LAST DANCE: Cristiano Ronaldo saat berlaga pada 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Spanyol di Dallas Stadium, Texas, Selasa (7/7) dini hari WIB. (Foto: X/@selecaoportugal)
MALANG POST – Megabintang sekaligus kapten Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo (41), resmi mengumumkan, Piala Dunia 2026 menjadi penampilan terakhirnya di turnamen empat tahunan tersebut. Setelah timnya dipaksa angkat koper oleh Spanyol dengan skor 0-1 pada laga babak 16 besar, yang berlangsung emosional di Dallas Stadium, Texas, pada Selasa (7/7/2026) dini hari WIB.
Selesai sudah. Panggung Cristiano Ronaldo di Piala Dunia resmi tertutup di Dallas Stadium, Texas. Di usianya yang sudah menginjak 41 tahun, pria kelahiran 5 Februari 1985 itu harus menerima kenyataan pahit: Portugal ditekuk Spanyol 0-1 di babak 16 besar.
Sebelum peluit laga krusial itu berbunyi, Ronaldo sebenarnya sudah melempar pernyataan emosional. Dia menegaskan tidak akan ambil bagian lagi pada edisi Piala Dunia 2030, meskipun Portugal bertindak sebagai salah satu tuan rumah. Dia hanya ingin menikmati sisa detak detik karier internasionalnya.
“Ini soal menikmatinya semaksimal mungkin. Ini akan menjadi Piala Dunia terakhir saya, tetapi mari kita berharap besok bukanlah pertandingan terakhir saya,” kata Ronaldo kala itu, dikutip dari ESPN.
Namun, takdir lapangan hijau berkata lain. Portugal kalah. Langkahnya terhenti.
Meski begitu, pria asal Madeira ini menolak untuk meratap. CR7 menegaskan dirinya meninggalkan panggung Piala Dunia dengan kepala tegak dan hati yang bersih. Dua dekade lebih membela negara, dia merasa sudah memeras habis seluruh keringatnya.
“Hari itu akan tiba. Apa pun yang terjadi, Cristiano akan pergi dengan hati nurani yang bersih. Bukan 100 persen, tetapi 1.000 persen, karena saya telah memberikan segalanya untuk sepak bola,” ujarnya mantap.
Bagi penyerang yang kini mengoleksi tiga gol di edisi 2026 ini, motivasi bermainnya bukan lagi soal menambah tumpukan trofi. Ini murni soal cinta pada sepak bola. “Saya bermain sepak bola karena saya mencintainya. Anda harus menikmati setiap hari. Saya sudah mencetak tiga gol di Piala Dunia ini, jadi saya rasa saya belum terlalu buruk,” ucap pasangan Georgina Rodriguez itu.
Sejak melakoni debut bersama Selecao das Quinas pada 2003, catatan statistiknya memang mengerikan: 232 penampilan dengan torehan 146 gol. Dia bahkan mengukir sejarah abadi sebagai manusia pertama yang sanggup mencetak gol di enam edisi Piala Dunia berbeda.
Hebatnya, trofi emas Piala Dunia memang menjadi satu-satunya ruang kosong dalam lemari prestasinya. Dari enam kali percobaan, prestasi terbaiknya “hanya” finis di peringkat keempat pada Piala Dunia 2006 di Jerman. Kala itu, skuad asuhan Luiz Felipe Scolari gagal melaju ke final setelah keok 1-3 dari tuan rumah di semifinal.
Namun, Ronaldo buru-buru mengingatkan publik tentang sejarah yang dia ubah. Sebelum era CR7, Portugal adalah tim besar yang nihil sejarah juara.
“Saya sudah mempersembahkan tiga gelar bersama tim nasional Portugal. Sebelum era saya, Portugal belum pernah meraih satu pun trofi. Tentu saja saya merasa sangat bahagia dengan pencapaian tersebut,” kata Ronaldo blak-blakan.
Tiga gelar itu adalah trofi Euro 2016 serta dua gelar UEFA Nations League edisi 2018/2019 dan 2024/2025. Di antara ketiganya, ada satu yang paling membekas di dadanya. “Bagi saya, gelar terbesar yang pernah saya raih bersama tim nasional adalah Piala Eropa 2016. Trofi itu memiliki nilai yang sangat istimewa,” urainya.
Buku Piala Dunia memang sudah ditutup rapat oleh Ronaldo di Dallas. Namun, gairah bertandingnya belum padam sepenuhnya. Target terdekatnya kini bergeser: tampil pada Euro 2028 yang akan digeber di Inggris, Irlandia Utara, Skotlandia, Wales, dan Republik Irlandia.
Mengingat usianya, ajang tertinggi di Benua Biru dua tahun lagi itu tampaknya benar-benar akan menjadi panggung dansa terakhir bagi sang legenda sebelum sepatu bolanya benar-benar digantung. (jpnn/Ra Indrata)




