KENANG-KENANGAN: Wakil Gubernur Lampung, dr. Jihan Nurlela, menyerahkan cinderamata kepada Bupati Malang, HM Sanusi. (Foto: Prokopim Sekda Kab. Malang)
MALANG POST – Bupati Malang, HM. Sanusi, memimpin langsung delegasi Pemerintah Kabupaten Malang melaksanakan kunjungan kerja strategis ke Pemerintah Provinsi Lampung guna mematangkan ekosistem investasi dan hilirisasi industri komoditas unggulan daerah, bertempat di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung pada Rabu (8/7/2026) sore.
Mengurus ekonomi daerah yang sedang tumbuh pesat itu tidak bisa hanya diam di tempat. Kepala daerah harus rajin menengok wilayah lain yang sudah lebih dulu berhasil menata sistemnya. Itulah yang membuat Bupati Malang, HM. Sanusi, memboyong rombongannya terbang jauh ke Sumatra.
Pada Rabu (8/7/2026) sore kemarin, Sanusi bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, mendarat di Kantor Gubernur Lampung. Di sana, mereka diterima langsung oleh Wakil Gubernur Lampung, dr. Jihan Nurlela. Pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Utama tersebut berlangsung hangat, akrab, dan penuh persahabatan.
Sanusi datang bukan dengan tangan kosong, melainkan membawa modal data ekonomi Kabupaten Malang yang mentereng. Saat ini, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Malang sudah menembus angka Rp150,23 triliun. Struktur ekonominya kokoh, didominasi oleh sektor industri pengolahan sebesar 33,67%, disusul perdagangan 18,78%, dan pertanian sebesar 13,81%.
Hebatnya lagi, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang sepanjang tahun 2025 lalu sukses melesat hingga 5,92%. Angka itu menempatkan Kabupaten Malang di peringkat kedua tertinggi di Jawa Timur.
“Capaian tersebut pastinya perlu didukung pula melalui pengembangan kawasan industri yang terintegrasi dengan jaringan logistik, penyediaan utilitas dasar, kemudahan perizinan, serta promosi investasi yang terarah,” kata Sanusi.
Lalu, mengapa harus belajar ke Lampung? Bagi Sanusi, Lampung dinilai cerdas dalam mengelola potensi alamnya. Mereka tidak lagi sekadar menjual bahan mentah. Lanskap ekonominya sudah bergeser ke arah hilirisasi dan industrialisasi yang terencana. Kawasan industrinya pun terintegrasi rapi dengan pelabuhan dan konektivitas logistik.

KERJASAMA: Bupati Sanusi bersama rombongan, diterima Wakil Gubernur Lampung, dr. Jihan Nurlela, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung pada Rabu (8/7/2026) sore. (Foto: Prokopim Sekda Kab. Malang)
Malang punya potensi yang mirip. Sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pariwisata, hingga industri pengolahan di Kabupaten Malang berskala raksasa. Potensi ini yang mau diloncatkan skalanya oleh Sanusi.
Pembelajaran dari Lampung ini menjadi sangat krusial karena Kabupaten Malang sedang bersiap mengeksekusi sederet proyek raksasa. Skemanya dilakukan lewat Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) maupun investasi langsung.
Daftar proyeknya panjang dan mentereng, meliputi Tol Malang-Kepanjen, pengembangan RSUD Kanjuruhan, Alun-Alun Kepanjen, revitalisasi Pasar Lawang, Bromo Vulcania Park, moda transportasi Skytrain, hingga pembangunan Masjid Negara di Kepanjen.
“Fokus utama yang ingin kami pelajari adalah bagaimana membangun ekosistem investasi yang tidak hanya menyediakan lahan. Kita harus memastikan kesiapan tata ruang, utilitas, konektivitas logistik, dan kepastian hukum agar proyek strategis kita benar-benar siap dikembangkan (investment ready project),” tegas Sanusi.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, tersenyum mendengar paparan tamunya. Jihan berharap pertemuan lintas pulau ini menjadi sarana komunikasi yang positif. Ia pun membeberkan dapur ekonomi Lampung.
Saat ini, fokus mereka ada di sektor agrikultur dan energi. Infrastruktur pengolahan dibangun masif untuk menyerap komoditas unggulan lokal seperti kopi, singkong, dan kelapa sawit. Mereka bahkan sedang fokus membangun pabrik bioetanol.
“Provinsi Lampung menargetkan transformasi ekonomi ini melalui beberapa langkah strategis, termasuk pengembangan kawasan industri baru dan prioritas bioetanol nasional,” jelas Jihan.
Pertemuan sore itu dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dinamis. Sinkronisasi program pembangunan antarderah dibedah bersama. Acara kemudian ditutup dengan saling tukar cenderamata dan foto bersama.
Sanusi pulang membawa oleh-oleh berharga, yaitu rumus membangun ekosistem industri dari tanah Lampung untuk diterapkan di Bhumi Arema. (PKP/Ra Indrata)




