BANTUAN: Pelatih kiper Arema FC asal Portugal, Tiago Simoes, yang harus mendatangkan peralatan latihan dari Eropa. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Persiapan Arema FC menuju Super League 2026/2027 terus dikebut. Tiga pemain asing anyar, memang belum bergabung karena terkendala jadwal penerbangan. Tetapi manajemen memastikan seluruh legiun asing akan tiba sebelum tim berangkat ke Bandung untuk mengikuti Piala Presiden 2026.
Skuad Arema FC belum sepenuhnya lengkap.
Hingga pertengahan pekan ini, tiga pemain asing anyar masih belum tiba di Malang. Namun, manajemen Singo Edan memastikan keterlambatan tersebut bukan disebabkan persoalan administrasi ataupun negosiasi kontrak.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menjelaskan seluruh dokumen kedatangan pemain sudah rampung. Hambatan yang dihadapi hanya berkaitan dengan jadwal penerbangan internasional yang padat selama musim liburan.
“Itu lebih karena faktor tiket perjalanan. Kami mendatangkan mereka secara bertahap. Kami memilih jadwal yang paling memungkinkan karena ini bersamaan dengan masa high season antara Juli sampai Agustus,” ujar Yusrinal.
Sebelumnya, Arema menargetkan seluruh pemain asing sudah bergabung pada akhir pekan lalu. Namun hingga kini, latihan baru diikuti tujuh legiun asing yang lebih dahulu berada di Malang.
Sementara itu, Diego Luiz Landis menjadi satu-satunya rekrutan asing baru yang telah diperkenalkan kepada publik. Tiga pemain asing lainnya dijadwalkan menyusul dalam beberapa hari ke depan.
Yusrinal menilai keterlambatan tersebut tidak mengganggu program persiapan tim.
Menurutnya, ketiga pemain baru itu baru saja menyelesaikan kompetisi bersama klub masing-masing sehingga kondisi fisik mereka masih terjaga.
“Saya pikir ini bukan masalah berarti bagi kami dan tim. Yang terpenting mereka datang dalam kondisi yang bagus. Sebab, mereka baru beberapa waktu lalu selesai menjalani kompetisi sehingga kondisi masih terjaga,” katanya.
Pria yang akrab disapa Inal itu optimistis seluruh pemain asing sudah berada di Malang paling lambat akhir pekan ini, bersamaan dengan kedatangan pelatih kepala Marcos Santos pada 17 Juli.
Dengan demikian, Arema masih memiliki waktu sekitar sepekan untuk mematangkan persiapan sebelum bertolak ke Bandung pada 23 Juli guna mengikuti Piala Presiden 2026.
“Paling lambat mereka akan tiba di Malang pada akhir pekan ini bersama Coach Marcos Santos. Masih ada waktu sepekan untuk mereka bersiap sebelum kami berangkat ke Bandung,” ujarnya.
Di tengah menunggu kedatangan pemain baru, Arema juga memperkuat kualitas latihan melalui pengadaan peralatan modern untuk para penjaga gawang.
Pelatih kiper Tiago Simoes mendatangkan dua boneka latihan berkaki dua dari Eropa untuk melengkapi perlengkapan latihan yang sudah dimiliki tim.
Menurut pelatih asal Portugal tersebut, alat itu sulit diperoleh di kawasan Asia sehingga harus didatangkan langsung dari Eropa.
“Kami membelinya dari Eropa karena di Asia sangat sulit mendapatkannya. Saya memang punya teman di Vietnam yang juga menggunakannya. Sebagian besar perlengkapan seperti ini harus didatangkan dari Eropa,” kata Tiago.
Boneka latihan tersebut memiliki dua kaki terbuka sehingga dapat menghalangi pandangan penjaga gawang terhadap arah datangnya bola. Kondisi itu membuat simulasi latihan lebih menyerupai situasi pertandingan sebenarnya.
Selama sekitar 10 hari terakhir, Adi Satryo, Gianluca Pandeynuwu, Syahrul Trisna Fadillah, dan Erlangga Setyo telah memanfaatkan alat tersebut dalam setiap sesi latihan.
Tiago menggunakannya tidak hanya saat simulasi tendangan bebas, tetapi juga latihan penyelesaian akhir untuk meningkatkan refleks dan kemampuan membaca arah bola dari jarak dekat.
“Situasi ketika bola datang dari jarak dekat sangat sulit. Dengan alat tersebut kami bisa meningkatkan kemampuan penjaga gawang menghadapi kondisi seperti itu,” tegasnya. (Ra Indrata)




