MALANG POST – Timnas Inggris secara dramatis sukses mengamankan tiket perempat final Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan tuan rumah Meksiko dengan skor ketat 3-2 di Stadion Azteca pada Senin (6/7/2026) pagi WIB. Meskipun harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-54 akibat kartu merah Jarell Quansah, Tiga Singa berhasil mempertahankan keunggulan berkat dua gol kilat Jude Bellingham dan satu penalti Harry Kane, yang gagal dibalas tuntas oleh gempuran bertubi-tubi El Tri di menit-menit akhir laga.
Stadion Azteca selalu punya cerita magis. Senin pagi tadi, stadion legendaris di Meksiko itu kembali menyuguhkan drama tingkat tinggi.
Ada hujan deras. Ada petir yang menggelegar. Bahkan, kick-off babak 16 besar Piala Dunia 2026 ini harus molor satu jam menunggu cuaca bersahabat.
Namun, begitu peluit pertama berbunyi pukul 08.00 WIB, tensi di atas lapangan langsung membakar atmosfer stadion. Duel sengit tersaji sejak menit awal.
Inggris yang bertindak sebagai tamu justru berhasil mencuri momentum lebih dulu. Tokoh utamanya adalah bintang muda mereka, Jude Bellingham.
Laga memasuki menit ke-36 ketika sebuah skema serangan balik cepat dibangun anak-anak Tiga Singa.
Bukayo Saka menyisir sisi kanan pertahanan Meksiko, mengirim umpan lambung akurat yang langsung disambar sundulan mematikan Bellingham. Gol! Azteca terdiam.
Belum sempat publik tuan rumah menata napas, gawang Meksiko kembali bergetar dua menit berselang.
Lagi-lagi Bellingham pelakunya. Kali ini, ia memanfaatkan umpan matang dari Harry Kane. Dua gol kilat dalam tempo 120 detik membuat Inggris berada di atas angin.
Tapi Meksiko bukanlah tim yang gampang menyerah, apalagi bermain di depan publik sendiri.
Tiga menit sebelum turun minum, Julian Quinones memperkecil kedudukan menjadi 2-1. Memanfaatkan bola muntah hasil tendangan bebas, sambaran cepat Quinones gagal diantisipasi pertahanan Inggris. Skor tipis ini menutup babak pertama.
Drama yang sesungguhnya baru dimulai di babak kedua.
Petaka mendatangi Inggris pada menit ke-54. Bek muda Jarell Quansah melakukan tekel brutal yang membuat wasit tanpa ragu langsung mengacungkan kartu merah. Inggris pincang, tersisa 10 pemain di lapangan. Tugas berat menanti di sisa waktu.
Anehnya, meski kalah jumlah pemain, Inggris justru sempat menjauh. Menit ke-60, mereka mendapat hadiah penalti yang dieksekusi dengan dingin oleh sang kapten, Harry Kane. Skor berubah menjadi 3-1.
Unggul jumlah pemain membuat Meksiko mengamuk. Mereka mengurung total pertahanan Inggris. Kemelut demi kemelut terjadi di kotak terlarang Tiga Singa.
Puncaknya, setelah meninjau monitor VAR, wasit menunjuk titik putih untuk Meksiko. Harry Kane dianggap melanggar Brian Gutierrez dalam situasi bertahan.
Raul Jimenez yang maju sebagai algojo melepaskan tembakan menyusur tanah ke sudut kiri bawah. Jordan Pickford sudah bergerak, tapi bola terlalu deras. Skor berubah menjadi 3-2.
Di sisa waktu pertandingan, Azteca berubah menjadi neraka bagi pertahanan berlapis Inggris.
Meksiko membombardir dari segala arah. Laga berjalan sangat menegangkan, penuh dengan benturan dan adu taktik bertahan.
Namun, hingga peluit panjang berbunyi, tembok kokoh Inggris tetap tak goyah.
Inggris keluar sebagai pemenang. Mereka berhak melangkah ke perempat final dengan kepala tegak, sementara Meksiko harus meratapi kegagalan di tanah sendiri. (Ra Indrata)




