SEPAKAT: Wakil Bupati Lathifah bersama Country Manager Agriterra, Arsiya Isrina Wenty, menunjukkan naskah kerjasama yang baru saja diteken. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
MALANG POST – Wakil Bupati Malang, Hj. Lathifah Shohib, menandatangani rencana kegiatan tahunan bersama Country Manager Agriterra, Arsiya Isrina Wenty Octisdah, di Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang pada Senin pagi, 6 Juli 2026. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat tata kelola kelembagaan Koperasi Produsen Multipihak Bhakti Mulia Sejahtera, lewat pendampingan manajemen profesional berskala internasional dari lembaga nirlaba asal Belanda tersebut.
Memajukan urusan perut dan pertanian itu ternyata tidak boleh sekadar urusan cangkul dan pupuk. Peningkatan hasil panen itu penting, tapi ada yang jauh lebih krusial: bagaimana petani mengelola bisnisnya secara berkelanjutan.
Itulah esensi yang ditangkap dalam pertemuan di Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (6/7/2026) pagi. Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, hadir langsung untuk menandatangani kerja sama dengan Stichting Agriterra.
Bagi yang belum tahu, Agriterra ini bukan organisasi sembarangan. Ini adalah lembaga nirlaba internasional bentukan Belanda yang sudah malang melintang sejak 1997. Spesialisasi mereka cuma satu: mendatangkan mentor untuk memperkuat koperasi tani di berbagai negara berkembang agar bisa mandiri, profesional, dan menguasai pasar.
Pertemuan pagi itu ramai. Di sana ada Country Manager Agriterra, Arsiya Isrina Wenty Octisdah, para Asisten Sekda, jajaran kepala OPD, hingga pengurus Koperasi Produsen Multipihak Bhakti Mulia Sejahtera.
Lathifah Shohib langsung menegaskan dari atas podium. Bagi Pemkab, urusan tanda tangan ini bukan sekadar panggung seremonial. Bukan sekadar foto bersama lalu dokumennya ditumpuk di lemari arsip.
“Hari ini kita tidak sekadar menandatangani sebuah dokumen kerja sama. Lebih dari itu, kita sedang meneguhkan komitmen bersama bahwa pembangunan pertanian tidak cukup hanya berbicara tentang peningkatan hasil panen. Petani harus memiliki kelembagaan yang kuat, akses pasar yang luas, dan kemampuan mengelola usaha secara profesional,” kata Lathifah.
Logika Lathifah sederhana: nilai tambah komoditas harus jatuh ke dompet petani sendiri. Bukan habis di rantai tengkulak.
Kabupaten Malang ini raksasa pertanian. Luas wilayahnya saja lebih dari 3.500 kilometer persegi. Kondisi alamnya komplet. Menjadikannya lumbung pangan dan hortikultura andalan di Jawa Timur. Lathifah mencontohkan satu kawasan yang sedang naik daun: Kecamatan Ngantang. Daerah ini sekarang menjadi sentra bawang merah dengan kualitas yang mulai diperhitungkan di pasar nasional.
Namun, potensi alam yang melimpah ini dinilai akan percuma kalau kelembagaan petaninya masih tradisional. Tantangan ke depan makin berat: efektivitas usaha dan daya saing pasar bergerak cepat.
Lathifah kemudian menitipkan lima harapan besar dari kerja sama dengan Agriterra ini. Pertama, koperasi harus kokoh sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Kedua, kapasitas manajemen petani harus naik kelas. Ketiga, dorong transformasi teknologi yang modern. Keempat, perkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan. Dan kelima—ini yang paling krusial—jadikan ini modal investasi jangka panjang untuk regenerasi petani.
“Kita ingin pertanian menjadi sektor yang modern, menguntungkan, dan membanggakan. Lewat cara ini, generasi muda akan tertarik menjadi petani sekaligus wirausahawan yang tangguh. Regenerasi petani adalah kunci agar sektor pertanian tetap menjadi penggerak utama ekonomi daerah,” tegas perempuan berhijab itu.
Gayung pun bersambut. Country Manager Agriterra, Arsiya Isrina Wenty Octisdah, melihat potensi itu menyala terang di Kabupaten Malang. Arsiya berkomitmen bahwa timnya tidak akan melepas pendampingan ini di tengah jalan.
Agriterra akan membedah jeroan koperasi di Malang. Yang diperbaiki bukan cuma urusan administrasi, melainkan merembet ke penguatan kepemimpinan, tata kelola organisasi yang transparan, perencanaan bisnis, manajemen keuangan, hingga membuka keran jejaring kemitraan yang lebih luas.
“Kami ingin koperasi mampu meningkatkan akses pasar, memperkuat manajemen usaha, serta menciptakan nilai tambah bagi produk pertanian yang dihasilkan para petani,” jelas Arsiya.
Di akhir sambutan, Lathifah menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen jangka panjang Agriterra. Pemkab Malang berharap, dari meja Pringgitan ini, lahir mata rantai inovasi baru yang membawa Kabupaten Malang semakin makmur dan disegani sebagai lumbung pertanian nasional.
Kini, komitmen sudah digedok. Kerja sama sudah berjalan. Tinggal pembuktian di lapangan: bisakah koperasi pertanian di Malang bertransformasi menjadi korporasi yang profesional layaknya di negeri Belanda? Kita tunggu hasilnya. (PKP/Ra Indrata)




