Fawwaz Mufid Wardaya, A.Md.Kom. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Universitas Brawijaya (UB) kembali melahirkan lulusan berprestasi dengan penelitian yang menjawab tantangan era digital. Pada Wisuda Periode XXI, Sabtu (11/7/2026), dua wisudawan terbaik menarik perhatian melalui riset tentang misinformasi, cancel culture, hingga keamanan siber.
Joseph Erandi Teliti Hubungan Misinformasi dan Cancel Culture
Joseph Erandi, S.S., lulusan Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UB, lulus dengan predikat cumlaude dan IPK 3,98. Dalam skripsinya, Joe mengkaji keterkaitan misinformasi dengan fenomena cancel culture menggunakan pendekatan studi kognitif dan neuroscience.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat cenderung mempercayai informasi yang sesuai dengan keyakinan yang telah dimiliki, sehingga lebih mudah menghakimi seseorang meski fakta di lapangan belum terverifikasi.
Menurut Joe, cancel culture tidak selalu berdampak negatif karena dapat menjadi bentuk kritik sosial. Namun, ketika dipicu oleh misinformasi, fenomena ini justru berpotensi merugikan targetnya secara sepihak.
Ia mengajak masyarakat untuk berpikir kritis dan memverifikasi informasi sebelum membentuk opini. Ketertarikan Joe pada linguistik berkembang selama kuliah di FIB UB yang memberinya ruang luas mengeksplorasi berbagai disiplin ilmu.
Meski berlatar belakang sastra, kini ia berkarier sebagai analis risiko kredit di salah satu bank. Ke depan, ia ingin mengembangkan karier di sektor keuangan tanpa meninggalkan minatnya pada industri kreatif, khususnya film dan hospitality.

Joseph Erandi, S.S. (Foto: Istimewa)
Fawwaz Raih Predikat Lulusan Terbaik Vokasi Berkat Riset Keamanan Siber
Fakultas Vokasi UB juga meluluskan Fawwaz Mufid Wardaya, A.Md.Kom., sebagai wisudawan terbaik dengan IPK 3,95. Mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi ini mengangkat penelitian tentang penerapan Secure Session Management dan pencegahan Information Leakage pada aplikasi web berbasis standar OWASP WSTG v4.2.
Penelitiannya menemukan celah keamanan, seperti penyimpanan token autentikasi di localStorage yang rentan terhadap serangan Cross-Site Scripting (XSS) serta pesan kesalahan sistem yang berpotensi membocorkan informasi teknis. Fawwaz kemudian merancang solusi untuk meningkatkan keamanan tanpa mengubah arsitektur aplikasi yang sudah berjalan.
Selain berprestasi secara akademik, Fawwaz aktif di organisasi kemahasiswaan, meraih penghargaan Best Technology Exhibit pada TECHFAIR Vol.2 tahun 2024, serta mengembangkan peta (map) Roblox Universitas Brawijaya sebagai media promosi kampus berbasis dunia virtual.
Saat ini, Fawwaz menjalani magang sebagai Full-Stack Programmer di bidang teknologi kesehatan. Ia bercita-cita menjadi software engineer yang mengembangkan aplikasi web dan mobile yang aman, sekaligus memperdalam kompetensi di bidang cloud computing dan artificial intelligence. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




