MALANG POST — Manajemen Arema FC menyambut optimistis pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) II Aremania Utas, yang digelar di Hotel Selecta, Kota Batu, pada 20-21 Juni 2026. Melalui General Manager Yusrinal Fitriandi, manajemen PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI) menegaskan komitmennya, untuk berkolaborasi penuh dengan presidium suporter terpilih, guna membangun ekosistem sepak bola Malang Raya yang aman, profesional, dan berdampak ekonomi.
Sepak bola modern tidak bisa lagi digerakkan dengan cara lama. Suporter tidak boleh lagi hanya sekadar menjadi penyorak di tribun stadion. Mereka harus naik kelas. Harus mandiri. Harus punya dampak ekonomi.
Kesadaran baru itulah yang memancar dari Hotel Selecta, Kota Batu.
Di sana, Aremania berkumpul. Mereka menggelar hajatan besar: Musyawarah Nasional (Munas) II Aremania Utas, yang berlangsung pada 20-21 Juni 2026. Forum ini penting. Sangat penting. Agendanya jelas: menentukan arah organisasi ke depan, sekaligus memilih presidium baru yang akan memimpin mereka.
Suasananya megah tapi penuh kekeluargaan. Hadir di sana jajaran Forkopimda Malang Raya, presidium lama, para kandidat, komite pemilihan, sesepuh, hingga perwakilan korwil dan komunitas.
Manajemen Arema FC pun datang dengan senyum lebar. Diwakili oleh sang General Manager, Yusrinal Fitriandi. Bagi manajemen, munas kedua ini adalah sebuah momentum bersejarah. Panggung pembuktian. Aremania ingin menunjukkan kepada Indonesia bahwa mereka telah bertransformasi menjadi suporter yang dewasa, modern, dan mandiri.
Yusrinal naik ke podium. Dia tidak berpidato panjang lebar yang membosankan. Taktis saja. Dia menitipkan tiga pesan utama dari manajemen.
Pesan pertama: Jaga persatuan. Di dunia sepak bola, dinamika klub dan suporter itu sangat cair. Kadang keras. Perbedaan pandangan itu hal biasa dalam organisasi. Tapi, kata Yusrinal, lambang Singo Edan di dada dan rasa persaudaraan harus abadi. Aremania Utas harus tetap satu wadah, satu jiwa. Sasaji.
Pesan kedua: Jadilah suporter yang bermartabat dan bermanfaat. Nah, ini yang menarik. Manajemen ingin Aremania menjelma menjadi ruang kreatif yang menggerakkan ekonomi. Ujungnya harus menyentuh nasib pelaku UMKM di Malang Raya. Ada manfaat sosial-ekonomi yang nyata dan timbal balik bagi klub serta masyarakat. Suporter harus mandiri secara finansial.
Pesan ketiga: Edukasi generasi muda. Ini investasi jangka panjang. Aremania harus memimpin gerakan perubahan. Anak-anak muda harus dididik sejak dini agar menjadi suporter yang tertib, taat hukum, kreatif tanpa rasisme, dan menjunjung tinggi sportivitas. Baik di dalam maupun di luar stadion.
Manajemen PT AABBI sadar, mereka tidak bisa jalan sendiri. Yusrinal langsung memberikan garansi. Begitu presidium Aremania Utas yang baru terpilih nanti, manajemen siap berdiri berdampingan. Siap berkolaborasi penuh. Tujuannya satu: membangun ekosistem sepak bola Malang yang disegani dan profesional.
“Selamat bermunas,” kata Yusrinal menutup sambutannya. Dia berharap Selecta melahirkan keputusan-keputusan hebat.
Dari lereng Gunung Banyak, Aremania sedang mengirim pesan kuat ke seluruh penjuru negeri: mereka telah bangkit, lebih kuat, dan jauh lebih bijaksana. (Ra Indrata)




