MALANG POST – Arema FC resmi mempromosikan dua talenta muda terbaik dari Akademi Arema FC, yakni gelandang asli Malang, Abyan Adwitya Wisnu Pratista (19) dan bek kiri asal Padang, Azmiy Aziz HS (20), ke dalam skuad senior Singo Edan pada Senin, 6 Juli 2026. Sebagai langkah nyata klub, dalam membangun regenerasi pemain menyambut musim kompetisi 2026/2027.
Menjaga napas klub sepak bola besar seperti Arema FC itu tidak bisa instan. Caranya cuma satu: potong generasi yang sehat. Pembinaan usia mudanya tidak boleh macet.
Kabar baiknya, jalur pipa dari akademi menuju tim utama Singo Edan terbukti masih mengalir. Menyambut musim baru 2026/2027, Arema FC resmi menarik dua bocah ingusan dari akademinya, untuk masuk ke ruang ganti tim senior.
Mereka adalah Abyan Adwitya Wisnu Pratista dan Azmiy Aziz HS.
Abyan ini bocah asli Malang. Kelahiran 2007. Posisi bermainnya di lini tengah, sebagai gelandang penyeimbang. Satunya lagi, Azmiy Aziz HS. Dia merantau jauh dari Padang, Sumatera Barat. Kelahiran 2006, yang fasih beroperasi sebagai bek kiri. Dua posisi yang di sepak bola modern saat ini harganya mahal kalau harus beli jadi.
Promosi ini bukan hadiah cuma-cuma. Keduanya lolos setelah dipantau lewat proses pembinaan, evaluasi ketat, dan konsistensi performa yang stabil.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa ini adalah komitmen mutlak manajemen. Klub harus memberi ruang bagi produk lokalnya sendiri untuk mencicipi atmosfer sepak bola profesional.
“Kami ingin memastikan ada kesinambungan. Pembinaan di Akademi Arema FC tidak boleh putus di tengah jalan. Abyan dan Azmiy sudah membuktikan mereka berkembang dengan sangat baik, jadi mereka layak masuk skuad utama musim ini,” kata Inal, demikian GM asal Bogor ini biasa disapa.
Bagi Inal, masuknya dua nama ini sekaligus mengirim pesan penting ke seluruh anak-anak yang saat ini masih menimba ilmu di akademi: pintu tim senior tidak pernah digembok. Siapa pun yang punya kualitas, disiplin baja, dan etos kerja keras, jalannya pasti dibukakan.
“Sekarang tantangannya ada di diri mereka sendiri. Harus cepat beradaptasi dengan atmosfer senior dan jangan sia-siakan kepercayaan ini,” tambahnya.
Urusan mendidik pemain muda memang butuh kesabaran luar biasa. Head of Academy Arema FC, Riyan Meidi Wijaya, tersenyum bangga melihat dua anak didiknya naik kelas. Baginya, ini adalah buah dari kerja keras menahun di akar rumput.
Namun, Riyan yang kenyang pengalaman di pembinaan usia muda langsung buru-buru menginjak rem agar kedua pemainnya tidak cepat terbang ke awan. Tembus ke tim senior, katanya, baru babak pembuka. Ujian sesungguhnya justru baru dimulai sekarang. Persaingan di level profesional jauh lebih kejam.
“Kami berharap mereka tetap rendah hati. Harus terus belajar. Masuk tim senior itu bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tantangan baru yang lebih berat,” kata Riyan memberi wejangan.
Riyan juga berharap, melonjaknya nama Abyan dan Azmiy, bisa memicu adrenalin adik-adik tingkat mereka di Akademi Arema FC. Biar mereka tahu, mimpi mengenakan jersi legendaris biru tim senior itu bukan hal yang mustahil.
Sekarang, bola sepenuhnya ada di kaki Abyan dan Azmiy. Kehadiran gelandang muda asli Malang dan bek kiri potensial asal Padang ini jelas membuat kedalaman skuad Singo Edan makin menjanjikan. Kita tunggu saja, sejauh mana dua singa muda ini bisa mengaum di kompetisi kasta tertinggi nanti. (Ra Indrata)




