MALANG POST – PDIP merespon prosesi adat yang dijalani Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), saat menerima gelar kehormatan Baginda Pemuka Bangsa di Lampung. Prosesi ini menjadi sorotan karena melibatkan ritual penyembelihan dan interaksi dengan kepala kerbau.
Tanggapan dari berbagai pihak pun bermunculan, baik dari kader partai maupun budayawan setempat. Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, memberikan pernyataan tegas mengenai hal ini.
Ia menekankan bahwa jika ada pihak yang memaknai prosesi menginjak kepala kerbau tersebut sebagai simbol penghinaan terhadap PDIP, maka anggapan itu sama sekali tidak tepat.
Andreas menjelaskan secara rinci bahwa lambang resmi PDIP bukanlah kepala kerbau, melainkan Banteng Moncong Putih.
Ia mengatakan, “Tapi kalau seandainya menginjak kepala kerbau itu, oleh yang menginjak, mau dimaknai sebagai simbolisasi menghina PDI Perjuangan, maaf lambang PDI Perjuangan bukan kepala kerbau. Lambang PDI Perjuangan itu Banteng Moncong Putih.”
Selain mengklarifikasi masalah lambang, Andreas juga melontarkan sindiran terhadap Jokowi. Ia mempertanyakan langkah politik mantan presiden tersebut dengan mengatakan, “Masa sih, mantan presiden mainannya masih lokal-lokalan, masih mau cari dukungan suara kah?”
Pernyataan ini menyiratkan keraguan terhadap motif Jokowi dalam menjalani prosesi adat tersebut, apakah semata-mata untuk kepentingan budaya atau ada agenda politik tertentu di baliknya.
Sementara itu, penjelasan berbeda datang dari budayawan Lampung, Ansori Djausal. Ia membantah interpretasi negatif terhadap prosesi tersebut. Ansori menegaskan bahwa ritual itu tidak bisa dimaknai sebagai tindakan menghina.
Ia meminta agar publik tidak terjebak pada kata-kata “menginjak” yang seolah-olah mengandung unsur pelecehan terhadap hewan kerbau. Menurutnya, inti dari prosesi adat tersebut bukanlah aksi menginjak, melainkan penyembelihan seekor kerbau yang dilakukan secara sakral.
Ansori menambahkan bahwa yang menjadi inti dari keseluruhan prosesi bukanlah tindakan menginjak kepala kerbau, melainkan penyembelihan kerbau itu sendiri sebagai bagian dari tradisi adat Lampung.
Ritual ini melambangkan penghormatan yang tinggi dan merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian, menurut perspektif budaya, tidak ada unsur penghinaan atau makna negatif yang terkandung dalam prosesi yang dijalani Jokowi tersebut. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




