Prof. Saifur Kembangkan Deteko, Minuman Fungsional dari Teh Hijau dan Kopi Hijau. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB), Prof. dr. Mohammad Saifur Rohman, Sp.JP(K), Ph.D., resmi memperkenalkan “Deteko”, sebuah inovasi minuman sehat hasil perpaduan teh hijau dan kopi hijau pada Kamis (9/7/2026). Melalui riset intensif selama 12 tahun yang ditopang oleh 36 publikasi jurnal internasional, minuman fungsional rendah kafein ini teruji secara klinis mampu membantu menurunkan tekanan darah, mengatasi obesitas, serta menekan risiko penyakit jantung koroner akibat gangguan sindrom metabolik.
Sebuah inovasi minuman sehat lahir dari tangan Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB), Prof. dr. Mohammad Saifur Rohman, Sp.JP(K), Ph.D. Pada Kamis (9/7/2026), ia resmi memperkenalkan “Deteko”, sebuah produk unik yang memadukan khasiat teh hijau dan kopi hijau.
Ide menciptakan Deteko rupanya sudah tertanam sejak 12 tahun silam. Pria yang akrab disapa Prof. Saifur ini tergerak oleh tren konsumsi kopi dan teh di masyarakat, lalu tertantang untuk mengubahnya menjadi opsi minuman yang jauh lebih menyehatkan.
“Tujuan awalnya adalah meracik minuman fungsional yang akrab di lidah masyarakat, namun juga bisa menjadi suplemen pendamping obat-obatan medis, khususnya bagi penderita sindrom metabolik,” ujar Prof. Saifur.
Sebagai informasi, sindrom metabolik merupakan gabungan dari beberapa gangguan kesehatan yang muncul secara bersamaan, seperti obesitas sentral, hipertensi, lonjakan gula darah, tingginya kadar trigliserida, serta penurunan kolesterol baik (HDL). Jika diabaikan, kondisi ini berisiko fatal memicu penyakit jantung koroner.

Deteko, Inovasi FK UB Padukan Teh Hijau dan Kopi Hijau untuk Kesehatan Jantung. (Foto: Istimewa)
Sebagai seorang spesialis jantung, Prof. Saifur menaruh perhatian besar pada tren kenaikan kasus ini. “Konsumsi Deteko dua kali sehari telah melalui uji klinis dan terbukti mampu membantu menurunkan tekanan darah, mengatasi obesitas, mengontrol kolesterol, serta menekan risiko serangan jantung,” tambahnya.
Salah satu nilai jual utama Deteko adalah proses dekafeinasi (pengurangan kadar kafein) pada bahan baku teh dan kopi hijaunya. Langkah ini krusial karena kafein berlebih berisiko memicu palpitasi atau jantung berdebar. Kondisi tersebut berbahaya bagi pasien jantung karena bisa menyebabkan sesak napas hingga pingsan. Menariknya, proses ini sama sekali tidak merusak khasiat alami dari kedua bahan tersebut.
Komitmen ilmiah di balik produk ini pun tidak main-main. Selama 12 tahun masa pengembangan, riset ini konsisten menelurkan sedikitnya tiga jurnal internasional per tahun, dengan total mencapai 36 publikasi ilmiah. “Artinya, khasiat produk ini fondasi akademisnya sangat kuat dan teruji,” tegasnya.
Meski saat ini baru mengantongi izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), Deteko tengah membidik sertifikasi dari BPOM. Untuk mempercepat langkah tersebut serta memperluas jangkauan pasar, Prof. Saifur membuka ruang kolaborasi dengan para produsen teh, kopi, maupun mitra distributor.
“Kami membuka peluang hilirisasi bersama pihak pabrikan, dan ke depan ada rencana juga untuk mengembangkan konsep kedai mandiri,” tutupnya. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




