MALANG POST – Arema FC Women U-18, memastikan langkah ke semifinal Putaran Nasional Hydroplus Soccer League 2025/2026, setelah mengoleksi enam poin dari dua kemenangan awal di Grup B. Ongis Licek kemudian menutup fase grup dengan hasil imbang 1-1 melawan Putri Tangsel City di Super Soccer Arena, Kudus.
Tiket semifinal sudah berada di tangan. Namun, Arema FC Women U-18 tidak ingin mengendur.
Ongis Licek tetap memburu status juara Grup B saat menghadapi Putri Tangsel City pada laga terakhir fase penyisihan Putaran Nasional Hydroplus Soccer League 2025/2026 di Super Soccer Arena, Kudus.
Hasilnya, satu poin berhasil diamankan setelah kedua tim bermain imbang 1-1.
Sebelum pertandingan itu dimulai, Arema sebenarnya sudah memastikan tempat di babak empat besar. Kepastian tersebut diraih setelah tim asuhan Dindin Wahyudin menyapu bersih dua laga awal, termasuk kemenangan tipis 1-0 atas Samba Persada Women.
Enam poin dari dua pertandingan membuat posisi Arema tak lagi terkejar di zona lolos. Kalaupun ada tim yang mampu menyamai perolehan angka, Ongis Licek tetap unggul dalam rekor pertemuan.
Meski status semifinalis sudah dikantongi, pertandingan melawan Putri Tangsel City tetap berlangsung ketat.
Tim asal Tangerang Selatan itu bermain lepas meski peluang lolos telah tertutup. Mereka memberi tekanan sejak menit awal dan memaksa Arema bekerja keras sepanjang laga.
Dindin Wahyudin pun mengingatkan anak asuhnya agar tidak terlena. Ia meminta para pemain tetap fokus, disiplin, dan tidak meremehkan lawan demi menjaga ritme menjelang semifinal.

SEMIFINAL: Pelatih Arema FC Women U-18, Nanang Habibi bersama kiper Arema FC Women U-18, saat jumpa pers usai laga. (Foto: M. Abd. Rachman Rozzi / Malang Post)
Babak pertama berjalan seimbang. Kedua tim sama-sama disiplin menjaga pertahanan sehingga tak ada gol yang tercipta hingga turun minum.
Selepas jeda, Arema tampil lebih agresif.
Serangkaian peluang mulai tercipta sebelum akhirnya kebuntuan pecah pada menit ke-64. Oktavia Savara berhasil memanfaatkan serangan balik cepat untuk membawa Arema unggul 1-0.
Keunggulan itu tidak bertahan lama.
Putri Tangsel City meningkatkan intensitas serangan dan akhirnya menyamakan kedudukan enam menit berselang. Savaira Rizqin mencetak gol pada menit ke-70 sekaligus mengubah skor menjadi 1-1.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan.
Pelatih Arema FC Women U-18, Dindin Wahyudin, tetap mensyukuri hasil tersebut. Meski demikian, ia menilai masih ada pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi sebelum semifinal.
“Alhamdulillah, kami tetap bersyukur atas poin yang kami dapat sore ini. Namun, masih ada beberapa kelemahan, terutama pada menit-menit akhir pertandingan, yang akan menjadi bahan evaluasi. Konsentrasi para pemain juga harus terus ditingkatkan karena sejak awal target kami adalah melaju hingga partai final,” ujarnya.
Di babak semifinal, Arema FC Women U-18 dijadwalkan menghadapi Putri Garut FC untuk memperebutkan tiket menuju partai puncak.
Sementara itu, pelatih Putri Tangsel City, Saronih, menilai timnya sebenarnya mampu mengimbangi permainan Arema sejak awal pertandingan.
“Sebenarnya sejak babak pertama kami cukup menguasai keadaan. Kami juga sempat mendominasi permainan, tetapi sayangnya penyelesaian akhir masih kurang maksimal,” katanya.
Ia mengakui jadwal pertandingan yang padat menjadi tantangan tersendiri bagi timnya. Sejumlah pemain mengalami cedera dan kelelahan sehingga tidak dapat tampil dalam kondisi terbaik.
“Kurang lebih ada tiga pemain kunci yang hanya bisa tampil sekitar 70 persen karena cedera dan kelelahan. Namun, semangat dan mental mereka tetap 100 persen. Semoga gelaran ini menjadi pelajaran berharga bagi semua. Sampai jumpa di tahun depan. Bismillah, kami akan kembali dengan persiapan yang lebih matang,” pungkasnya. (M. Abd. Rachman Rozzi/Ra Indrata)




