MALANG POST – Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi, secara resmi memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) tongkat komando Kapolsek Kalipare di halaman Mapolres Malang, Senin (29/6/2026) pagi. Langkah penyegaran organisasi internal Korps Bhayangkara ini, digulirkan untuk menyerahkan estafet kepemimpinan dari AKP Basuki Iriyanto, yang telah memasuki masa purna tugas (pensiun) kepada pejabat baru, AKP Fari Kautsar Rahmadhani, guna memperkuat akselerasi dan kualitas pelayanan publik di wilayah selatan Kabupaten Malang.
Dinamika di dalam tubuh Korps Bhayangkare itu mirip dengan putaran roda. Harus terus berputar. Begitu ada perwira yang menyelesaikan masa baktinya dengan husnul khatimah, seketika itu pula tunas kepemimpinan baru harus siap menggantikannya.
Tujuannya cuma satu: agar urat nadi pelayanan kepada masyarakat tidak boleh tersendat. Malah harus semakin kencang.
Senin (29/6/2026) pagi, halaman Mapolres Malang menjadi saksi pergeseran gerbong tersebut. Upacara sakral digelar. Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi memimpin langsung upacara serah terima jabatan (sertijab) posisi pucuk pimpinan di Polsek Kalipare.
Regenerasi kali ini menarik. Kursi yang ditinggalkan oleh AKP Basuki Iriyanto kini resmi diduduki oleh AKP Fari Kautsar Rahmadhani. Rekam jejak AKP Fari tidak main-main. Dia baru saja boyongan, menyelesaikan masa tugasnya nun jauh di sana: Polda Kalimantan Barat. Sementara itu, AKP Basuki melangkah tegap memasuki masa pensiun setelah menuntaskan pengabdian panjangnya di institusi Polri.

SERTIJAB: Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi, saat memimpin langsung serah terima jabatan Kapolsek Kalipare di halaman Mapolres Malang. (Foto: Humas Resma)
Bagi AKBP Taat Resdi, mutasi jabatan di lingkungan kepolisian adalah hukum alam organisasi yang wajar. Lumrah terjadi. Justru dari pergeseran inilah, energi baru dan inovasi segar diharapkan lahir untuk mendongkrak performa satuan kerja.
“Pergantian jabatan adalah proses yang wajar dalam organisasi Polri. Yang terpenting adalah bagaimana kesinambungan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan bahkan semakin baik melalui semangat dan inovasi dari pejabat yang baru,” ujar AKBP Taat, Senin (29/6/2026).
Kapolres tidak lupa melayangkan tabik hormat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada AKP Basuki Iriyanto. Loyalitas dan dedikasi mengawal wilayah Kalipare hingga garis finis masa pensiun diakui sebagai catatan emas. “Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas. Semoga segala pengabdian menjadi amal ibadah,” tambahnya.
Lalu, apa ekspektasi untuk pejabat baru?
Tantangan berat langsung disodorkan ke pundak AKP Fari Kautsar. Pengalaman bertugas menaklukkan rimba Kalimantan Barat diharapkan menjadi modal mental yang kuat untuk mengomandoi wilayah Kalipare yang memiliki karakteristik tersendirinya.
Taat mendesak kapolsek anyar ini untuk tidak berlama-lama larut dalam euforia pelantikan. Harus langsung tancap gas. Beradaptasi dengan cepat, mengenali peta sosiologis masyarakat setempat, serta merajut komunikasi yang harmonis dengan seluruh elemen sektoral di lapangan.
Polisi zaman sekarang, kata Kapolres, dituntut untuk hadir sebagai penengah sekaligus perumus solusi atas setiap problem sosial yang mendera warga (problem solver). Pelayanan yang disajikan kepada publik wajib memenuhi tiga parameter mutlak: cepat, humanis, dan profesional.
Fokus kepolisian di tingkat sektor kini memang sudah bergeser jauh. Bukan lagi sekadar gagah-gagahan menegakkan hukum secara kaku di ruang periksa. Melainkan bagaimana membangun kemitraan yang erat dengan warga kecil, demi mengunci situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap adem dan kondusif.
Upacara sertijab di awal pekan ini telah tuntas dijalankan. AKP Basuki sudah resmi purna tugas dengan kepala tegak, dan AKP Fari sudah memegang kendali penuh. Sekarang tinggal pembuktian dari kapolsek baru asal Kalbar ini ditantang: sanggupkah membawa Polsek Kalipare melahirkan inovasi pelayanan yang jauh lebih memikat hati rakyat? Kita tunggu kiprahnya. (HmsResma / Ra Indrata)




