ARAHAN: Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto saat memberikan arahan dalam rapat koordinasi komisi daerah lansia Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
MALANG POST – Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, memimpin langsung Rapat Koordinasi Komisi Daerah (Komda) Lansia Kota Batu yang digelar di Balai Kota Among Tani pada Senin (22/6/2026). Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Komda Lansia, Heli mengumpulkan berbagai perangkat daerah dan organisasi masyarakat untuk mengevaluasi sekaligus menyusun rencana kerja terintegrasi guna mewujudkan Kota Batu sebagai kota yang ramah, nyaman, dan mandiri bagi warga lanjut usia.
Kota yang hebat bukan hanya kota yang mampu membangun gedung-gedung pencakar langit. Bukan pula kota yang hanya memanjakan anak-anak muda yang produktif. Kota yang hebat adalah kota yang tahu cara menghormati dan merawat warga lanjut usianya.
Prinsip itulah yang kini sedang dimatangkan di Kota Batu.
Senin kemarin (22/6), Balai Kota Among Tani kedatangan agenda penting. Jajaran pemangku kepentingan berkumpul dalam Rapat Koordinasi Komisi Daerah (Komda) Lansia Kota Batu. Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, yang juga bertindak sebagai Ketua Komda Lansia.
Forum ini bukan sekadar rutinitas birokrasi yang membosankan. Bukan tempat baca laporan di atas kertas lalu pulang. Rapat ini menjadi ajang evaluasi total. Otopsi program yang sudah berjalan, sekaligus merancang strategi baru yang lebih membumi.
Satu per satu perangkat daerah maju. Mereka memaparkan rapor program yang menyasar kelompok lansia. Mulai dari urusan layanan kesehatan, penyediaan infrastruktur jalan dan fasilitas publik yang ramah lansia, program pemberdayaan ekonomi, hingga ruang pelibatan mereka dalam pembangunan daerah.

Heli menyimak dengan saksama. Catatannya tegas: perhatian terhadap lansia tidak boleh lagi dilakukan secara parsial. Dinas kesehatan jalan sendiri, dinas sosial jalan sendiri, dinas PU beda arah lagi. Cara lama seperti itu harus dibuang. Kesejahteraan warga usia lanjut hanya bisa diraih jika seluruh elemen bergerak bersama dalam satu visi yang utuh.
“Kesejahteraan lansia merupakan cerminan kepedulian kita terhadap generasi terdahulu. Karena itu, pelayanan kesehatan, infrastruktur, hingga pemberdayaan ekonomi harus berjalan secara terintegrasi,” ujar Heli.
Bagi Heli, melihat lansia itu harus dengan kacamata yang berbeda. Mereka bukan kelompok ringkih yang hanya perlu dikasihani dan dilindungi. Pemikiran seperti itu justru membatasi mereka.
Banyak warga lanjut usia di Kota Batu yang sebenarnya masih sangat produktif. Mereka memiliki timbunan pengalaman hidup yang luar biasa berharga. Pengalaman itulah yang harus ditarik untuk berkontribusi dalam kehidupan sosial maupun ekonomi masyarakat.
Maka, fokus munas di Among Tani kemarin adalah memperkuat konsep Kota Batu sebagai kota yang nyaman bagi lansia.
Caranya konkret. Pertama, tingkatkan fasilitas publik agar lebih aksesibel—mudah dilalui kursi roda atau tongkat jalan. Kedua, kembangkan ruang-ruang aktivitas sosial agar mereka tidak kesepian di rumah. Ketiga, perkuat layanan kesehatan. Sifatnya harus seimbang antara preventif (pencegahan) dan kuratif (pengobatan).
Aspek ekonomi juga tidak luput dari perhatian. Komda Lansia sepakat mendorong hadirnya lebih banyak program produktif. Lansia harus diberi ruang untuk tetap aktif dan mandiri secara finansial, tentu dengan porsi dan kapasitas yang disesuaikan dengan usia mereka.
Sebagai tindak lanjut yang nyata, Komda Lansia langsung tancap gas menyusun rencana kerja untuk tahun depan. Struktur koordinasi antarlembaga akan diperketat dan diperkuat. Targetnya agar setiap program yang berjalan menjadi lebih terukur, tepat sasaran, dan langsung terasa dampaknya di lapangan.
Heli berharap gerakan ini tidak mandek di ruang rapat Among Tani yang ber-AC itu. Sinergi lintas sektor ini harus mendarat mulus di kampung-kampung.
Tujuan besarnya sangat mulia: menciptakan lingkungan yang membuat para sesepuh di Kota Batu bisa hidup lebih sehat, aktif, mandiri, dan yang paling penting—tetap merasa dihargai di tengah masyarakat. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




