TUNE IN: Diego Landis langsung menyatu dengan pemain Arema FC lainnya, saat latihan perdana, beberapa waktu lalu. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Bek tengah asal Brasil, Diego Luiz Landis, mengungkapkan alasan memilih bergabung dengan Arema FC, dalam wawancara yang ditayangkan Aream FC Official TV, Minggu (12/7/2026). Pengalaman mengikuti perkembangan Liga Indonesia, serta rekomendasi rekan-rekan senegaranya, membuat pemain berusia 28 tahun itu mantap menerima tawaran Singo Edan.
Tawaran itu tidak datang ke pemain yang benar-benar buta tentang Indonesia.
Sebelum resmi berseragam Arema FC, Diego Luiz Landis sudah lebih dulu mengikuti perkembangan kompetisi sepak bola nasional. Ia mengenalnya lewat sejumlah pemain Brasil, yang lebih dahulu berkarier di Indonesia.
Salah satunya adalah Gabriel ‘Gabi’ Silva, rekan setim Diego pada musim lalu.
Dari situlah bek kelahiran Paranavaí, Brasil, itu mulai memperhatikan Liga Indonesia. Ketika tawaran dari Arema FC datang, ia tidak membutuhkan waktu lama untuk mengambil keputusan.
“Saya mulai mengikuti kompetisi Indonesia sejak tahun lalu. Saya punya banyak teman asal Brasil yang bermain di sini. Ketika mendapat tawaran bergabung dengan Arema, saya langsung menerimanya karena saya tahu Arema adalah klub besar di Indonesia,” ujar Diego.
Menurutnya, kualitas kompetisi di Indonesia juga terus meningkat dari musim ke musim. Hal itu menjadi salah satu alasan yang semakin menguatkan keputusannya berlabuh di Malang.

Diego mengawali perjalanannya bersama Singo Edan dengan menyampaikan apresiasi kepada manajemen, jajaran pelatih, dan seluruh staf yang telah memberinya kesempatan mengenakan jersey Arema.
“Saya sangat senang berada di sini. Saya akan memberikan kemampuan terbaik untuk membantu rekan-rekan setim dan klub meraih hasil terbaik,” katanya.
Bek bertinggi 1,93 meter itu menyadari tantangan yang menantinya tidak ringan. Namun, ia percaya kualitas para pemain yang dimiliki Arema akan mempermudah proses adaptasinya.
Ia juga siap memberikan kontribusi, tidak hanya saat bertahan, tetapi juga ketika tim membangun serangan dari lini belakang.
“Dalam sepak bola modern, seorang bek harus mampu membangun serangan dari belakang. Itu harus terus dilatih setiap hari agar bisa membantu tim menjadi lebih baik,” tuturnya.
Pengalaman menjadi modal utama Diego.
Sebelum berkarier di Indonesia, ia sempat bermain sekitar dua tahun di Portugal. Di sana ia bertemu banyak pemain berkualitas yang kini berkembang menjadi pesepak bola papan atas.
Selain itu, Diego juga telah menghabiskan sekitar empat tahun berkarier di Asia Tenggara. Pengalaman tersebut membuatnya yakin proses adaptasi di lingkungan baru tidak akan menjadi persoalan besar.
“Saya berharap pengalaman yang saya miliki bisa membantu rekan-rekan setim di lapangan agar kami bisa meraih hasil terbaik dan memenangkan pertandingan,” ujarnya.
Kini, perjalanan baru Diego dimulai di Malang.
Harapannya sederhana: membantu memperkuat pertahanan Singo Edan dan membalas kepercayaan yang telah diberikan manajemen serta Aremania dengan penampilan terbaik di lapangan. (Ra Indrata)




