capitata) and Brazilin Compounds (C16H14O5) to Extend the Shelf Life of Fresh Meat’.

Siswa itu adalah Hasna Febriana Syukurillah, Ain Nur Azizah Putri Harsya, Dania Wijayanti, Nahda Nur Handwiyan Widiastuti dan Briliana Alya Nafisa. Tergabung dalam tim putri Matsanewa MTSN 1 Kota Malang. Karya ilmiah ini meraih Medali Emas, IYSA Special Award dan Nominasi Poster Terbaik di ajang Indonesia International Invention Festival (I3F) 2020. Digelar 16-19 September 2020. Raihan ini menambah deretan catatan prestasi sekolah yang berkedudukan di Jl Bandung ini.

“Delegasi MTsN 1 Kota Malang yang mengikuti ajang I3F ini, anak-anak yang aktif bergabung dalam ekskul Karya Ilmiah Remaja (KIR). Sebelum meraih prestasi ini, anak-anak sudah beberapa kali mendapatkan penghargaan mulai lokal hingga nasional. Tentunya menjadi motivasi tersendiri untuk mencapai prestasi level internasional,” ungkap Kepala MTSN 1 Malang, Drs Samsudin MPd.

Mereka dibimbing dan dibina Lailatul Chusniah dan Anestiana. Guru sekaligus pembina ekskul KIR. Sinergi yang baik dan aktif antara siswa, guru dan orang tua diperlukan. Agar siswa-siswi Matsanewa bisa mengikuti ajang Karya Inovasi dan Karya Ilmiah. Baik yang diselenggarakan Kemenag, Myres, LIPI maupun penyelenggara lainnya.

“Sebelum I3F ini digelar, siswa siswi MTsN 1 Kota Malang juga meraih prestasi pada Myres 2019. Serta kompetisi nasional Indonesian Science Project Olympiad (ISPO),” imbuhnya.

Khusus ajang I3F 2020, lanjut Samsudin, persiapan dilakukan sejak September 2019. Tahapan yang dilakukan mulai dari penyiapan bahan, melakukan eksperimen hingga penulisan laporan. Selain itu, dilakukan juga latihan presentasi dengan menggunakan Bahasa Inggris.

Kompetisi I3F 2020 berlangsung sangat ketat. Selain bersaing dengan peserta luar negeri, delegasi MTsN 1 Kota Malang juga harus bersaing ketat dengan kontingen Indonesia yang berjumlah 46 tim. (jan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Copyright © 2020 MalangPost