MALANG POST – Musim libur sekolah membawa berkah besar bagi sektor pariwisata Kota Batu dengan lonjakan kunjungan sementara yang menembus angka 362.869 orang berdasarkan data aplikasi Fast Application Information Report (FAIR). Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, pada Sabtu (11/7/2026) mengungkapkan bahwa membeludaknya arus wisatawan ini sukses mendongkrak tingkat hunian hotel harian hingga nyaris menyentuh 80 persen sekaligus menggerakkan roda ekonomi pelaku UMKM di Malang Raya.
Libur sekolah kembali membawa berkah bagi sektor pariwisata Kota Batu. Arus wisatawan yang terus mengalir membuat tingkat hunian hotel meroket, sementara perputaran ekonomi diperkirakan masih akan terus bertambah.
Berdasarkan data sementara Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, jumlah kunjungan telah mencapai 362.869 orang. Bersamaan dengan itu, tingkat okupansi hotel nyaris menyentuh angka 80 persen.
Data tersebut dihimpun melalui sistem pelaporan Fast Application Information Report (FAIR) yang digunakan Disparta Kota Batu. Meski demikian, angka tersebut masih bersifat sementara lantaran baru sekitar 30 persen pelaku usaha pariwisata yang menyampaikan laporan kunjungan.
Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto, mengatakan bahwa tingginya angka sementara tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Kota Batu masih menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat selama musim liburan.
“Kami melihat antusiasme masyarakat untuk berlibur ke Kota Batu tahun ini sangat luar biasa. Karena itu, kami optimistis angka riil kunjungan maupun perputaran ekonomi di lapangan jauh lebih besar dan masih akan terus meningkat hingga akhir periode liburan,” ujarnya, kemarin.

RAMAI: Kunjungan wisatawan ke Kota Batu sepanjang libur sekolah kemarin menunjukkan angka peningkatan yang luar biasa. (Foto: Ananto Wibowo / Malang Post)
Dari total kunjungan yang tercatat, mayoritas wisatawan memilih menghabiskan waktu di berbagai destinasi wisata yang tersebar di Kota Batu. Sebanyak 332.019 kunjungan mengalir ke sektor daya tarik wisata (DTW), mulai dari wisata buatan, wisata alam, hingga destinasi edukasi yang selama ini menjadi magnet utama wisata keluarga.
Sementara itu, sektor akomodasi juga ikut menikmati dampak positif lonjakan wisatawan. Sebanyak 29.850 orang tercatat menginap di hotel maupun berbagai jenis akomodasi lainnya. Bahkan, pada Rabu (8/7/2026) kemarin, tingkat hunian hotel mencapai 79,87 persen. Angka tersebut tergolong tinggi mengingat terjadi pada hari kerja atau di luar akhir pekan.
Menurut Onny, tingginya okupansi hotel menunjukkan bahwa wisatawan tidak hanya datang untuk berkunjung sehari, tetapi juga memilih menikmati suasana Kota Batu dengan menginap lebih lama.
“Tingginya okupansi harian yang hampir menyentuh 80 persen ini menjadi bukti bahwa Kota Batu masih menjadi pilihan utama wisatawan. Kami berpesan kepada seluruh pengelola hotel dan akomodasi agar terus menjaga kualitas layanan, kebersihan, dan keselamatan sehingga wisatawan merasa nyaman dan membawa cerita baik saat pulang,” imbuhnya.

Ia menambahkan, momentum libur sekolah tidak hanya berdampak pada sektor wisata dan perhotelan, tetapi juga memberikan efek berantai terhadap perekonomian masyarakat. Mulai dari pelaku usaha kuliner, pedagang oleh-oleh, pelaku UMKM, jasa transportasi, hingga sektor ekonomi kreatif turut merasakan peningkatan aktivitas.
Karena itu, Disparta Kota Batu berharap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga kelompok sadar wisata (pokdarwis), terus menjaga kualitas destinasi dan pelayanan kepada wisatawan.
Selain mendorong peningkatan jumlah kunjungan, Pemkot Batu juga menargetkan meningkatnya lama tinggal wisatawan (length of stay). Dengan demikian, belanja wisatawan di sektor kuliner, penginapan, hingga UMKM lokal dapat meningkat dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
“Momentum libur sekolah ini harus dimanfaatkan bersama. Jika wisatawan merasa nyaman, mereka tidak hanya akan kembali datang, tetapi juga ikut mempromosikan Kota Batu melalui pengalaman positif yang mereka dapatkan,” tutup Onny. (Ananto Wibowo / Ra Indrata)




